Gadis Incaran Pengusaha

Gadis Incaran Pengusaha
Carlos di ambang kehancuran


__ADS_3

Setelah tiba di depan rumah Selina, Kristy yang ketiduran tidak sadar jika mobilnya yang dia tumpangi telah tiba di depan rumah temannya, Nic yang melihat dengan jarak dekat sambil menyentuh lembut wajah gadis itu, karena sentuhan membuat Kristy terbangun dan di saat dia membuka matanya dan menoleh ke kiri dia mendapati Nicholas sedang menatap dengan jarak yang hanya 2 inch dengannya


Kristy lagi-lagi dibuat kaget oleh pria ini yang melihatnya dengan begitu dekat sehingga membuatnya hampir berteriak lagi


"Tu-tuan"ucap Kristy yang gugup karena tatapan Nic pada dirinya


"Iya, sepertinya kau sangat pulas"jawab Nic dengan santai tanpa menjauh kan posisinya


"Ki-kita sudah sampai di mana?"tanya Kristy dengan merasa canggung


"Sudah berada di depan rumah teman mu"jawab Nic dengan tatapan mesranya


"Tu-tuan itu..!"


"Ada apa?"


"Apa, Tuan, bisa menjauh sediikit? aku ingin keluar dari mobil"ujar Kristy yang jantung berdebar-debar karena canggung dengan tatapan pria itu


Nic lalu duduk kembali ke posisi nya. setelah itu Kristy langsung pamit darinya dan keluar dari mobil sambil berlari masuk ke dalam rumah temannya


"Apakah Bos ku ini kesurupan ya? kenapa bisa begitu dekat dengan wanita itu, ini bukan sifatnya" batin Benny yang memerhatikan tingkah Bos nya yang tidak biasa itu


"Benny"


"Iya Tuan"


"Selidiki tempat kerja temannya"


"Untuk apa Tuan?"


"Beli perusahaannya"


"Ha? beli?"


"Karena Kristy akan bekerja di sana"


"Ah..baik, Tuan"


Setelah masuk ke dalam Kristy merasa sangat malu sehingga menepuk kepalanya sendiri dengan mengunakan tangannya


"Memalukan, kenapa aku sering saja ketiduran bahkan di mobilnya, tatapannya memang membuat ku gila, jantung ku hampir keluar dari tubuh ku"gumam Kristy dengan rasa malu


Keesokan harinya

__ADS_1


Kristy dan Selina bersama-sama pergi kerja di perusahaan yang di mana tempat Selina bekerja.


"Kristy, jabatan kita sama dan kita bisa saling kerja sama, dan jika ada kamu belum mengerti kamu bisa bertanya pada ku"kata Selina yang duduk di samping Kristy di ruangan kerja itu


"Iya, baik terima kasih"ucap Kristy dengan senyum


Di sisi lain Carlos yang datang ke perusahaan Harrison untuk menemui Nicholas dengan niat ingin meminta bantuan dana ke perusahaannya yang sudah di ujung tanduk.


"Tuan Carlos, kenapa anda kemari?"tanya Benny yang di luar kantor Nic


"Tuan Benny, aku ingin bertemu dengan Tuan Harrison"jawab Calos dengan hormat


"Tuan tidak punya waktu, anda silahkan pergi saja"jawab Benny dengan cuek


"Tapi ini sangat penting, karena perusahaan ku butuh bantuan"mohon Carlos dengan sedih..


"Tuan Carlos, anda ingin bekerja sama dengan Tuan kami tapi anda tidak bisa mengikuti kehendak Tuan kami, bahkan untuk file saja isinya sampah semua, apa anda mengira kalian masih layak bekerja sama dengan perusahaan kami"ketus Benny


"Ini salah ku, jika mengenai file ini aku sudah bawakan yang baru, harap Tuan Harrison bisa membacanya"jawab Carlos sambil menunjukkan file yang di tangannya..


"Apa anda mengira atasan kami memiliki banyak waktu hanya untuk membaca file ini? kami tidak berminat lagi bekerjasama dengan kalian. silah pergi"ketus Benny


"Tapi, tuan. perusahaan kami sangat membutuhkan bantuan dana, katakan saja syarat yang di inginkan"


"Apa anda lupa Tuan Harrison pernah mengatakan syarat nya tapi kau bukan hanya tidak menurutinya malah melakukan kesalahan besar"


"Jangan berpura-pura di saat itu Tuan Harrison ingin membantu dana hanya demi Nona Kristy tapi kalian malah mengusirnya dan ini membuat Tuan Harrison murka apa kau kira dia masih ingin bertemu dengan mu, silahkan pergi"ketus Benny


"Tapi ini bukan salah ku, anak itu sangat liar dia membantah ku bukan aku yang mengusirnya tapi dia pergi sendiri, dia menampar putri ku dua kali dan kemudian..!"


"Kemudian kau menamparnya?"sambung Nic yang tiba-tiba keluar dari kantornya


"Tuan Harrison"sapa Carlos dengan sopan


"Ternyata diri mu benar-benar memalukan masih berani menginjak kaki mu di perusahaan ku"ketus Nic dengan kesal


"Tuan maaf, aku sangat membutuhkan bantuan mu"pinta Carlos dengan sedih.


"Kau menamparnya dan mengusirnya dan sekarang kau masih berani muncul di hadapan ku"ujar Nic dengan menahan emosi


"Tuan, aku akan meminta maaf pada nya dan menyuruhnya pulang dan tinggal bersama kami"ujar Carlos


"Pulang tinggal bersama kalian? diri mu dan putri mu yang jala*g itu sering saja menghinanya, apa kau ingin dia pulang untuk mendapatkan penghinaan dari kalian?"ketus Nic

__ADS_1


"Tidak Tuan ini.!"jawab Carlos


"Jangan muncul di hadapan ku lagi, jika tidak ingin lebih hancur hidup mu maka lenyap dari depan ku"kecam Nic yang kembali masuk ke kantornya


"Tuan"panggil Carlos yang ingin mengikuti langkah Nic akan tetapi di tahan oleh Benny


"Tuan Carlos, Tuan Harrison sudah mengatakan dengan jelas, maka silahkan pergi"ketus Benny


Carlos Fined hanya bisa menerima kenyataan pahit jika dirinya harus kehilangan perusahaannya, satu-satunya harapan dia adalah Nicholas Harrison akan tetapi Nicholas telah membatalkan niat kerja sama dengannya.


Carlos kembali ke rumahnya dalam keadaan lesu tidak berdaya..


"Pa, sudah pulang?"sapa Lily yang di ruangan tamu nya


Carlos hanya menarik nafas panjang dan duduk di sofa dengan bersandar


"Ada apa, Pa?"tanya Lily yang duduk di samping Carlos


"Nicholas Harrison tidak ingin lagi bekerja sama dengan kita, satu-satunya harapan telah hilang"jawab Carlos dengan wajah lesu


"Apa karena file itu?"


"Bukan, alasan utama adalah dia telah mengetahui jika kita mengusir Kristy. ini sangat membuatnya marah besar"


"Lagi-lagi karena dia, apa bagusnya dia sehingga membuat seorang pria berkelas seperti Nicholas membatalkan kerja samanya dengan kita"kata Lily dengan rasa iri


"Kita sudah salah, jika di saat itu aku tidak menampar dan mengusirnya mungkin tidak akan seperti ini"jelas Carlos dengan kesal


"Pa, tapi dia menampar ku dulu, memang seharusnya dia di tampar"


"Apa kau tahu di belakangnya ada Nicholas Harrison, jika kita melukainya sama saja kita melukai diri sendiri dan sekarang kita kena tanggung akibatnya"


"Pa, apa Nicholas tidak bisa di bujuk lagi?"


"Tidak bisa kita sudah di ujung tanduk"jawab Carlos dengan kecewa


"Ke depannya aku tidak bisa lagi belanja barang kesukaan ku"kata Lily dengan sedih


"Kau benar-benar membuat ku kecewa kita sudah di ambang kehancuran tapi di pikiran mu hanya belanja, apa selama ini kau tidak cukup menghambur uang perusahaan?"bentak Carlos yang berdiri di depan Lily


"Pa, jangan membentak ku,perusahaan bangkrut bukan salah ku, selama ini kan Papa dan anak jalanan itu yang mengurusnya, seharusnya menyalahkan dia"ketus Lily dengan egois


"Apa kah kau bisa sepintar dirinya untuk sedikit saja? dia mampu mengurus semua urusan kerja tanpa mengeluh, sedangkan kau hanya tahu menghambur uang dengan tidak jelas, tapi masih saja menyalahkan kami"

__ADS_1


"Pa"


"Ini semua karena diri mu ,jika bukan karena kau dulu yang mencari masalah dengannya maka di saat itu dia tidak akan keluar dari sini."ketus Carlos dengan kesal


__ADS_2