
Tak....tak....tak.....tak...
Seorang gadis yang sedang berlari menuju ke sebuah acara pesta pernikahan yang diadakan di sebuah hotel berbintang, gadis itu bernama Kimberly berusia 23 tahun, berpenampilan sederhana, memiliki paras yang menawan dan sifat yang ceria, di siang itu Kimberly mempercepatkan langkahnya dengan sambil membawa amplop ditangannya, dengan raut wajah penuh kekecewaan dan mengeluarkan air mata yang membasahi pipinya
Hotel tempat acara pesta diadakan
Acara pernikahan itu dihadiri oleh para tetamu dari kalangan atas, pihak pengantin wanita bernama Macy adalah putri tunggal dari seorang pengusaha yang bernama Jhones. sementara pengantin pria yang tidak lain adalah tunangan Kimberly, Markus. yang biasa di panggil Mark, dirinya memilih berpaling ke wanita lain karena menginginkan kehidupan yang lebih mewah sehingga membuat dirinya tanpa ragu mengkhianati hubungannya dengan Kimberly yang selama ini sudah banyak menolongnya.
Para tamu sedang duduk menikmati makan mewah di restoran berbintang itu
"Terima kasih kepada semua teman-temanku yang sudah hadir di sini, hari ini adalah yang terpenting bagi putriku dan menantuku, di sini kami ingin bersulang untuk semua yang sudah hadir di acara penting ini" ucap Jhones yang sedang memegang gelas berisi minuman
"Mari kita bersulang, dan kita doakan untuk pasangan pengantin baru ini bahagia untuk selamanya" ucap salah satu tamu di sana
Di saat semua para tetamu sedang bersulang dengan gembira ada seorang pria tampan hanya duduk dengan tatapan sinis, pria itu adalah pengusaha Sea World Group, Raymond Martinez. pria yang di kenal tidak suka keramaian dan suka menyendiri. bahkan sangat sulit di dekati, setiap para pebisnis selalu saja sangat berhati-hati di saat berbicara dengannya.
"Pria murahan" gumamnya yang sedang duduk bersama asistennya
"Tuan, apa Anda mengenalnya?" tanya asistennya yang bernama Wilson
"Tidak, tapi dia memiliki aroma yang tidak baik" jawab Raymond dengan merasa kesal
"Aroma? apa dia terlalu mengunakan banyak parfum sehingga Anda tidak menyukai aromanya?"
__ADS_1
"Sebanyak apapun parfum yang dia gunakan tidak akan bisa menutupi kebusukannya, lihat saja usia pernikahan mereka tidak akan bertahan lama" ujar Raymond dengan sambil meneguk minumananya
"Aneh, kenapa tuan selalu bisa mengetahui sifat seseorang dari aromanya, aroma apa yang di maksudnya?" batin Wilson yang merasa penasaran
Setelah bersulang dengan para tamu di sana, Jhones bersama Macy dan Mark berjalan menghampiri Raymond
"Tuan Raymond, biarkan Macy dan Mark bersulang untuk Anda" ucap Jhones dengan bersikap sopan
Raymond bangkit dari tempat duduknya dan memegang gelas yang berisi minuman
"Tuan Raymond, terima kasih sudah hadir di acara ini" ucap Macy dengan ramah
"Raymond Martinez adalah pengusaha sukses yang sangat angkuh dan paling sulit di dekati itu? aku akan mencoba mengambil hatinya agar bisa bekerja sama dengannya" batin Mark
"Tuan Raymond, nama saya adalah Mark" ucap Mark dengan mengulurkan tangan dengan berniat bersalam dengan pria angkuh yang di hadapannya itu
"Tuan Mark, Anda beruntung menjadi menantu pengusaha Jhones, dan ingat jangan serakah lagi, karena aku tidak berminat bekerja sama denganmu" ujar Raymond dengan senyum sinis
"Kenapa dia bisa tahu pikiranku?" batin Mark
"Kenapa aku bisa tahu pikiranmu? karena matamu itu menunjukan jika dirimu sangat serakah, selalu ingin mendapatkan apa yang ada di depan mata mu, bukan milik mu maka walau kau memilikinya juga tidak akan bertahan lama" ketus Raymond dengan tanpa segan
Tentu ucapan Raymond mengheningkan suasana yang tadinya sedang bersorak bahagia, bagi mereka yang sudah mengenal pria ini tidak berani melawannya dengan sepatah katapun
__ADS_1
"Hehehehe..Tuan Raymond, menantu saya ini hanya kagum pada Anda, jangan simpan dalam hati" ujar Jhones dengan berusaha mencairkan suasana
"Hahahahahah, aku juga sedang bercanda" jawab Raymond yang masih belum melepaskan salamannya
Di saat bersalaman Mark merasakan panas di tangannya sehingga membuatnya berusaha ingin melepaskan tangannya itu, akan tetapi Raymond sengaja memegang telapak tangannya dengan begitu erat
"Kenapa bisa begitu panas tanganku? seperti terbakar" batin Mark
"Tu..tuan", ucap Mark yang sedang kesakitan seperti terbakar
"Kenapa, bukankah bersalaman tanda pengenalan?" tanya Raymond dengan senyum
"I...iya" jawab Mark dengan menahan sakit di tangannya
Sesaat kemudian Raymond melepaskan salamannya, sementara telapak tangan Mark berubah menjadi kemerahan dan merasa panas dan sakit yang luar biasa
Setelah beberapa menit kemudian Kimberly tiba di acara pesta pernikahan itu
"Markus Silventon" teriak Kimberly dengan nada memenuhi acara itu, dengan penuh emosi dan terluka dirinya memaksa untuk menghadiri pernikahan tunangannya itu
Mendengar teriakannya semua para tetamu memandang ke arah seorang gadis yang berpenampilan biasa yang sedang mengeluarkan air mata itu
Kimberly dengan gemetaran di sekujur tubuh karena melihat pria yang dia cintai sedang bergandengan dengan wanita lain
__ADS_1
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Silakan mampir ke karya berjudul " MYSTERY" klik akun Author ya