
Cloe ikut merasakan kesal pada saat dirinya tahu jika keluarganya tidak di sambut baik oleh keluarga Joan.
Saat itu juga Cloe menelpon Clara dari kota C.
Kring kring kring kring kring kring
satu panggilan telepon masuk ke nomor ponsel Clara.
📱" Ada apa, Cloe?'
📱" Kak, aku ingin minta maaf ya? karena pada saat kakak dan semuanya berada di sini, kurang mendapatkan sambutan yang baik dari pihak keluarga, Joan."
📱" Kamu nggak usah memikirkan hal itu, kami di sini tidak apa-apa. Kami bisa memaklumi karena kondisi pada saat itu sedang sibuk dan repot."
📱" Serepot apapun seharusnya mereka itu memikirkan kalian semuanya. Aku merasa kasihan, jauh-jauh datang ke sini malah perlakuannya seperti ini!"
📱" Cloe, tak usah memikirkan masalah oleh-oleh untuk kami. Yang terpenting bagi kami rumah tanggamu itu harmonis, bahagia selalu dan juga acara di situ lancar tidak ada halangan apapun. Sekarang fokus aja dengan pernikahanmu."
📱" Baiklah kalau begitu."
Saat itu juga Cloe menutup panggilan teleponnya, walaupun di dalam hatinya masih ada rasa kesal terhadap keluarga Joan yang benar-benar tidak punya hati nurani. Menelantarkan pihak keluarganya yang datang jauh-jauh dengan tidak menyambut dengan baik.
Kemurungan Cloe terbaca oleh Joa, ia pun bertanya karena rasa penasarannya.
"Sayang, kamu kenapa sih? kok terlihat murung dan kesal seperti itu? padahal ini hari pernikahan kita loh, apa kamu tidak bahagia dengan pernikahan kita?"
Cloe hanya tersenyum sinis mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut suaminya," ngomongnya kok kayak gitu, aku bahagia hanya saja aku sedang merasa lelah dan cape."
Cloe sengaja tidak mengatakan rasa kecewanya terhadap keluarga Joan. Ia mengatakan hal lain kepada Joan karena tidak ingin terjadi keributan, apalagi mereka baru beberapa hari menikah.
__ADS_1
Cloe sengaja memendam rasa kecewanya tersebut di dalam hatinya, dan mencoba menepis semua itu, mengikhlaskannya.
Pada saat hatinya sudah mulai membaik, kini ia harus dihadapkan dengan satu permasalahan lagi. Dimana Ola mengirimkan chat pesan di grup keluarga dengan mengatakan dirinya sama sekali sudah tidak memiliki uang untuk makan selama berada di kost.
📱" Mah, Ola sudah nggak punya uang di sini? Ola, minta uangnya donk, mah."
📱" Mamah nggak punya uang, Ola. Uang dari hasil pernikahan Joan sudah mamah kembalikan untuk bayar hutang. Balik modal dan nggak lebih seperpun."
Chat tersebut sempat di baca oleh Joan dan Cloe. Hingga Joan merasa tak tega, ia pun meminta izin pada, Cloe untuk memberi Ola uang.
"Sayang, kamu lihat sendiri kan? saat ini Ola sedang butuh uang, boleh ya aku kirim uang. Oh ya, semua gajiku kan di pegang sama kamu. Lekas kamu kirimin Ola uang gih!" perintah Joan pada Cloe.
"Aku harus transfer berapa, Ka?" tanya Cloe pada Joan.
Tetapi pertanyaan Cloe sama sekali nggak di jawab oleh Joan. Dia malah diam saja, hingga Cloe mengulangi pertanyaannya lagi.
Barulah Joan merespon," terserahlah, tinggal kamu transfer apa susahnya sih? kok kamu nada bicaranya seperti nggak ikhlas seperti itu? lagi pula Ola itu adikku, kamu pelit amat sih!"
"Astaga, Ka! kok malah jadi menuduhku seperti ini sih? aku bertanya jumlah nominal kepadamu itu karena aku khawatir salah. Jika aku mentransfer dua ratus ribu nanti yang ada dibilang terlalu sedikit, tetapi jika aku mau transfer lima ratus ribu nanti dibilang kebanyakan. Makanya aku mau minta pendapat darimu kenapa malah salah paham seperti ini?" ucap Cloe mencoba memberikan penjelasan kepada, Joan.
"Hanya masalah sepele saja kamu menanyakan hal ini terlebih dahulu padaku. Masa iya kamu sebagai seorang wanita tidak bisa mengira-ngira sendiri jumlah nominal yang tepat untuk ditransfer ke nomor rekening, Ola?"
Joan bukannya menyudahi perdebatan tersebut dengan mengatakan berapa jumlah nominal yang perlu ditransfer ke nomor rekening, Ola. Ia justru semakin menjadi-jadi dalam mengatakan hal kasar kepada, Cloe.
"Aku tidak akan mentransfer ke nomor rekening orang sebelum, Kak Joan mengatakan juga nominalnya," ucap Cloe tegas.
"Terserah! dasar pelit, padahal aku sudah menurut semua uangku di pegang sama kamu!" ucap Joan kasar.
"Astaga.. aku pikir menikah dengan seseorang yang lebih tua umurnya, sifatnya akan lebih dewasa. Ternyata sifatmu ini seperti anak-anak saja, Kak. Padahal umurmu selisih lima tahun lebih tua dariku. ternyata umur tidak menjamin sifat seseorang itu dewasa," ucap Cloe.
__ADS_1
Keduanya saling diam tanpa bertegur sapa sama sekali. Bahkan pada saat Cloe menyajikan makanan untuk, Joan. Suaminya tersebut tidak menghiraukannya sama sekali. Iya malah tidur.
"Ya Tuhan, kenapa baru beberapa hari aku berumah tangga dengan Kak Joan sudah harus dihadapi dengan permasalahan seperti ini, hanya permasalahan sepele saja kok dibesar-besarkan. Apa susahnya tinggal mengatakan jumlah nominal yang harus aku transfer ke nomor rekening Ola, setelah itu pastikan beres nggak usah diperpanjang seperti ini," batin Cloe.
Joan mogok makan hingga malam menjelang, hingga Cloe pun ikut tidak makan. Walaupun pada dasarnya dia memiliki riwayat penyakit maag, hingga akhirnya ia merasakan perutnya terasa sakit sekali.
"Kamu kenapa meringis seperti itu?" tanya Joan ketus.
"Sakit maag aku kambuh," ucap Cloe singkat.
"Sudah tahu punya riwayat penyakit maag, kenapa tidak makan dengan teratur?" sindir Joan.
"Aku seperti ini karena ulahmu, Kak. Dari pagi kamu nggak mau makan, kalau aku makan nanti aku salah. Suami nggak makan istrinya kok makan. Pada akhirnya aku menahan rasa lapar dan maag aku kambuh."
"Jadi kamu menyalahkanku?"
Kembali lagi Joan emosi, hingga Cloe merasa heran.
'Kenapa kamu gampang sekali marah sih, ka? bukannya iba istrinya sakit, malah menghakimi seperti ini."
Tak kuasa air mata Cloe menetes, ia sama sekali tidak menyangka jika di awal pernikahannya harus mengalami permasalahan. Padahal ia baru menikah beberapa hari.
Melihat istrinya menangis akhirnya Joan pun iba," sayang, sudah jangan menangis terus. Aku minta maaf ya sudah kasar sama kamu. Mungkin juga karena efek le lah jadi aku terlalu sensitif seperti ini. Aku mohon lupakan kejadian tadi ya, sekarang kamu makanlah, biar perutmu tidak sakit lagi."
"Oh ya, biar aku belikan obat maag dulu ya? setelah itu baru kamu makan, tolong jangan menangis lagi."
Joan pun berlari keluar dari rumah kontrakan dan ia mencari warung kecil untuk membeli obat maag. Hanya sekejap saja ia sudah mendapatkan obat maag dan memberikannya pada, Cloe.
Cloe langsung meminum obat magh itu, dan beberapa saat kemudian barulah dia makan. Di dalam hatinya terus teringat kampung halaman.
__ADS_1