Gadis Manja Yang Di Paksa Mandiri

Gadis Manja Yang Di Paksa Mandiri
Selalu Berulah


__ADS_3

Pagi menjelang, Cloe merasakan bosan dan ingin sekali pulang ke kampung. Ia pun mengatakan hal ini pada suaminya," Ka, aku ingin jenguk mamah di kampung. Mau kan kita ke kampung?"


"Sayang, lain waktu saja ya? aku sedang banyak kerjaan jadi nggak bisa pergi-pergi. Besok aku harus cek barang yang datang di gudang. Jadi besok aku lembur, sayang."


Cloe merasa curiga, karena setahu dia stok barang elektronik masih banyak," ka, bukannya stok barang di gudang masih banyak? setahuku jika barang masih banyak, nggak akan menyetok lagi bukan?"


"Kamu anak baru nggak tahu sepenuhnya tentang toko. Lagi pula aku yang manager di toko itu, hingga aku yang hapal dengan stok barang. Aku nggak perlu menjelaskannya."


"Lumayan jika besok aku berangkat hitungannya kan lembur. Next time dech kita ke kampung ya, sayang."


Sebenarnya Cloe sangat kecewa tentang keputusan dari Joan, tapi dia sebagai seorang istri tidak berani membantah apa yang telah menjadi ketetapan dari suaminya," Ya sudah kalau begitu."


Cloe mencoba untuk tidak terus-menerus merasa kecewa, ia segera bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Seperti biasa, ia selalu berangkat bersama suaminya, karena satu tempat kerjaan.


Hari itu kebetulan hari Sabtu, hingga jam kerja hanya setengah hari saja. Jika ika pulang lebih cepat, Cloe kadang merasa bosan juga dikontrakan tidak melakukan aktivitas apapun.


"Ka, kita ke alun-alun atau kemana yuk? aku bosan banget setiap hari di dalam kontrakan saja. Bahkan setelah menikah pun katanya kamu akan mengajakku honeymoon, ternyata bohong," rajuk Cloe.


"Sayang, kerjaaan kita nggak sembarangan untuk libur panjang. Sabar sedikit ya, beberapa hari lagi kita akan ke Bali."


Joan mencoba membujuk Cloe.


Cloe hanya diam saja, ia pun merebahkan diri di kasur memainkan ponselnya dan sejenak dia menelepon keluarganya yang ada di kampung dengan panggilan video.


Kring kring kring kring


Satu panggilan telepon secara video masuk ke nomor ponsel Caroline.


📱" Aunty apa kabar?"


📱"Puji Tuhan, baik. Grace mana ka?"

__ADS_1


📱" Tidur, ty. Mau bicara sama mamah?'


Sejenak Caroline memberikan ponselnya kepada Mamah Elizabeth yang kebetulan sedang bersantai di teras halaman bersama dengan papah Oskar.


📱" Mah-pah, bagaimana kabar kalian berdua?"


📱" Puji Tuhan kabar kami baik, bagaimana kabarmu dan suamimu nggak ada masalah kan?"


📱" Kami di sini baik, Pah. Nggak ada masalah apapun, hanya saja aku belum bisa pulang ke rumah dulu karena di tempat kerja sedang banyak sekali pekerjaan yang harus diurus. Bahkan besok hari Minggu, Kak Joan juga harus tetap berangkat kerja."


📱" Ya sudah nggak apa-apa, yang terpenting kalian harus selalu rukun, akur. Jangan ada pertengkaran, supaya rezeki kalian berdua itu lancar."


📱" Iya Pah, semoga Papah dan mamah juga sehat selalu ya."


📱" Iya, Cloe. Kami akan sehat selalu jika kamu juga sehat selalu dan tak pernah ada permasalahan. Ya walaupun nggak mungkin nggak ada masalah. Selama kita hidup pasti ada saja permasalahan yang akan terjadi. Tapi pesan papah jika terjadi suatu masalah jangan langsung pikirannya itu negatif, harus dibicarakan secara baik-baik terus permasalahan jangan dibikin terlarut-larut."


📱" Iya, Pah."


Sejenak Cloe ngobrol dengan orang tuanya. Setelah puas dan terobati rasa rindunya kepada kedua orang tuanya, Cloe pun mematikan panggilan teleponnya.


" Lega rasanya setelah mengetahui kabar keluarga di kampung baik-baik saja, walaupun aku belum bisa untuk menjenguk mereka."


Cloe bangkit dari rebahannya pada saat mendengar deru motor yang tak asing lagi," Ka Joan mau kemana?"


"Kak Joan, tunggu! aku ikut!"


Joan tak menghiraukan panggilan dari Cloe, ia tetap saja melajukan motornya tanpa menghiraukan Cloe sama sekali.


"Aneh, kenapa pergi nggak ajak-ajak? tega banget sih! padahal aku sedang bosan di kontrakan ini, malah ditinggal pergi begitu saja ini! membuat aku semakin bertambah bosan saja!" umpat Cloe kesal.


Beberapa menit kemudian, ada pesan masuk ke dalam nomor ponsel Cloe. Ia pun segera membacanya, yang ternyata chat pesan yang dikirim oleh Joan.

__ADS_1


[ Sayang, aku minta maaf tidak mengajakmu serta karena dari tadi kamu sibuk sedang teleponan dengan orang tuamu. Aku tidak ingin mengganggumu, aku hanya pergi sebentar saja ke rumah papah dan Mama. Karena ada suatu kepentingan yang harus segera diselesaikan. Paling hanya beberapa jam saja di sana.]


Cloe merasa kesal pada Joan, hingga dia hanya membaca saja chat pesan yang dikirimkan oleh suaminya tersebut tanpa membalasnya sama sekali.


"Menyebalkan sekali! selalu saja membuatku emosi. Tiada hari tanpa membuatku marah, tiada hari tanpa membuatku merasa sedih, dan juga kecewa! Selalu dan selalu!" umpat Cloe kesal.


"Jika di kontrakan ini ada televisi, pasti aku tidak akan merasa bosan seperti ini. Nanti aku akan meminta pada Kak Joan untuk membeli televisi, supaya aku ada hiburan di kontrakan ini."


Cloe memutuskan untuk memainkan game di ponselnya, untuk sedikit menghilangkan rasa penatnya.


Satu jam....


Dua jam....


"Apaan ini Kak Joan! di sini aku kesepian seorang diri, merasakan kebosanan yang teramat sangat! di sana dirinya sedang happy-happy dengan adiknya yang centil itu!"


Tanpa sengaja Cloe melihat story WhatsApp milik suaminya di mana suaminya sedang berada di suatu mall bersama dengan Ola, tepatnya di sebuah toko tas dan sendal.


Karena rasa emosi yang sudah memuncak, Cloe memutuskan untuk mengirim chat pesan terhadap suaminya.


[Kamu bohong sama aku ya, Kak! bilangnya ada urusan penting, ternyata kamu saat ini sedang happy-happy dengan Ola. Sedangkan aku disini kesepian, bosan, tega banget sih kamu ya Kak!]


[Baiklah kalau begitu aku akan pulang kampung sekarang juga. Dari pada di sini untuk apa? aku tak pernah dianggap olehmu!]


Dua chat pesan tersebut dikirimkan ke nomor ponsel milik Joan. Iya pun segera membacanya dan membalas chat pesan tersebut.


[Sayang, bersikaplah dewasa jangan seperti anak kecil terus! kamu ini sekarang bukan lagi anak ABG tetapi seorang Istri. Belajarlah untuk menerima! ingat pesan papahmu untuk tidak menjadi wanita yang pemarah.]


Cloe membaca chat pesan dari suaminya tersebut. Ia pun kembali membalas chat pesan tersebut.


[Yang tidak dewasa itu kamu, kak! selalu menomor duakan istrimu! jika seperti ini untuk apa kamu menikah denganku? aku pamit akan pulang ke kampung saat ini juga! silakan kamu bersenang-senang dengan adikmu itu!]

__ADS_1


Saat itu juga Cloe memesan tiket kereta api lewat ponselnya untuk pulang ke kampung, ia sudah benar-benar marah kepada suaminya.


__ADS_2