Gadis Manja Yang Di Paksa Mandiri

Gadis Manja Yang Di Paksa Mandiri
Berusaha Membujuk


__ADS_3

Joan meraih motornya karena dia tidak ingin Cloe pergi dengan mengendarai kendaraan umum.


Sepanjang perjalanan, Cloe tak berkata apapun. Walaupun kerap kali, Joan meraih tangan Cloe untuk berpegangan pada pinggangnya. Tetapi Cloe selalu menolak.


"Sayang, pegangan dong. Karena bahaya jika nggak pegangan."


Tetapi Cloe tetap diam, dia tak menghiraukan apa yang barusan di katakan oleh Joan.Karena di dalam hatinya masih ada rasa kesal.


"Baru meminta maaf, tapi sudah melakukan kesalahan lagi. Kapen berubahnya menjadi lebih baik kalau seperti ini caranya?" batin Cloe.


"Permintaan maaf hanya di bibir saja, tetapi tidak di terapkan di dalam kehidupan pribadinya. Entah aku aku akan kuat menghadapi dirinya atau tidak,' batinnya lagi.


"Sayang, kamu ingin kemana sih? ini motor sudah jalan lurus terus dari tadi loh," tanya Joan seraya fokus mengemudi.


"Aku nggak akan kemana-mana, sudah nggak mut gara-gara sama kamu. Aku inginnya pergi sendiri, nggak ingin di temani seorang pembohong seperti dirimu, ka!" ucap ketus Cloe.


Hingga pada akhirnya, Joan menghentikan laju motornya di trotoar.

__ADS_1


"Oh seperti itu? padahal aku sudah minta maaf. Dan mencoba bersikap baik padamu. Tetapi dari tadi kamu terus saja diam dan sekalinya kamu bicara kasar sekali," ucap Joan.


"Percuma minta maaf, ka. Jika maafmu itu tidak untuk memperbaiki kesalahanmu. Tetapi kamu masih saja bersikap semaunya sendiri, dan bahkan masih suka bohong," Cloe sudah tidak bisa menahan marahnya.


"Pergilah, aku hanya ingin seorang diri saja. Aku tak ingin di temani olehmu!" usir Cloe.


Dia pun turun dari boncengnya motor Joan, dan melangkah entah kemana..Dus sendiri nggak tahu akan kemana, karena dia sendiri belum hapal wilayah kota C.


"Cloe, nanti kamu hilang loh. Kamu kan belum tahu wilayah kota ini. Cepatlah naik lagi, jangan keras kepala."


"Cloe, cepat naik. Malu dilihat banyak orang," bujuk Joan.


"Jika kamu malu, ya sudah sana pulang saja. Biarkan aku sendiri untuk menenangkan pikiran ini."


Tapi Joan tidak menuruti Cloe, karena dia tak ingin terjadi hal buruk pada istrinya. Karena ia sudah berjanji pada papah Oscar akan selalu menjaga Cloe dengan baik.


"Istriku tersayang, cepatlah kemari. Ngambeknya udaham dong, yok kita ke wahana bermain," ajak Joan.

__ADS_1


Akhirnya Cloe pun menurut, dia kembali membonceng di jok belakang motor Joan. Dan Joan segera melajukan motornya dengan perlahan, hingga sampai di sebuah wahana bermain.


Joan berusaha untuk membuat Cloe tersenyum lagi. Dia mengajak Cloe naik beberapa wahana tersebut. Usaha Joan tidak sia-sia, Cloe sudah berubah ceria kembali.


"Haduh, jadi harus di luluhksn dengan permainan anak. Hem, benar-benar belum bisa dewasa. Tapi syukurlah, dia sudah nggak ngambek lagi. Bikin pusing saja, kalau ngambek lama sekali," batin Joan.


Setelah cukup lama di wahana bermain, Joan mengajak Cloe makdn di sebuah warung makan yang ada di sekitar wahana bermain.


Cloe makan dengan lahapnya, begitu juga dengan Joan. Rumah tangga mereka bagaikan Tom dan Jerry, tiap hari pasti ada saja pertengkaran yang terjadi antara mereka berdua.


Hal ini entah akan sampai kapan berakhir. Karena memang watak keduanya sama-sama keras kepala. Hingga setiap pertengkaran selalu lama dalam berdamai.


"Kita pulang, ka. Aku sudah lelah sekali."


"Ok, sisp bos."


Saat itu juga Joan melajukan motornya, menuju arah pulang.

__ADS_1


__ADS_2