
Setelah pernikahan usai, Senin sorenya Cloe dan Joan berpamitan untuk segera ke kota C. Karena mereka tidak di izinkan untuk berlama-lama libur.
Di kota C, mereka tinggal di sebuah kontrakan karena rumah milik Joan yang ada di sebuah perumahan elite telah di sewa oleh saudaranya, dan uang sewa tersebut sudah di tangan mamahnya.
"Sayang, hari Minggu tanggal lima keluargamu sudah ada di kota C ya? karena di rumahku juga akan ada acara resepsi, jadi di harapkan kedatangan orang tua dan saudaramu," ucap Joan pada istrinya.
"Baiklah, ka. Nanti aku akan menghubungi orang rumah untuk memberitahu tentang hal ini."
Cloe langsung menelpon nomor ponsel, Papah Oscar.
📱" Hallo pah, sedang apa?"
📱" Biasa papah sedang bersantai ini nge-break sama teman-teman. Oh ya, kamu sudah sampai di kontrakan?"
📱" Sudah, pah. Ada hal yang ingin aku bicarakan dengan papah sebentar, nggak apa-apa kan, mengganggu waktunya sebentar?"
📱" Iya, Cloe. Nggak usah sungkan, seperti sama orang lain saja. Katakan saja ada apa?"
📱" Pah, jangan lupa tanggal lima hari Minggu sudah sampai di sini ya. Karena diharapkan datang, di sini akan ada acara resepsi juga."
📱" Iya, Cloe. Berarti Papah dari sini Minggu pagi ya? karena acara sidang kan?"
📱" Papah dari situ Sabtu sore, biar bisa istirahat dulu. Kata Joan nanti akan di pesankan hotel untuk bermalam. Dan Minggu pagi jam sembilan barulah ke rumah orang tua Joan."
📱" Baiklah, nanti akan papah bicarakan dengan mamah dan kakakmu."
Setelah mengatakan sepatah kata tersebut, keduanya mematikan panggilan telepon. Dan Oscar masuk ke dalam rumah, kebetulan ada Mamah Elizabeth, Caroline, Octava, dan juga Clara. Hingga Papah Oscar bisa langsung berunding tentang apa yang barusan di katakan oleh Cloe di dalam telpon.
"Tadi Cloe telepon, dia meminta kita semua untuk kelak datang di acara resepsi pernikahan mereka yang akan dilangsungkan hari Minggu tanggal lima."
"Octava, apakah kamu bisa mencarikan kendaraan untuk transportasi ke kota C? kalau bisa sama sopirnya sekalian."
Octava pun menjawab," bisa pah? nanti aku akan Carikan. Berarti untuk seminggu lagi kan ya?"
"Iya, nanti papah juga mencari informasi tentang untuk mobil. Kamu juga mencari informasi. Nanti kita lihat mana yang kira-kira murah sewa mobilnya. Itu yang kita pilih," ucap Papah Oscar.
"Baiklah, pah. Rencana akan menginap atau langsung pulang?" tanya Octava.
"Menginap dan pulang pergi. Karena Cloe dan Joan meminta kita datang kesana dari sini Sabtu sore. Dan kita menginap di hotel," ucap Papah Oscar menjelaskan.
__ADS_1
"Ya sudah nanti aku akan mencari informasi dari teman-temanku,' ucap Octava.
"Pah, aku nggak ikut ya. Pastinya akan repot, tahu sendiri lah anakku suka rewel. Kemarin saja pada waktu pernikahan Cloe di sini, anakku tidak ada diamnya, bahkan sebentar-sebentar menangis. Aku nggak mau nantinya di sana juga seperti itu atau dalam perjalanan minta pulang kan repot," ucap Caroline.
"Ya, kamu di rumah saja daripada nantinya di jalan malah rewel minta pulang kan malah bikin pusing saja," ucap Papah Oscar.
"Kasihan deh kalau, Ka Clara dan Grace di rumah aja. Masa suruh jaga rumah?" goda Clara terkekeh.
"Nggak apa-apa, Clara. Daripada nantinya dalam perjalanan rewel, malah bikin semua orang pusing," ucap Caroline.
Clara pun hanya tersenyum menanggapi perkataan kakak iparnya tersebut. Ia tak berani berkata lagi.
Setelah beberapa saat ngobrol, Octava dan Clara pulang kerumah sendiri yang jaraknya hanya selisih dua rumah saja.
Satu itu juga Papah Oscar mencari informasi dari semua teman-temannya. Begitu pula dengan Oktava, dia juga mencari informasi dari beberapa temannya yang kebetulan bekerja sebagai sopir travel.
*******
Esok harinya Clara berunding dengan Mamah Elizabeth untuk membicarakan tentang hamparan atau oleh-oleh yang akan dibawa untuk ke kota C pada acara resepsi pernikahan Cloe dan Joan.
Sementara Papah Oscar dan Oktava juga berunding mengenai transportasi yang akan digunakan untuk ke acara resepsi pernikahan yang akan diselenggarakan di kota C.
*******
Hari Sabtu telah datang seluruh keluarga bersiap-siap untuk segera berangkat menuju kota C. Akan tetapi tidak dengan Caroline, karena dia telah memutuskan untuk tidak ikut dikarenakan mempunyai seorang balita yang baru berumur tiga setengah tahun.
Semua di persiapkan begitu teliti, dari makanan yang akan di bawa, obat-obatan untuk di perjalanan, minuman juga oleh-oleh untuk di bawa ke kota C.
"Di teliti lagi, mah. Jangan sampai ada yang ketinggalan," pesan Caroline.
Mamah Elizabeth pun segera meneliti semua bekal dan obat yang akan di bawa pergi. Setelah semua benar-benar siap dan tak ada yang tertinggal. Mereka segera mengadakan doa bersama sebelum melakukan perjalanan jauh.
Karena sudah menjadi kebiasaan, mereka akan selalu berdoa walaupun pergi dekat sekalipun. Setelah dia barulah mereka membawa segala barang yang akan di perlukan. Dan mereka segera masuk ke dalam mobil.
Melajulah mobil tersebut saat itu juga menuju ke kota C. Sementara Caroline di rumah hanya di temani si kecil, Grace.
Seluruh keluarga Cloe datang dari kota P pukul lima sore, dan sampai di kota C pukul sepuluh malam. Mereka langsung di ajak makan malam bersama oleh Cloe dan Joan di sebuah warung makan yang tak jauh dari hotel dimana mereka akan menginap.
"Puji Tuhan, seluruh keluargaku sampai di kota C dengan selamat. Tapi ada yang kurang, karena Ka Caroline dan Grace nggak ikut," batin Cloe sedih.
__ADS_1
Sejenak dia pun mengirimkan chat pesan pada Caroline.
[Ka, kok nggak ikut kemari sih? Kasihan dong, masa cuma jaga rumah saja?]
Drt drt drt drt
Satu notifikasi chat pesan masuk ke dalam nomor ponsel milik Caroline. Ia pun segera membacanya tanpa lupa membalas chat pesan yang telah dikirimkan oleh Cloe kepadanya.
[Maaf ya, Cloe. Kakak nggak bisa ikut karena repot, nanti yang ada Grace rewel di jalan. Doa yang terbaik saja ya, semoga acara di situ lancar tidak ada halangan apapun.]
Cloe hanya memberikan emoticon berupa ibu jari, pada balasan chat pesan yang dikirimkan oleh Caroline ke nomor ponsel dirinya.
Kini Cloe fokus dengan seluruh keluarganya yang saat ini sudah sampai di kota C. Ia pun turut serta menemani makan malam mereka. Acara makan malam di sebuah warung makan yang cukup sederhana, tidaklah mengurangi suasana kehangatan pertemuan Cloe dengan keluarganya.
Sesekali terdengar gurauan dan canda tawa dari Oktava ataupun Papah Oscar dan yang lainnya. Setelah selesai acara makan malam bersama, seluruh keluarga Cloe segera beralih ke hotel untuk segera beristirahat karena merasa lelah yang mendera. Setelah beberapa jam duduk di dalam mobil travel untuk melakukan perjalanan dari kota P ke kota C.
Seluruh anggota keluarga Cloe langsung merebahkan tubuhnya diranjang. Mereka merasa lelah sekali dan saat itu juga terletak dalam tidurnya di kamar hotel masing-masing.
Hingga tak terasa pagi menjelang, semua serentak bangun jam lima pagi. Satu persatu bergiliran untuk melakukan ritual mandi pagi. Pukul tidak tujuh pagi, Joan telah mengirimkan nasi kotak untuk seluruh anggota keluarga, Cloe.
Jam delapan pagi, seluruh anggota keluarga Cloe datang ke rumah Joan. Dimana mamah Elizabeth harus di make up seperti halnya dengan Cloe yang sedang di make up pengantin.
Jam sepuluh pagi tamu undangan bejibun datang dari semua kerabat sanak saudara dan juga seluruh teman-teman Joan dan teman-teman orang tuanya.
Bahkan pengantin sempat menyanyi, karena ada acara orjen tunggal. Acara begitu meriahnya hingga tak terasa pukul dua belas siang.
Keluarga Cloe memutuskan untuk segera kembali ke kota P. Mereka segera berpamitan pada seluruh anggota keluarga Joan.
Melajulah mobil travel yang ditumpangi oleh keluarga Cloe untuk segera kembali ke kota P. Jam lima sore mereka sampai di kota P. Segera di sambut oleh Caroline dan juga Grace yang masih balita.
Para kaum wanita duduk di lantai ruang tamu, sedangkan untuk kaum pria seperti Papah Oscar, Octava, dan suami dari adik kandung Clara. Mereka duduk di teras halaman.
Keluarga Cloe merasa sedikit kecewa, karena orang tua Joan kurang dalam menyambut kedatangan mereka. Juga pada saat pulang sama sekali tidak mendapatkan oleh-oleh dari acara resepsi di kota C.
"Heran ya, masa iya mamahnya Joan tidak memberikan apa pun untuk kita bawa pulang. Nggak seperti yang kira lakukan pada saat mereka datang kemari. Kita membawakan banyak oleh-oleh untuk mereka," ucap Clara.
"Nggak apa-apalah, mungkin saja mereka nggak sempat karena repot. Yang terpenting acar lancar nggak ada halangan apa pun. Kita sampai sana selamat, dan kembali ke kota ini juga selamat," ucap Mamah Elizabeth.
"Iya juga sih, mah. Tapi nggak pantaslah, untung saja sanak saudara kita nggak ada yang ikut. Jika ada yang ikut, pasti kan kita malu," ucap Caroline.
__ADS_1
"Ya, Ka. Benar banget tuh, untung saja saudara kita nggak ada yang ikut. Entah apa jadinya jika mereka ikut, pasti yang ada akan mendapatkan gunjingan," ucap Clara membenarkan apa yang di katakan oleh Caroline.