Gadis Manja Yang Di Paksa Mandiri

Gadis Manja Yang Di Paksa Mandiri
Nasehat Papah Oscar


__ADS_3

Karena rasa lapar yang teramat sangat, Joan makan sangat lahapnya. walaupun pada dasarnya ia kurang menyukai sayuran.


Hanya sekejap saja Joan telah menghabiskan sarapannya tersebut," terima kasih ya sayang masih peduli denganku dengan memberikanku sarapan ini.


"Sebenarnya aku memang berniat untuk lembur hari ini, tetapi karena kamu pulang ke kampung aku mengurungkannya. Aku lebih memilih menjemputmu, nanti sore kita balik ke kota C supaya besok bisa bekerja kembali,' ucap Joan.


"Jika aku tidak ingin balik ke kota c bagaimana?" tanya Cloe seraya sibuk dengan ponselnya.


"Apa kamu mau, kita hidup terpisah? aku di sana kamu di sini, sedangkan status kita sudah suami istri? yang ada nantinya akan semakin banyak permasalahan yang timbul, karena selalu curiga dan curiga."


"Aku minta maaf, karena memang aku ini tak sempurna hingga seringkali melakukan kesalahan tanpa aku sadari. Mohon dimaklumi karena aku hanya seorang manusia biasa yang tak luput dari salah dan khilaf."


"Aku sadar diri kok Cloe, kadang kala membuatmu kesal terhadap, ditu semua di luar kesadaranku. masa iya kamu tidak mau memaafkanku?"


"Apa kamu lupa dengan perjanjian kita sebelum menikah? untuk sementara waktu kita tinggal di kota c dalam kurung dua tahun? setelah itu barulah kita tinggal di kampung ini."


Sejenak Cloe hanya diam saja mendengarkan omongan dari suaminya. Sebenarnya iya enggan untuk kembali lagi ke kota c, karena ia tak ingin sesekali dibuat emosi oleh suaminya. Tetapi ia selalu ingat akan nasehat dan pesan dari Papahnya.


"Cloe, aku sedang bicara denganmu apakah kamu mendengarkan atau tidak? karena dari tadi kamu terus saja memainkan ponselmu," tegur Juan pada saat dirinya merasa tidak dihiraukan oleh istrinya.

__ADS_1


"Bukankah apa yang aku lakukan ini sering kamu lakukan kepadaku, Kak? tetapi aku tidak pernah marah ataupun kesal terhadapmu. Aku diam saja pada saat sedang berbicara tidak kamu tanggapi tetapi kamu asik memainkan ponselmu. Telingaku masih normal, aku mendengar apa yang kamu katakan semuanya,' ucap ketus Cloe.


"Bukannya kamu tahu sendiri, jika aku bermain game tetapi menghasilkan uang lumayan kan buat tambah pemasukan. Jadi ceritanya kamu balas dendam, ternyata kamu ini orangnya pendendam ya, aku baru tahu," sindir Joan.


"Sudahlah, Cloe. Aku tak ingin berdebat terus denganmu. Jika kamu tidak mau kembali lagi ke kota C, ya sudah kali ini aku tidak akan memaksa. Yang terpenting aku sudah berusaha memberikan pengertian kepadamu dan aku juga telah meminta maaf atas segala kesalahanku padamu. Jika memang kamu berkeras hati tidak mau memaafkanku, apalah dayaku mungkin kita akan menjalani hidup rumah tangga terpisah aku di sana sementara kamu di sini."


Tanpa sengaja papah Oscar mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Joan, hingga ia pun tak sungkan menghampiri Joan dan Cloe.


"Cloe, ingatlah selalu nasehat dan pesan papah. Tolong jangan berkeras hati seperti ini. Tanpa sengaja tadi Papah mendengar semua yang dikatakan oleh Joan kepadamu. Seharusnya kamu melupakan apa yang ada di belakangmu dan kini menataplah ke depan di mana hari ini di masa depan cerah telah menunggu kalian berdua."


"Sebaiknya kamu memaafkan Joan, karena pada dasarnya kamu juga tidak sempurna. Pasti kamu selalu berbuat kesalahan tanpa kamu sadari juga bukan? sama halnya seperti yang telah Joan lakukan kepadamu. Tidak baik menyimpan kesalahan orang lain yang terlalu lama."


"Sebuah pernikahan itu intinya harus bisa memahami dan melengkapi kekurangan dari masing-masing pasangannya, jangan hanya mencintai kelebihannya saja."


"Ya sudah jika kamu sudah menyadari kesalahanmu, tetapi papah minta satu hal cobalah kamu untuk mengerti akan istrimu ini."


"Dia sudah berkorban meninggalkan orang tua dan keluarganya dengan mengikutimu di kota C, papah minta jaga Cloe dengan sebaik-baiknya."


"Dia tinggal di kota C tanpa sanak saudara, tanpa orang tua tanpa mengenal di sekelilingnya. Pastinya itu butuh adaptasi yang luar biasa. Jadi papah mohon pengertiannya darimu, untuk sedikit saja mengerti akan keinginan Cloe. Karena pada dasarnya Cloe tidak meminta banyak hal darimu, hanya cukup dengan perhatianmu saja."

__ADS_1


"Satu hal lagi, di dalam hubungan suatu rumah tangga kunci utama adalah saling kepercayaan dan kejujuran jangan pernah berbohong karena itu akan menyakitkan bagi pasangan."


"Jika ingin melakukan apapun seharusnya meminta persetujuan dari pasangan, saling terbuka. Jangan melakukan semuanya secara sendiri, seperti pada saat hidup belum berumah tangga."


"Maafkan papah ya Joan, jika terlalu banyak menasehatimu. Karena Papah ingin rumah tangga kalian langgeng sampai mau memisahkan."


"Papah juga telah menasehati banyak hal terhadap Cloe supaya ia merubah sifat buruknya yakni supaya tidak mudah marah. Dan tidak cepat menyimpulkan suatu permasalahan dengan hal buruk.


Sejenak keduanya hanya diam saja mendengarkan segala perkataan dari Papah Oscar. Hingga pada akhirnya Joan pun berkata," terima kasih ya Pah, mau menasehatiku. Aku akan berusaha merubah segala keburukanku juga, dan berusaha untuk memperhatikan Cloe, sekali lagi aku minta maaf."


"Iya, Joan tak apa-apa. udah sewajarnya di dalam hubungan rumah tangga pasti ada saja kerikil-kerikil kecil yang menancap tetapi tidak lantas itu dipermasalahkan secara besar. Jadikan semua masalah dalam rumah tangga ibaratnya sebagai bumbu."


"Iya, Pah. Aku juga minta maaf ya, karena belum bisa bersifat dewasa masih saja suka sekali gampang terbakar emosi. Aku juga akan memperbaiki diriku."


Akhirnya clear juga permasalahan antara Joan dan Cloe. Cloe menuruti kemauan Joan untuk segera kembali ke kota c bersamanya. Saat itu juga Joan memesan tiket kereta api kembali untuk arah pulang ke kota c.


"Nah begitu kan jadi enak, jika ada masalah dibicarakan bersama-sama dan jangan terlalu dibikin ribet dengan memperpanjang permasalahan, sehingga masalah itu tidak juga kunjung selesai. Cukuplah masalah hari ini untuk hari ini saja, karena besok pasti ada masalah yang lain," ucap Papah Oscar, kini ia bisa bernapas lega melihat Cloe sudah tidak marah lagi.


Papah Oscar segera berlalu pergi dari hadapan Joan dan Cloe.

__ADS_1


"Terima kasih ya sayangku, kamu telah memaafkanku. Aku akan berusaha berubah menjadi suami yang lebih baik lagi." Joan mencium kening Cloe seraya memeluknya.


"Iya, ka. Tapi aku minta segala nasehat papah tadi jangan hanya didengar dari kuping kanan keluar kuping kiri, tetapi mohon di jalankan di terapkan dalam kehidupan rumah tangga kita," pesan Cloe, setelah itu dia tak berkata lagi.


__ADS_2