Gadis Manja Yang Di Paksa Mandiri

Gadis Manja Yang Di Paksa Mandiri
Sang Mantan


__ADS_3

Hari itu tidak ada pertengkaran, keduanya terlihat sangat bahagia sekali. Mereka segera pulang ke rumah, setelah sejenak belanja kebutuhan dapur dan juga makan bersama.


Sesampainya di rumah kontrakan, Joan yang terlebih dahulu mandi. Sedangkan Cloe menata semua belanjaannya di kulkas dan almari dapur.


"Sayang, mandi gih."


"Ist, Ka Joan kok mandi cuma sebentar saja sih? seperti bebek menyelam saja dech," ejek Cloe.


"Apa kamu katakan barusan? kalau aku bebek, lantas kamu apa hayo."


Saat itu juga Joan menggelitik pinggang Cloe hingga ia pun tertawa ngakak.


"Hahahahaha... sudah ya ka. Nanti aku nggak doyan makan loh. Padahal aku sudah kurus, nggak doyan makan nanti tambah kurus, bagaimana?" ucapnya terus saja tertawa.


"Hem...ya sudah sana mandi gih."

__ADS_1


Cloe lekas mandi, sementara Joan melangkah ke kamar untuk berpakaian. Sejenak pandangan mata tertuju ke ponsel sendiri. Dimana bergetar tanda ada notifikasi chat pesan masuk.


Drt drt drt drt drt drt


Joan segera meraih ponselnya dan melihat siapakah kiranya yang telah mengirimkan chat pesan kepadanya.


[Joan, ini aku Marsya. Selamat menempuh hidup baru ya. Tega sekali kamu nggak mengundangku di hari pernikahanmu? bagaimana pun aku pernah ada di hatimu loh.]


Tanpa Joan sadari, Cloe sedari tadi ada di belakangnya dan ia juga sempat membaca chat pesan tersebut. Tetapi dia sengaja diam, ingin mengetahui reaksi Joan seperti apa pada saat mantan pacarnya mengirimkan chat pesan padanya.


Joan mengirimkan chat pesan tersebut pada Marsya. Dan Cloe juga sempat melihatnya. Ia pun berlalu dari kamar dengan perlahan setelah mendapatkan handuknya.


Cloe berniat mandi, tetapi pada saat oa masuk ke dalam kamar mandi. Ia melupakan handuknya. Ia pun keluar dari kamar mandi daneraih handuknya di gantungan baju di dalam kamarnya. Saat itulah dia melihat Joan sedang fokus membaca chat pesan dari mantan pacarnya.


"Semoga saja, Ka Joan tidak akan pernah tergoda lagi dengan mantan pacarnya itu. Dan benar-benar bisa move on, walaupun barusan sempat chat terlebih dahulu," batin Cloe.

__ADS_1


Berbeda dengan Cloe, ternyata Joan masih saja chat dengan mantannya.


[Joan, tolong jangan bersikap seperti ini padaku. Aku memang dulu bersalah padamu karena berkhianat darimu. Tetapi setidaknya aku sudah meminta maaf, bukan? aku hanya ingin kita bisa berteman, walaupun sudah tidak bisa bersama lagi.]


Joan membaca chat pesan yang di kirim oleh Marsya kembali. Dan tangannya gatal ingin membalasnya lagi.


[Sudahlah, tolong jangan ganggu kehidupan baruku bersama dengan istriku. Aku sama sekali nggak ingin berteman denganmu. Jadi nggak usah membujukku lagi!]


Joan lekas mengirimkan balasan chatnya, dan ia segera memblokir nomor ponsel mantan pacarnya. Serta menghapus semua chat pesan darinya.


"Sialan, dari mana Marsya bisa tahu nomor ponselku? padahal baju sudah hidup bahagia bersama Cloe, dan aku tak ingin lagi ingat padanya. Malah dia datang lagi, hingga membuatku teringat akan masa laluku!"


"Sakit hati ini menganga lagi pada saat mengingatnya. Bagaimana dia dengan mudah mendua!"


Terus saja Joan menggerutu di dalam hatinya, ia begitu sangat kesal pada mantan pacarnya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2