
Pembeli tersebut sempat memuji,"senang sekali ya Mbak bisa bekerja bersama suami. Jadi ke pantau tuh suaminya nggak bisa berbuat seenaknya sendiri, nggak bisa berbuat macam-macam."
"Iya benar juga, Bu."
Dengan sangat ramah, Cloe melayani sang Ibu tersebut. Hingga tadinya si Ibu hanya ingin membeli satu produk, berkat kinerja Cloe yang sangat luar biasa akhirnya si Ibu membeli dua produk yang berbeda.
Cloe menjalani aktivitasnya di toko dengan penuh riang dan gembira. Dia sangat bersemangat sekali karena bekerja bersama suaminya. Walaupun kerap kali jika sudah sampai di rumah kontrakan ada saja permasalahan yang harus dis hadapi yang selalu datangnya dari keluarga, Joan yang selalu saja meminta uang tidak ada hentinya.
Hingga tak terasa sore menjelang, waktu pulang telah tiba. Dia pun segera pulang bersama dengan suaminya.
Baru juga sampai di rumah, ponsel Joan berdering yang ternyata telpon dari mamahnya.
📱" Ada apa sih, Mah? aku baru sampai di rumah belum masuk sama sekali."
__ADS_1
📱" Joan, Mamah lagi butuh uang lima ratus ribu. Kamu transfer sekarang juga ya, tolong bilang sama istrimu."
📱" Iya nanti aku bilang."
📱" Sudah cuma itu saja, jangan lama-lama transferannya. Karena Mamah sedang membutuhkan uangnya."
Saat itu juga mamahnya mematikan panggilan telepon, Cloe merasa penasaran," siapa kak, yang telepon barusan?"
"Mamah, telepon minjem uang lima ratus ribu. Katanya sedang butuh banget. Buruan deh kamu transfer sekarang juga karena aku nggak mau nanti mamah nerror dengan menelponku berkali-kali," perintah Joan.
Dia pun menunjukkan ponselnya bahwa sudah mentransfer uang yang diminta oleh mamahnya kepada, Joan.
"Terima kasih ya, sayang."
__ADS_1
Cloe hanya menanggapi dengan senyumannya saja. Yakni senyuman keterpaksaan. Karena pada dasarnya dia sangat kesal, selalu dan selalu keluarga Johan merongrong keuangan Joan.
"Heran aku, mau sampai kapan adik dan orang tua, Ka Joan bersikap seperti ini? jika aku protes selalu sama pertengkaran terjadi dan aku selalu saja di salahkan di bilang aku ini pelit."
"Sedangkan aku sendiri sama sekali tidak bisa bebas mengirimkan uang pada, orang tuaku sendiri. Aku males setiap akan transfer harus laporan dulu ke, Ka Joan. Walaupun itu uang dari hasil aku bekerja."
Terus saja Cloe menggerutu di dalam hatinya. Ia sangat kesal sekali, tetapi benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa.
Wajah murungnya terlihat jelas oleh Joan, ia pun bertanya," kenapa? nggak suka mamahku minta uang? bagaimana pun aku ini punya orang tua, dan aku anak pertama, jadi aku harus tanggung jawab sebagai seorang anak kepada orang tuanya. Beda sama kamu yang anak bungsu, nggak perlu memikirkan orang tuamu karena ada kedua Kakakmu."
Cloe hanya diam saja, dia tak berkata apapun karena tak ingin berujung keributan. Dia lebih suka melangkah pergi ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi sorenya.
Joan malu sendiri karena tak di tanggapi oleh istrinya. Ia hanya bisa menghela napas panjang, dan tidak ingin mengatakan apapun lagi. Ia sadar dirinya bisa memancing amarah istrinya.
__ADS_1
"Padahal Cloe nggak mengatakan apapun tentang Mamah, dia diam saja. Tetapi kenapa aku yang menuduh ini dan itu. Maafkan aku ya, Cloe. Seharusnya aku nggak usah memancing keributan," batin Joan merasa bersalah sendiri.