
Kehidupan rumah tangga Cloe dan Joan terus saja berjalan. Kerap kali mereka juga bertengkar seperti sedia kala.
"Ka, besok kira ke kampung ya? untuk berpamitan pada orang tuaku, sebelum Blitar berangkat ke Bali."
"Iya, sayangku. Pasti itu."
Esoknya suami istri ini berangkat ke kampung, tempat kelahiran Cloe. Hanya beberapa jam saja telah sampai di kampung. Cloe langsung melepas kangen kepada orang tuanya, tanpa ia lupa mengutarakan kedatangannya.
"Mah-pah, kami lusa akan ke Bali. Kebetulan di tempat kerja kami akan mengadakan acara ke Bali. Dan kami di minta ikut, hitung-hitung sama honeymoon," ucap Cloe.
"Oh ya, kalian yang hati-hati ya. Baik selama dalam perjalanan maupun selama berada di sana. Oh ya, rencana akan berapa hari di Bali?" tanya Papah Oscar.
"Tiga hari, pah," jawab Cloe.
"Papah sama mamah mau pesan apa?" tanya Joan.
'Kami nggak pesan apa-apa, Joan. Yang terpenting kalian itu sehat selalu, dan akur selalu, itu sudah cukup buat papah dan mamah," ucap Papah Oscar.
"Benar apa yang di katakan oleh Papah. Yang terpenting kesehatan dan kebersamaan. Kami nggak ingin apa-apa selain melihat anak-anak dan pasangannya akur dan sehat," ucap Mamah Elizabeth.
Orang tua Cloe walaupun hidup sederhana, mereka tidak pernah meminta apapun pada Cloe dan Joan. Walaupun mereka juga sempat hutang bank, tetapi tidak minta pada Cloe untuk membantu angsurannya.
__ADS_1
******
Esok harinya, mereka berpamitan pulang karena akan menyiapkan segala sesuatunya untuk berangkat ke Bali. Mereka juga akan menyambangi rumah orang tua Joan terlebih dahulu.
Dan pada saat sampai di rumah orang tua, Joan. Keluarganya sudah mencatat," Joan, ini pesanan mamah-papah-Ola. Jika kamu sudah ada di Bali, belikan kami oleh-oleh yang ada di catatan ini ya."
Mamahnya Joan memberikan secarik kertas padanya.
"Dasar celamitan banget dech! padahal orang tuaku dan kakak-kakaku sama sekali tidak seperti ini. Mamahnya Joan belum juga di tawari sudah daftar!" batin Cloe kesal.
Tetapi dia mencoba untuk tidak memperlihatkan rasa kekesalannya. Karena memang dia sudah hapal dengan sifat keluarga Joan. Dia sudah lelah dan cape selalu komplen pada Joan, tetapi yang ada ujung-ujungnya hanya suatu keributan saja.
Ini pertama kalinya, Cloe naik pesawat terbang. Hingga ia mengabadikan momen tersebut pada foto ponselnya.
Setelah menempuh dua jam penerbangan, akhirnya sampai juga di kota Bali. Mereka bermalam di sebuah hotel mewah yang telah di sediakan oleh pihak tempat mereka bekerja.
Beberapa hari di kota Bali, mereka mengelilingi tempat-tempat wisata.
Sementara di rumah, tiba-tiba Clara bertanya pada Caroline.
"Ka, apakah Cloe setiap bulannya transfer untuk mamah?"
__ADS_1
"Nggak, kok. Dia memang bilang, uang banyak tetapi tidak berani transfer. Karena dia malas sebentar-sebentar laporan jika dia mengeluarkan uang. Karena gaji dia dan Joan di gabung menjadi satu. Bahkan dia juga memintaku untuk mengisi kuota ponsel, papah," ucap Caroline.
"Ya Tuhan, padahal Cloe gaji sebulannya lima juta. Masa iya nggak bisa transfer untuk bantu mengangsur bank? padahal mamah hutang bank untuk pernikahan dirinya."
"Nggak apa-apa, aku yang akan usahakan membantu Papah dan mamah dari hasil menulis novel."
Demikian Cloe, dia sudah bisa bekerja dan setiap bulannya dapat gaji lima juta. Tetapi sama sekali tidak bisa mengirimkan uang untuk sedikit membantu orang tuanya.
Selama ini malah Caroline yang selalu membantu keuangan orang tuanya. Padahal jika di lihat dari segi materi, Caroline lebih parah. Karena suaminya gaji kecil dan ia hanya mendapatkan jatah tiga ratus ribu seminggunya.. Hingga ia pun mencari usaha sampingan yakni menulis novel, yang gajinya tidak pernah sama setiap bulannya. Tetapi ia justru rutin membantu mengangsur cicilan bank orang tuanya.
Sedangkan Cloe yang punya suami manager dengan gaji besar. Dan zvlow sendiri sebagai SPG di kota besar gaji hingga lima juta, jika tidak memenuhi target penjualan barang elektronik, gaji empat juta.
Di lihat dari segi keuangan, penghasilan lebih besar Cloe daripada Caroline. Tetapi entah kenapa tidak ada inisiatif dari diri Cloe untuk membantu ekonomi orang tuanya.
Hingga hidupnya yang baru beberapa bulan meniksh ada saja cobaannya. Ponselnya yang baru beli beberapa hari seharga lima juta, jatuh ke air laut dan rusak. Pada saat dirinya berada di kota Bali.
Dari kehidupan Cloe, bisa di ambil sebuah pelajaran. Dimana kita sebagai seorang anak, tidak boleh egois pada orang tua. Punya banyak uang tapi sama sekali tidak menghiraukan kesusahan orang tua.
Walaupun orang tua tidak pernah meminta, setidaknya kita sebagai seorang anak punya belas kasih. Karena pada hakekatnya, kelak kita juga akan menjadi orang tua.
********* T. A. M. A. T *******
__ADS_1