Gadis Manja Yang Di Paksa Mandiri

Gadis Manja Yang Di Paksa Mandiri
Saling Cemburu


__ADS_3

Cloe masih sangat kecewa dengan perlakuan suaminya yang teramat keterlaluan sekali.


" Aku benar-benar kaget Tuhan dengan sifat asli suamiku ini. Padahal aku bela-belain mengikutinya bahkan dari kami belum menikah, tetapi seperti ini balasannya."


"Semoga saja aku mampu bersifat sabar dan ikhlas menjalani kehidupanku di rantau ini yang jauh dari keluarga."


"Semoga saja aku bisa bersifat dewasa dan tegar dalam menghadapi segala problema rumah tanggaku ini."


Cloe mencoba menguatkan dirinya sendiri di dalam hatinya. Karena menurutnya siapa lagi yang bisa mensuport jika bukan dirinya sendiri.


Dia pun mencoba untuk tidak mengingat kesalahan-kesalahan suaminya padanya. Supaya pikirannya tidak terus terbawa emosi.


Esok harinya, suasana hati Cloe sudah membaik. Dia sudah tidak sedih lagi karena dia merasa terhibur dengan pekerjaannya. Tetapi kembali lagi, Joan berulah.


"Sayang, sepulang kerja aku akan mengantarkan Nina ke stasiun ya? dia akan pulang kampung."


Cloe membola pada saat mendengar penuturan suaminya," apa ka? mengantarkan Nina ke stasiun? aka dia nggak bisa pergi sendiri? kamu ini sudah beristri loh, ka. Jadi harus jaga sikap dan perilaku, nggak bisa seenaknya sendiri seperti itu! Nina kan bisa pesan grab untuk ke stasiun? niat amat kamu ingin antar dia? aka jangan-jangan kamu ada hubungan dengannya, Nina?"


"Astaga... sayang! kok kamu menjadi curiga seperti ini sih? aku hanya sebatas teman dengan Nina, nggak ada hubungan apa pun. Sebelum aku kenal denganmu, aku sudah lama berteman dengan, Nina."


Tetapi Cloe nggak mau tahu dengan segala alasan suaminya," aku tahu itu! tapi apa kamu nggak ingat? pada saat aku antar temanmu waktu itu membeli sesuatu ke pasar saja, kamu cemburu bukan? padahal aku minta kamu ikut serta tali nggak mau! pokoknya aku nggak mau tahu ya, ka! nggak ingin kamu antar Nina!"


"Hem, posesif banget sih kamu sayang. Aku nggak enak jika membatalkannya, karena aku sudah terlanjur mengatakan iya padanya," ucap Joan.


"Biar aku yang mengatakan pada, Nina saja ya ka. Biar kamu nggak merasa nggak enak."

__ADS_1


Tetapi pada saat Cloe akan melangkah pergi menemui Nina, Joan mencekal lengannya," nggak usah, sayang. Biar aku saja yang mengatakannya. Nanti yang ad a malah jadi salah paham bisa perang dech."


Cloe hanya diam saja pada saat Joan menyindirnya. Iya tapi ingin memperpanjang permasalahan, tetapi jika Joan memaksa untuk tetap mengantarkan Nina, ia akan bertindak tegas.


Joan melangkah menghampiri Nina," aku minta maaf tidak bisa mengantarkanmu ke stasiun karena ada urusan yang mendadak."


"Aku tahu kok, Joan. Sebenarnya kamu tidak diijinkan oleh istrimu itu kan? karena aku sempat melihat perdebatan kalian berdua. kenapa sih kamu memilih seorang istri yang terlalu posesif, padahal kita kan cuma berteman," ejek Nina merasa tersinggung dengan penolakan dari Joan.


Ternyata diam-diam Cloe mengikuti langkah kaki Joan, sehingga dia sempat mendengar pembicaraan Joan dengan Nina. Cloe naik pitam, ia pun menampakkan dirinya di hadapan Joan dan Nina, dengan mengatakan beberapa patah kata," Mba Nina, yang terhormat. Memang benar apa yang mba katakan barusan jika aku tidak izinkan Ka Joan untuk mengantar Mbak."


"Hubungan pertemanan antara pria dan wanita itu sudah berbeda, jika masing-masing telah memiliki pasangan karena dampaknya bisa tidak baik."


"Coba saja jika Mbak Nina sudah mempunyai suami dan tiba-tiba suami Mbak meminta izin untuk mengantarkan teman wanitanya apakah akan mba izinkan?"


"Coba saja mbak berada di posisi aku ya. Dan membayangkan hal yang seperti itu, apa yang akan anda lakukan?"


"Aku minta maaf ya, Mbak Nina. Jika apa yang aku lakukan ini kurang berkenan di hati Mbak. Bukan berarti aku melarang pertemanan antara kalian berdua, tetapi pertemanan harus memiliki batasan jika salah satu diantaranya telah memiliki pasangan hidup."


Cloe menangkupkan kedua tangan di dada seraya mencoba tersenyum di hadapan Nina dan Joan.


"Baiklah, aku akan menjaga jarak dengan Joan. Dan aku tidak akan meminta tolong apa pun lagi padanya."


Setelah mengatakan hal itu, Nina berlalu pergi dari hadapan Joan dan Cloe. Di dalam hatinya sebenarnya teramat kecewa, tetapi ia juga tak ingin membuat rumah tangga Joan dan Cloe bermasalah. Walaupun pada dasarnya ia tak menyimpan rasa suka sama sekali pada Joan. Ia benar-benar murni bersahabat dengan Joan.


Selepas perginya Nina, Cloe minta maaf pada Joan," Ka, aku minta maaf ya. Tolong jangan marah atas sikapku ini."

__ADS_1


Joan tidak merespon, dia malah berlalu pergi begitu saja. Hal ini membuat hati Cloe sedikit sakit, tetapi ia mencoba untuk tidak terbawa perasaan.


"Aku nggak boleh baper, aku harus mampu mengendalikan segala egoku dan emosiku. Sabar Cloe, sabar."


Cloe mencoba menenangkan dirinya sendiri di dalam hatinya. Sementara Joan terus saj bersikap diam pada saat mendapatkan larangan tersebut.


Waktu sore menjelang...


Joan masih saja bersikap dingin pada Cloe. Hingga sikap itu hilang pada saat ada seorang teman pria Joan mendekati Cloe.


"Beb, bisa minta tolong nggak? aku pinjam penanya sebentar, karena penaku habis."


Cloe meraih pena di kantung bajunya dan memberikannya pada teman lelaki Joan yang bekerja di toko itu juga.


Tiba-tiba Joan mendekat dan mencekal lengan Cloe," kamu ini keganjenan banget ya? apa kamu suka ya di panggil beb olehnya!"


"Astaga...Ka Joan. Kalau mau marah jangan sama aku, noh marahlah sama temanmu itu. Dia yang memanggilku beb bukannya aku. Lagi pula dia tidak kurang ajar, dia hanya meminjam pena saja. Apa itu salah? aku juga tidak mengatakan apapun," Cloe membela dirinya.


"Hay, beb. Ini pena kamu, aku mencarimu ternyata ada di sini rupanya. Ist pacarannya nanti kalau udah di rumah. Jangan bikin iri, oy."


Pemuda tersebut memberikan pena pada Cloe, setelah itu ia berlalu pergi.


"Ingat ya, kamu nggak boleh keganjenan dan nggak boleh cari perhatian terhadap semua lelaki yang ada di sekitarmu! awas jika aku sampai melihat hal seperti ini lagi!" ancam Joan.


Cloe hanya melirik sinis dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya tersebut. Ia tak habis pikir jika Joan ternyata pencemburu juga seperti dirinya.

__ADS_1


Joan dan Cloe kembali lagi bekerja, karena kebetulan banyak pelanggan yang berdatangan saat itu juga. Hingga Joan menyudahi pertikaiannya dengan Cloe. Keduanya fokus melayani para pelanggan.


__ADS_2