Gadis Manja Yang Di Paksa Mandiri

Gadis Manja Yang Di Paksa Mandiri
Di Samperin Suami


__ADS_3

Joan pun kelimpungan mengetahui Cloe benar-benar pulang ke kampung.


"Aku pikir istriku hanya gertak sambal doang, ternyata dia benar-benar nekat pulang ke kampung. Kalau seperti ini runyam jadinya."


"Kalau Cloe benar-benar tidak mau kembali bagaimana ya? masa iya aku harus menjemputnya, malas amat sih."


"Bikin permasalahan saja, benar-benar anak yang sangat manja! begitu saja langsung ngambek pulang kampung. Bagaimana kedepannya kalau sebentar-sebentar ada masalah, langsung pulang kampung? repot deh."


"Biarkan saja deh, aku lihat apakah Cloe benar-benar tidak akan pulang ke sini sendiri."


"Tapi bagaimana ya misalkan Cloe menceritakan semuanya kepada orang tuanya. Pasti namaku menjadi buruk."


Joan menjadi tidak tenang, ia pun tidak bisa memejamkan matanya. Gelisah, cemas, khawatir bercampur jadi satu hingga di malam itu Joan benar-benar tidak bisa tidur dengan nyenyak.


"Ya ampun gara-gara Cloe, aku jadi tidak bisa tidur. Tak terasa waktu sudah jam dua dini hari. Hoam...baru dech merasa kantuknya."


Johan pun memejamkan matanya dan saat itu juga ia baru bisa tertidur dengan nyenyak. Apa yang dirasakan oleh Joan juga sempat dirasakan oleh Cloe, yang pada dasarnya dia insom. Cloe tidak bisa tidur dengan cepat, menjelang pagi ia baru bisa memejamkan matanya.


Pagi menjelang...


Joan memutuskan untuk menyusul, Cloe. Karena dia tidak ingin pada hari Senin Cloe tidak berangkat bekerja. Saat itu juga dia memesan tiket kereta api.


Joan tidak mengatakan pada Cloe jika dirinya akan menyusul ke kampung," biarkan saja ini buat surprise untuk Clo. Aku nggak akan mengatakan apapun jika akan datang ke kampung. Aku akan berusaha bersikap baik kepadanya, supaya marahnya mereda."


Pukul tujuh pagi, Joan harus segera berangkat. Hal ini membuat heran orang tuanya.


"Kok kamu bangun pagi sekali dan langsung terkemas-kemas? apa Cloe marah sama kamu karena menginap di sini?" tanya mamahnya.


Belum juga Joan membalas perkataan dari mamahnya, papahnya sudah menyela terlebih dahulu," Joan itu aneh, sudah punya istri tetapi seperti itu. Seharusnya kalau mau menginap di sini ajaklah Cloe. Masa iya dia ditinggal di kontrakan sendirian, pastinya marahlah."

__ADS_1


Joan diam saja, sebenarnya dia ingin mengatakan Cloe bukan hanya sekedar marah tetapi minggat pulang ke kampung, tetapi sejenak dia berpikir," jika aku mengatakan sebenarnya tentang Cloe, pasti orang tuaku ikut berpikir dan bisa saja marah padanya. Sebaiknya aku tidak mengatakan apapun tentang istriku."


"Pah-mah, aku harus segera pergi ya."


Saat itu juga Joan melajukan motornya arah pulang ke kontrakan. Ia sedang malas untuk naik motor ke kampung Cloe, walaupun sebenarnya hanya tiga jam perjalanan, tetapi ia sedang tidak ingin mengendara jauh-jauh. Hingga dia memutuskan memesan tiket kereta api.


Setelah sampai di rumah kontrakan dengan sangat gugup Joan memasukkan motornya dan ia pun lekas pergi lagi menuju ke stasiun kereta api.


Dia sengaja tidak memberitahu kepada Cloe bahkan tidak berkomunikasi untuk sementara waktu. Hal ini membuat Cloe semakin kesal kepadanya.


"Bukannya mencoba membujukku supaya tidak marah lagi, tetapi Ka Joan malah bersikap acuh tak acuh padaku," batin Cloe kesal.


"Cloe, kamu sudah bangun apa belum? "tegur Papah Oscar di depan pintu kamar anaknya.


"Sudah pah, baru saja bangun," ucapnya dari balik pintu kamar.


Cloe lekas membuka pintu kamarnya," ada apa ya Pah?"


Dengan langkah malas, Cloe segera mengambil makanan di lemari. Ia pun duduk di ruang tamu sembari ditemani oleh Papah Oscar.


"Bagaimana apa ada kabar dari suamimu? apakah dia sudah tahu kamu berada di sini?" serentetan pertanyaan keluar dari mulut Papah Oscar.


"Semalam aku sudah bicara padanya, dia sudah tahu aku ada di sini," ucap singkat Cloe.


"Lantas dia bilang apa? nggak marah kan?" tanya Papah Oscar lagi.


"Dia nggak bilang apa-apa, ya sudah cuma itu saja. nggak marah kok," ucap Cloe seraya menyantap sarapannya.


"Cloe, lain kali kamu jangan bertindak kekanak-kanakan seperti ini ya. Ingat selalu pesan papah, kamu sebagai seorang wanita harus bisa mengalah. Karena memang sudah kodratnya seorang wanita seperti itu bukannya malah berkeras hati."

__ADS_1


"Langgengnya suatu hubungan rumah tangga itu kuncinya ada pada seorang wanita. Karena pada dasarnya seorang Istri adalah penyangga atau tiang dari suatu hubungan rumah tangga. Jika tiang itu rapuh maka hancurlah rumah tangga."


"Cobalah selalu bersikap sabar. Jika menghadapi suatu permasalahan, diselesaikan dengan pikiran tenang dan dibicarakanlah secara baik-baik."


Cloe diam saja, iya tak berkomentar sama sekali. Di dalam hatinya merasa sangat kesal, karena papahnya selalu saja membela Joan. Sebenarnya itu hanyalah perasaan Cloe saja.


Papahnya hanya tak ingin permasalahan berlarut-larut. Apa lagi Cloe dan Joan baru menikah belum lama.


Beberapa jam kemudian...


Joan sudah sampai di rumah Cloe, dia mendapatkan sambutan baik dari Papah Osca.


"Wah, pagi sekali datangnya. Sehat kan, masuk saja. Cloe ada di kamarnya," sala papah Oscar.


"Sehat, Pah. Aku masuk ya, Pah."


Entah kenapa sejak mendapatkan pengaduan dari Cloe semalam, sikap Papah Oscar terhadap Joan sudah tidak seperti dulu lagi, ia hanya menyapa sekenanya saja.


Cloe terhenyak kaget pada saat melihat kedatangan Joan yang sudah berada di ambang pintu kamarnya.


Tetapi ia berusaha diam saja, tidak menyapa sama sekali karena masih ada rasa kesal terhadap suaminya tersebut.


"Sayang, ada suami datang kok diam saja tidak disambut sama sekali? padahal aku sengaja datang pagi-pagi kemari. Bahkan aku belum sarapan sama sekali," ucap Joan berusaha menahan rasa kesalnya karena sikap cuek Cloe kepadanya.


"Katanya hari minggu akan lembur di toko ternyata bohong bukan? kenapa juga datang kemari aku tidak memintamu untuk menjemputku. Bukankah kamu lebih nyaman berada bersama Ola daripada bersama istrimu ini?" sindiran pedas terlontar dari mulut, Cloe.


"Aku minta maaf, tolong jangan marah terus. Apa kamu nggak punya rasa iba sama sekali padaku? jauh-jauh datang kemari itu karena rasa cintaku kepadamu. Jika aku sudah tidak mempunyai perasaan apapun terhadapmu, untuk apa aku pagi-pagi datang kemari guna menjemputmu?" Joan berusaha membujuk Cloe untuk tidak marah-marah terus.


Sejenak Cloe terdiam, tiba-tiba terlintas di dalam pikirannya segala perkataan yang barusan diucapkan oleh Papah Oscar, hingga pada akhirnya Cloe mengalah dan ia segera mengambilkan sarapan untuk suaminya.

__ADS_1


"Makanlah, Kak. Adanya cuma seperti ini, karena kamu tidak memberitahuku jika akan datang kemari pagi-pagi sekali."


Cloe memberikan sepiring nasi beserta sayur kangkung dan gorengan tempe kepada Joan.


__ADS_2