
Esok harinya, Cloe dan Joan menjalankan aktivitasnya seperti biasanya. Mereka berangkat kerja bersama. Mereka juga sudah akur lagi seperti sedia kala.
"Kak, besok mau masak apaaan?" tapi Cloe pada saat pulang dari bekerja.
"Terserah kamu saja, sayang. Apapun yang kamu masak, pasti akan aku makan walaupun kadang kala masakanmu asinnn," goda Joan.
"Hhee...itu kan awal aku memasak. Memang sebelumnya nggak pernah masak jadi belum bisa mengira-ngira porsi garamnya," ucap Cloe tersipu malu.
"Itu tandanya kamu ingin bercinta, ingin di cumbu mesra olehku hingga masaknya asin sekali," kembali lagi Joan menggoda.
"Sudah dech, menggodanya. Temani aku belanja yuk, ka."
Dengan sangat antusias, Joan menemani istrinya untuk belanja di sebuah pusat perbelanjaan.
"Sekalian kita jalan-jalan ya, sayang. Hem,. kita makan sore saja bagaimana?" saran Joan.
__ADS_1
"Ka, apa nggak sayang jika kita sering makan di luar? itu sama saja pemborosan? mendingan kita makan seadanya saja, di rumah kan ada telor. Apa Ka Joan mau makan dulu? biar aku gorengin telor, di ceplok atau di sadar?"
Joan tersenyum," sayang, kita kan nggak setiap hari makan di luar. Lagi pula aku nggak tega jika kamu setiap bsto kecapean. Nggak apa-apa dech, kita makan di luar ya?"
Hingga pada akhirnya, Cloe sudah tidak bisa lagi membantah kemauan suaminya tersebut. Dia pun mengiyakannya.
Saat itu juga keduanya berlalu pergi dengan berboncengan motor. Selama perjalanan, mereka selalu bercanda ria.
"Sayang, kalau kaya gini kan aku senang. Kalau kamu nggak ngambek, kalau ngambek dunia ini serasa runtuh," goda Joan terkekeh.
"Ah...sakit, sayang. Tega banget sih sama suami sendiri," rintih Joan kesakitan.
Tak berapa lama mereka pun telah sampai di pusat perbelanjaan. Segera Cloe berbelanja sesuai kebutuhannya. Hanya sebentar saja mereka pun telah selesai di pusat perbelanjaan tersebut. Joan mengajak Cloe makan di suatu tempat makan yang dekat dengan pusat perbelanjaan tersebut.
"Jika seperti ini terus, aku pasti akan selalu merasa bahagia. Tetapi yang namanya rumah tangga mesti kerap kali menghadapi suatu permasalahan hanya saja kadang membuatku sangat kesal kepada suamiku ini," batin Cloe.
__ADS_1
"Sayang, apa yang sedang kamu pikirkan? kenapa diam saja, nggak kamu makan pesanan? apa kurang cocok, jika iya, mau pindah ke tempat makan yang lain?" tegur Joan yang merasa heran melihat Cloe tak langsung menyantap makanannya, hanya diam saja.
"Aku nggak memikirkan apapun kok, Kak. Maaf ya, aku hanya terpesona dengan makanan yang ada di depanku ini. Sepertinya lezat sekali, hingga mau aku makan malah sayang," ucap Cloe terkekeh.
"Ada-ada saja deh kamu, sayang. Sudah sekarang dimakan, keburu dingin nanti malah nggak enak loh."
Joan mulai menyantap makanan yang ada di depannya, hingga Cloe ikut pula menyantap makanan tersebut. Mereka makan dengan lahapnya dan hanya beberapa menit saja telah selesai menghabiskan hidangan yang ada di meja.
"Kenyang sekali, Kak. Lihatlah perutku menjadi terlihat sangat gendut seperti ini." Cloe terkekeh seraya sesekali mengusap perutnya yang kekenyangan.
Joan yang melihat tingkah Cloe juga ikut terkekeh," lebih gendutan aku, sayang. Lihatlah."
Joan pun mengusap perutnya beberapa kali dan dia juga memperlihatkan perut buncitnya itu terhadap istrinya.
Sontak saja membuat Cloe tertawa ngakak. Hal ini sempat menjadi pusat perhatian bagi pengunjung tempat makan tersebut.
__ADS_1