Gadis Milik Tuan Muda Kejam

Gadis Milik Tuan Muda Kejam
BAB 12


__ADS_3

"Tolong aku, buka pintunya ibu!!" Zein yang baru selesai mandi, melihat Celin menggigau, dia mengernyitkan dahinya heran. Karena penasaran dia melangkahkan kakinya menuju ranjang mewah di mana Celin berada di atasnya. "Hey bangun kau!!" Teriak Zein. Namun karena gadis itu belum membuka matanya, dengan kesal Zein mengambil air di atas nakas.


Byuurrr.....


"Aaaaaaaa!!" Pekik Celin, dia sontak terbangun. Hal pertama kali yang dia ingat adalah kejadian semalam dimana ia terkurung di ruangan gelap. Seketika dia langsung berteriak menutup telinganya. "Tidak, hiks hiks jangan, buka pintunya. Aku takut hiks hiks. Ibu!!" Teriak Celin, di atas ranjang. Tubuhnya kembali bergemetar di iringi dengan air mata yang telah deras berjatuhan.


Dia sama sekali tidak sadar bahwa Zein menatap dirinya dengan tajam. Mendengar teriakan Celin Zein masih mengerenyitkan wajahnya heran. "Hey kau kenapa, bodoh!! Bentak Zein mencengkram rambut Celin dengan kasar. Hal itu membuat gadis itu langsung tersadar, namun tubuhnya masih bergemetar dengan hebat.


"Hiks hiks hiks!!!"


"Arghh kau selalu menyusahkan, dasar gadis sialan!!" Bentak Zein lalu meninggalkan Celin di kamarnya, menyuruh BiJum mengurus Celin. "Bi urus gadis sialan itu, dia ada di kamarku suruh dia makan dan diam. Dan bilang kepadanya jangan menyusahkan ku!!" Ucap Zein dengan kesal. "Baik tuan!!" Zein langsung melengos pergi meninggalkan kediaman nya menuju ke kantor.

__ADS_1


...----------------...


"William!!" Panggil Zein dengan kencang. "Iya ada apa tuan!"


"Hmm bagaimana dengan berkas yang aku minta!!" Tanya Zein tanpa menatap Asisten pribadinya itu, yang bisa di handalkan dalam hal apa pun. William menghela nafas kasar, "Ini tuan silahkan di baca!. Wiliam meletakan berkas di atas meja, yang berisi file tentang Celin.


Zein langsung mengambil berkas itu, lalu membacanya dengan seksama, barusan pertama yang dia baca, Zein mengernyitkan dahinya. "Dia bekerja di cabang perusahaan kita??" Zein menatap sahabatnya itu. "Iya tuan, dia salah satu kariawan yang memilik IQ tinggi, dan kecerdasannya juga di atas rata rata. Dia juga pernah menyelesaikan masalah penggelapan dana di perusahaan cabang di kota B!!" Jelas William.


"Eliss? oh yang di ceritakan oleh Bima!!" Sahut Zein datar, dia sama sekali belum pernah melihat Celin di perusahaan cabang di kota A. Karena setiap rapat tahunan William dan Bima yang mengurus. Ia masih membaca setiap rincian tentang Celin. "Miris, sial sekali, di buang ayahnya dan di titip ke panti!, ckckck ayah macam apa dia!" Ucap Zein. Lalu menutup berkas itu, dan di lempar ke atas meja.


"Cuma segini yang kau dapat?". William menghela nafas panjang, karena selalu di repotkan oleh atasannya itu. "Iya untuk nama ayahnya dan yang lainnya aku tidak mendapatkan informasi, sepertinya telah di tutup dengan rapat. Aku pun tidak bisa mencarinya!!" Keluh William, dia juga merasa heran untuk apa bosnya itu mencari tentang Celin.

__ADS_1


"Wow, aku jadi penasaran siapa ayahnya itu!" Zein senyum smirk. "Ya sudah pergi sana!!" dia menjentikkan jarinya mengusir William. "Kau mengusir ku!" Kesal William, dia langsung beranjak namun Zein kembali menghentikan dirinya. "Tunggu!"


"Apa lagi??" William memutar bola matanya malas.


"Kau cari lagi tentang gadis sialan itu sampai ke akar akarnya!!" Perintah Zein tak ingin dibantah. "Sekarang???" William mendelik. "Lebaran nanti!" Kesal Zein. "Hahaha" William tertawa berjalan menuju pintu. "Diam kau Willi!!" Pekiknya.


Pranggg....


Zein melemparkan Gelas, ke arah Wiliam namun beruntung dia langsung berlari keluar. Sehingga Gelas itu mengenai pintu.


"Hahaha!!" William masih tertawa karena berhasil membuat sahabatnya sekaligus atasannya itu. Namun tawanya seketika terhenti melihat seseorang berdiri di hadapannya. William meneguk saliva nya kasar. Karena orang yang di hadapannya menatap dirinya dengan sorot mata tajam.

__ADS_1


Haiss perang dunia ketiga akan di mulai, mending aku cepat cepat kabur dari sini. Bisa bisanya aku babak belur nanti!!. Gumam William.


_To Be Continue_


__ADS_2