Gadis Milik Tuan Muda Kejam

Gadis Milik Tuan Muda Kejam
BAB 13


__ADS_3

"Ma, mama kenapa datang kesini?" Zein menatap mamanya kesal. Dia sudah menduga bahwa akan ada percakapan perjodohan, dia berdecak malas. "Kamu kemana saja Lex, sudah dua bulan ini kamu tidak pulang ke kediaman utama, mama telpon tidak pernah kamu angkat!!" bentak mama Veny, menatap Zein tajam.


Zein menghela nafas berat, dia mengalihkan pandangannya menatap sang mama, "Lagi banyak kerjaan mah!!!" Sahut Zein singkat, kembali menatap laptop nya.


"Ck selalu itu terus alasan kamu, kapan nyari istrinya. Lex umur kamu itu udah matang. Mama ingin kamu cepet cepet nikah, taukan mama sudah tidak sabar menimang cucu! pokok nya mama tidak mau tau kamu harus nikah minggu depan dengan wanita pilihan mama, nggak ada tapi tapian lagi Alex, kamu mau jadi bujangan tua. Hah atau kamu suka sesama jenis, oh tidak Alex!!" Ucap mama Veny panjang lebar.


Alex menutup laptop nya,lalu memijit pangkal hidung karena pusing mendengar ucapan mama Veny. Selalu itu yang di ucapkan nya hampir tiap bertemu, selalu mendesak dirinya untuk menikah. Sudah beberapa kali mama Veni mencoba untuk menjodohkan dirinya dengan anak teman teman sosialitanya. Namun Alex selalu menolak mentah mentah,


padahal dia masih betah melajang belum pernah kepikiran untuk menikah.

__ADS_1


"Ck maksud mama apa, mau jodohin Alex? kan sudah berapa kali aku bilang belum siap nikah, dan lagi aku masih normal mah tidak usah mikir yang aneh aneh!!" ucapnya frustasi dengan jalan pikiran sang mama. Mama Veny menatap anak nya kesal. "Tapi Lex..


"Mah, sudah berapa kali aku bilang, untuk saat ini aku belum mau menikah!"


.


"Lex kamu tidak ingat umur? usia kamu itu sudah matang untuk menikah, kamu tunggu apa lagi sih nak?" Kesal mama Veni menghempaskan bokong nya di atas sofa.


Zein terdiam, mengeraskan rahangnya mendengar tentang mantan yang telah menghianati dirinya beberapa tahun lalu. "Ma bisa tidak jangan membahas dia?" ucap nya menatap mama Veni tajam. Mama Veny terdiam mengalihkan pandangan ke arah lain, melihat sorot mata putra semata wayangnya itu.

__ADS_1


"Sudahlah, mama tidak mau tau pokok nya dalam tiga hari ini mama kasih kamu waktu untuk bawa calon istri pilihan kamu ke hadapan mama, kalau tidak minggu depan kamu harus menikahi Lalista putra om Surya, keputusan mama sudah bulat tidak bisa di ganggu gugat! dan jangan banyak alasan lagi Alex" Ucapnya menatap tajam ke arah Zein lalu beranjak meninggalkan ruangan.


"Arghh, Prangg..." Zein mengusap wajahnya kasar lalu melemparkan cangkir kopi sehingga berhamburan di lantai. William yang ingin mengantarkan berkas, melihat wajah Zein yang tidak bersahabat dengan wajah kusut. "Ada apa Lex?" Tanya William menghampiri lelaki itu.


Zein tidak menjawab, dia memejamkan mata sambil memijit pelipis, pusing dengan permintaan mama Veny. "Kau Handle jadwal ku hari ini!, dan suruh OG membersihkan ruangan ku!!" ucapnya tidak mau di bantah, lalu beranjak meninggal kan William dengan berbagai pertanyaan di kepalanya.


"Lex kau mau kemana?" bukannya berhenti Zein terus berjalan tanpa menoleh sedikit pun. William menghela nafas berat, dia sudah menduga, karena kedatangan mama Veny pasti mendesak Zein untuk segera menikah.


Ck dasar, apa susahnya menikah padahal Alex di kelilingi dengan berbagai macam wanita cantik, seksi dan montok tinggal pilih pilih. Kalau aku di posisi dia sudah aku nikah i tu semua cewek!!!. Gerutu William.

__ADS_1


_To Be Continue_


__ADS_2