Gadis Milik Tuan Muda Kejam

Gadis Milik Tuan Muda Kejam
BAB 09


__ADS_3

Hallo para readers ku, selamat datang di karya aku yang masih amatiran ini sungguh jauh dari kata sempurna.


semoga kalian suka oky👌.


Menulis sungguhlah tidak semudah yang kalian bayangkan, jadi jangan lupa tinggalkan jejak kalian guys like and coment supaya author lebih semangat menulis.


Oky selamat membaca, Love you all❤️😊


...----------------...


"Cepat kau bersihkan seluruh penjuru rumah ini tidak usah malas malasan!" bentak Zein. "I-iya tuan!" jawabnya pasrah dia menundukkan kepala, sambil meringis karena merasa sakit bukan hanya fisik tetapi juga batin.


"Cih dasar gadis cengeng, Bijum!" Zein menatap gadis itu dengan senyum smirk. "I-iya ada apa tuan!" Bijum berdiri dengan menunduk tidak berani menatap majikannya.


"Hm kau beri gadis ingusan ini makan, setelah itu pastikan dia melaksanakan pekerjaan nya!" Ucap Zein berlalu meninggalkan gadis itu. Zein masuk kedalam mobil menuju ke kantor, di saat itulah Celin, merasa lega. Dia berdiri meregangkan otot ototnya.


"Ssst!" Ahh badan gue sakit semua, hadeh harus sampai kapan sih harus terkurung di dalam kandang singa ini. Huaaa ga tahan lagi pengen nyelam di dasar lautan. batin Celin menggerutu sesekali meringis. "Mari non kebawah, makan dulu!" Ajak bi jum Celin hanya menganggukkan kepala sembari tersenyum tipis.


Makanan telah terhidang di depan Celin di meja belakang khusus untuk para pekerja di sini. Dengan lahapnya dia makan sampai menghabiskan makanan sebanyak dua piring. Bi Jum hanya bisa menggeleng gelengkan kepala melihat nya.

__ADS_1


Dia sungguh merasa kasihan kepada gadis yang berada di hadapannya ini.


"Humm kenyang nya!" celetuk Celin menepuk nepuk perutnya perlahan merasa kekenyangan.


"Makasih ya bi makanan bibi enak bangeet top deh!" puji Celin menyengir kuda sembari mengacungkan kedua jempolnya kepada bijum. "Ah non Celin bisa aja sih!" Ucap bi Jum tersenyum.


"Hehehe!" kekeh Celin menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Oky selesai, bi apa pekerjaanku hari ini?" tanya Celin menatap wanita paruh baya yang berada di seberang meja, yang sedang membereskan bekas piring kotor di atas meja. Melihat itu Celin berdiri ingin membantu.


"Ehh tidak usah non biar bibi aja!" pinta bi Jum melarang namun Celin tetap bersikeras ia membawa semua piring kotor ke dalam wastafel. Bi Jum juga sudah melarang Celin agar tidak mencucinya namun Celin terus membantah menyuruh bi jum duduk dan ia membersihkan semuanya. Bi Jum hanya menghela nafas melihat kelakuan gadis itu.


*


"Baik tuan!" William membereskan berkas yang telah Zein tanda tangani.


"Oh iya tuan 1 jam lagi kita akan bertemu klien di restoran xx" ucap William tanpa menatap Zein, lalu berdiri ingin pergi keruangannya. "Tunggu Willi!" panggil Zein menghentikan asistennya itu. William berbalik mengernyitkan wajahnya. "Cancel semua jadwal hari ini, saya mau pulang!" Ucap Zein seenaknya, tanpa menatap Willi. "Haa tapi tuan...


"Tidak ada tapi tapian ingat saya bos di sini!" Ujar Zein menyombongkan diri. "Cih bilang saja kalau kau ingin bertemu dengan gadis yang kau simpan di rumahmu!!" cibir Willi.


"Sialan kau Willi!" Geram Zein menatap tajam kepada asistennya itu.

__ADS_1


"Hemm tetapi benarkan apa kataku!" Willi tersenyum smirk lalu berlalu meninggalkan ruangan CEO. "Ck awas kau!" Zein berdecak kesal lalu segera turun menuju parkiran mobil.


"Mau kemana honey!" panggil salah satu karyawan Zein yang berpakaian seksi, sehingga buah dada dan paha mulusnya kelihatan.


Wanita itu bergelayut manja di lengan Zein, Karena merasa kesal Zein mendorong wanita itu, "Jangan dekati saya!!" lalu menatapnya tajam wanita yang menurutnya ****** murahan.


Yah padahal biasanya Zein kalau bertemu dengan wanita seksi dia akan mencumbunya dan memuaskan birahinya, entah kenapa Zein kali ini merasa tidak berminat sama sekali atau mood nya lagi buruk.


Melihat mobil Zein yang telah menjauh dari halaman kantor, wanita itu berteriak kesal menghentakkan kakinya lalu berlalu masuk kedalam kantor sembari menggerutu sehingga dia tegur oleh William. Kedua Resepsionis tertawa melihat wanita itu, dia melihat kejadian di mana wanita itu bergelayut menggoda atasan mereka, namun di tolak. "Diam kalian!!!" pekiknya menatap kedua resepsionis dengan tajam, lalu berlalu meninggalkan mereka sambil menggerutu.


Celin yang menyapu ruang tamu bersenandung ria kadang ia berjoget sambil menari menghibur dirinya sendiri. Para pelayan lain terutama bi Jum tersenyum kadang tertawa melihat kelakuan konyol Celin yang sangat menghibur mereka, pembawaan Celin yang sangat ceria membuat dirinya mudah beradaptasi.


"Hohoo hoo nana naaa!!" Celin bernyanyi sambil menari layaknya artis bollywood.


Pranggggggg......


"APA YANG KAU LAKUKAN!" Pekik Zein.


Karena kecerobohan Celin ia menyenggol salah satu Guci mahal yang berada di ruangan tamu sehingga pecah berhamburan, para pelayan yang melihat kejadian itu tercengang. "Tamat lah riwayatmu nona!" gumam salah satu pelayan di sana.

__ADS_1


_To Be Continued_


__ADS_2