Gadis Milik Tuan Muda Kejam

Gadis Milik Tuan Muda Kejam
BAB 15


__ADS_3

Semoga kalian suka, Jangan lupa like ya😊


...----------------...


Celin menghela nafas panjang, lalu segera mengeluarkan bahan bahan dari dalam kulkas, dengan lihainya dia memotong motong bahan tersebut, perlu di ketahui bahwa Celin gemar memasak, dapur adalah tempat favoritnya. Setelah semuanya ia rasa siap, Celin mulai mengeksekusi bahan yang akan di masaknya.


Dengan santai Celin memasukan bumbu bumbu sesuai dengan takaran yang di kiranya cukup pas. "Kenapa hidupku menjadi seperti ini, ya Allah" Gumamnya pelan sambil fokus menatap masakan yang tengah ia buat. Dan tidak terasa setitik cairan bening lolos dari pelupuk matanya.


"Hah, kamu kuat celin, kamu barus kuat. Anggap saja ini adalah ujian yang diberikan tuhan untuk menuju kebahagiaan suatu saat nanti, kamu pasti bisa melewati ini semua jangan menyerah atau berputus asa!" ucapnya pelan sembari menyeka air matanya kasar.


Lalu ia kembali tersenyum, dan mematikan kompor mengangkat masakan yang ia buat dirasa telah matang, dengan perlahan Celin memasukannya kedalam wadah. Dan tak lupa dia memberi sedikit toping supaya terlihat sempurna.


Setelah semuanya siapa, Celin membawa makanan tersebut kehadapan Zein. Celin membawa mangkuk yang berisi makanan keatas meja di depan Zein, dengan sengaja ia meletakkannya sedikit kasar sehingga menimbulkan suara, karena berbenturan dengan meja kaca "Silahkan tuan!" Ucapnya tersenyum manis kepada Zein.


Setelah itu Celin berdiri agak jauh di depan Zein. Melihat itu Zein terkekeh " Sepertinya, kamu menaruh dendam kepadaku gadis sialan?" ucapnya menatap Celin dengan sudut bibir terangkat, lalu segera meraih sendok yang berada di dalam mangkok makanan yang di buat Celin.


Celin tidak menggubris ucapan lelaki itu, dia mengumpat banyak kata kata pedas di dalam benaknya. Ingin sekali Celin mencekik lelaki itu lalu menarik rambutnya hingga botak, namun itu hanya lah khayalan semata.


Zein tersenyum smirk, lalu menyendokkan satu suap makanan yang di buat oleh Celin, lalu memasukannya kedalam mulut.

__ADS_1


"Cuih" Bukannya di telan atau di kunyah, Zein menyemburkan makanan itu ke sembarang arah.


"kauuu...!" Gumam Zein lalu menatap ke arah Celin yang terkejut melihat itu, Celin langsung menundukan kepala karena merasa sebentar lagi akan terjadi sesuatu hal buruk kepada dirinya.


Zein berdiri dengan kedua tangan mengepal dengan kuat, menatap Celin dengan sorot mata tajam, setajam mata pisau bak ingin membunuh gadis itu. Melihat itu Celin langsung menundukan kepalanya takut melihat tatapan lelaki itu kepadanya.


Dia memejamkan matanya dengan erat, lalu meremas baju yang ia kenakan karena ketakutan, tubuhnya seketika bergemetar dan berkeringat dingin.


Zein menghampiri Celin yang berdiri tidak jauh dari hadapannya, dengan perasaan geram ia meraih dagu gadis itu lalu mencengkramnya dengan kuat, sehingga Celin mengadu kesakitan. Zein menatap gadis itu dengan amarah yang naik ke ubun ubun.


Entah ada apa dengan laki laki itu, ingin melampiaskan segala kekesalannya kepada gadis yang tidak bersalah, sesungguhnya makanan yang dibuat oleh Celin tidak lah buruk, namun lelaki itu saja yang membuat masalah.


"Apa kau sengaja memasak makanan ini untukku, ha?" Bentak Zein, mencengkram dagu gadis itu dengan kuat, entah kenapa dia mudah sekali emosi. Lalu Zein melemparkan mangkuk berisik makanan yang di buat Celin ke sembarang arah.


"Sepertinya kau ingin membalas dendam kepada ku ha? Gadis sialan!" Ucap Zein tersenyum smirk, seringai halus penuh arti. Entah aoa yang ada di dalam pikiran lelaki itu.


Mendengar itu Celin langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, sambil merintih menahan sakit di rahangnya karena di cengkram kuat oleh lelaki itu. "Ti-tidak tu-tuan......


Dengan geram Zein melepaskan cengkramannya.

__ADS_1


"Cih, lihat saja satu kali kamu membuat kesalahan! Seribu hukuman akan menantimu!!" Ucap Zein pelan namun, mampu membuat jantung gadis itu berdegup kencang tak beraturan.


"Ta-tapi tu....


Zein yang tidak suka di tentang atau menyela ucapannya, menatap Celin dengan tatapan membunuh, dia langsung mencengkram rambut gadis itu dengan kuat. Sehingga Celin merintih kesakitan. "Akh, sa-sakit....


Kepalanya mengada ke atas melihat tatapan tajam yang di lontarkan oleh Zein kepadanya, seketika Celin menutup matanya dengan kuat menahan sakit di rahangnya dan di tambah lagi dengan cengkraman di kepalanya, sehingga kepala Celin berdenyut sakit.


"Jika kau tidak ingin di hukum...kerja yang becus, dan satu lagi jangan coba coba untuk melawanku!!!" Bentak Zein, Celin hanya terdiam dengan mata masih terpejam, merintih kesakitan dan tanpa di sadari cairan bening lolos dari pelupuk mata indah gadis itu.


"Sekarang ikut aku, kau akan saya hukum!!" Ucap Zein tegas dengan masih mencengkram rambut Celin. Mendengar kata hukuman Celin seketika membuka matanya, lalu menggeleng pelan, "sa-saya mohon t-tuan ja...Akh"


Celin berteriak kesakitan karena Zein mencengkram rambutnya dengan sangat kuat, air matanya telah membanjiri wajah cantiknya. "Cih"


Melihat Celin yang telah menangis, Zein mendelik lalu melepaskan cengkramannya dengan kasar sehingga tubuh gadis itu terhuyung. Namun beruntung dia bisa mengendalikan tubuhnya sehingga tidak terhuyung kebelakang.


"Sa-saya mohon tuan jangan hukum, saya akan mencoba...


"Diam!!" Pekik Zein emosi, sehingga Celin langsung terdiam menahan isak tangisnya.

__ADS_1


Dengan perasaan yang masih marah, Zein mengeluarkan benda pipih dari dalam saku celananya. "William, perintahkan kepada anak buahku untuk mengeluarkan sepuluh mobil!" Ucapnya tegas lalu mematikan sambungan telpon sepihak.


"To Be Continued_


__ADS_2