Gadis Milik Tuan Muda Kejam

Gadis Milik Tuan Muda Kejam
BAB 17


__ADS_3

Jangan di buly ya teman teman, Author belum pandai menulis


masih minim pengalaman. Tapi semoga dengan dukungan kalian semua Author bisa menjadi lebih baik lagi.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya hehe, like and comen kalau perlu vote seikhlasnya, supaya author lebih bersemangat.


Selamat membaca❤️


...****************...


Karena di tarik dengan kasar oleh Zein, Celin riflek mengikuti langkah lebar lelaki itu. Tangannya di cekal kuat sehingga dia mengadu kesakitan, "Akhhh..sa-sakit tuan!!" rengek Celin


berusaha melepaskan cekalan tangannya dari Zein.


Namun dia tidak memiliki kekuatan apapun karena tubuhnya telah melemah, itu pun seakan sia sia karena kekuatannya tidak sebanding dengan lelaki itu. dia hanya bisa pasrah di tarik seperti itu dengan kasar.


Celin terus merintih kesakitan, dia masih berusaha melepaskan tangannya. "tuan saya mo-hon ampuni saya tuan!!". Zein sama sekali tidak menggubris, lelaki itu menatap mobil berjejer terparkir rapi di halaman luas, di depan mansion bak istana miliknya. Zein berhenti lalu melirik Celin sekilas.

__ADS_1


Brukh.....


Zein mendorong Celin dengan kuat sehingga terjatuh terjerembab di lantai dan merintih kesakitan. "Cepat kau bersihkan semua mobilku malam ini juga!!" ucapnya dingin tanpa ekspresi sedikitpun dengan kedua tangan berada di dalam saku celananya.


Celin menunduk masih menangis pilu berusaha bangkit, namun badannya seketika merasa remuk merasakan sakit di sekujur tubuhnya. "Ambilkan semua alatnya!!" perintah Zein kepada William.


Ya lelaki itu tadi terbangun merasakan haus di kerongkongannya, namun melihat Zein menarik seorang gadis yang dia bawah ke mansion tempo hari. William merasa penasaran lalu mengikuti langkah mereka dari belakang.


Seketika dia tercengang, melihat sahabatnya mendorong gadis itu dengan kasar dan menyuruh mencuci mobil, semua itu? sungguh kejam, di luar dugaannya. "Ck, jadi ini alasan dia menyuruh ku menyiapkan mobil! Hah!" William menarik nafas pelan, tidak habis pikir kepada sahabatnya itu.


"William!!" Pekik Zein karena sedari tadi lelaki itu masih berdiri menatap ke arah Celin. Seketika William terlonjak lalu menatap Zein dengan raut muka ingin bertanya. "Ck apa kau tidak dengar apa yang aku bilang tadi , ha?" Bentak Zein, sungguh akhir akhir ini emosi lelaki itu tidak bisa di kontrol.


Wiliam mengelus dada, lalu mendengus kesal, ia segera mengambil peralatan yang di minta oleh Zein. "ini!!" William nyodorkan ember kepada Zein dan meletakan nya di dekat kaki Zein. Lelaki itu mengangguk lalu menjentikan tangannya menyuruh William menyingkir. Lalu menatap gadis itu.


Brakk....


"Ambil! dan cepat bersihkan semuanya!!" Ucapnya datar, menendang ember tersebut dengan kuat sehingga tepat mengenai sebelah tangan Celin. "Ahhh.. ssstt!!" Gadis itu kembali merintih kesakitan. Tetapi tetap saja Zein tidak menghiraukannya malahan menatap dingin.

__ADS_1


Namun berbeda dengan seseorang yang berdiri tidak jauh di sana, dia menatap iba dan merasa kasihan dengan gadis yang di perlakukan seperti itu. "Ck bisa bisanya Alex melakukan hal tidak wajar seperti itu kepada seorang gadis!!" gumam William dengan menatap ke arah Celin merasa kasihan.


"Semoga kau baik baik saja nona!!" Ucap William pelan, lalu meninggalkan tempat itu. Baik baik bagaimana orang sudah tersiksa.


Degan tubuh masih terasa sakit, Celin bangkit untuk mengerjakan apa yang di minta oleh lelaki itu, sebelum dia menambah hukuman. Zein tersenyum smirk melipat tangannya di bawah dada, melihat Celin yang telah beranjak membawa ember ke dekat mobil.


"Cuci yang bersih, jangan sampai ada noda sedikitpun yang menempel di mobilku!" Ucapnya tegas dengan sorot mata tajam. Celin mengangguk menghela nafas pelan, dia tidak habis pikir padahal semua mobil ini masih terlihat bersih dan mengkilat, kotor dari mananya?.


Namun dia tau bahwa lelaki itu hanya ingin membuat dirinya lelah. Tanpa pikir panjang Celin segera menyiram mobil dari sepuluh banyaknya, untung dia menggunakan selang, kalau menggunakan ember bisa bisa nya sampai besok pagi tidak akan selesai.


"Haiss kapan aku bisa keluar bebas dari sini!!" gumamnya sembari menuangkan sabun khusus kedalam ember, lalu menambakan air. "Awas jangan sampai tergores, ataupun lecet sedikit pun, atau kamu akan tau akibatnya!!" Ucapnya dingin memperhatikan Celin.


Celin mengangguk patuh, mulai mencuci mobil dengan penuh hati hati. Zein mengernyitkan wajahnya. Tidak ingin terus memandangi Celin, dia segera masuk kedalam .


"Williamm...!" Pekik Zein.


_To Be Continued_

__ADS_1


__ADS_2