Gadis Milik Tuan Muda Kejam

Gadis Milik Tuan Muda Kejam
BAB 05


__ADS_3

Saat Celin sedang menyapu lantai ia tidak sadar sedang menyapu sepatu mewah yang berpijak di lantai marmer itu. Dia seketika gemetaran melihat ia telah menyapu sepatu mewah itu. dengan perlahan ia mendongak keatas, dan mendapati Zein tengah menatapnya dengan tajam.


Celin yang melihatnya pun sontak langsung mundur beberapa langkah sambil menundukkan kepala. Dan ia menelan ludah nya kasar. "Duh mampus aku" batinnya


Zein yang sangat marah dia pun mendekati pembantu yang baginya tidak becus dalam bekerja. Lalu menjambak rambut Celin dengan sangat kuat sehingga membuat gadis itu merintih kesakitan.


"Akh sakit am-pun tu-an ku mohon le-paskan a-ku tuan"


"Apa kau bilang ampun, tidak ada ampun untuk kau kali ini, malam ini kau harus tidur di luar dan selesai kan semua pekerjaan sebelum jam 9 malam nanti!" ucapnya tegas, lalu mendorong tubuh gadis itu dengan kuat hingga terjatuh ke lantai.


Zein menatap tajam pembantu yang selalu membuat nya marah bisa bisanya ia darah tinggi kalau begini terus, Zein menatapnya dengan tajam lalu ia berlalu meninggalkan Celin yang masih menangis terisak.


"Cih dasar lemah cengeng lagi, lama lama bisa darah tinggi"


Zein terus mengumpat kesal selama berjalan keluar rumah dan ia segera masuk ke dalam mobil menuju ke kantor.

__ADS_1


Celin yang masih terduduk menangis terisak, ia selalu membatin menguatkan dirinya sendiri, setelah ia rasa cukup. Celin segera bangkit dan menghapus air matanya.


"Semangat Celin anggap aja ini ujian dari tuhan, tuhan tau bahwa kamu kuat!!".


Tapi harus sampai kapan? baru sehari rasanya aku mau mati saja.


Celin menguatkan dirinya sendiri namun ia merasa bahwa dirinya sama sekali tidak sanggup.


Tidak ingin berlama lama dia segera mulai membersihkan rumah besar bak istana itu, beruntung kali ini dia tidak menggunakan sapu lagi, melainkan mesin penghisap debu yang di berikan oleh bi Jum sehingga membuat pekerjaan nya terasa lebih mudah.


Namun dengan menggunakan mesin itu setelah kurang lebih 4 jam Celin membersihkan seluruh penjuru rumah itu saking luasnya belum lagi mengepel lantai, kecuali kamar majikannya yang amat galak itu.


Dia memutuskan untuk beristirahat sejenak, lalu ia segera melanjutkan mengepel lantai pakai mesin juga, dengan sabar nya Celin melakukan pekerjaannya dari lantai atas, selama kurang lebih 5 jam tanpa makan dan minum.


Saat ini hari sudah malam dan menunjukkan pukul 8 malam ia telah mengepel di lantai bawah yang sedikit lagi akan selesai. Namun tiba tiba Celin merasakan kepala nya sangat pusing dan seketika ia ambruk di lantai yang masih licin.

__ADS_1


Dan bertepatan dengan itu juga Zein baru pulang dan melihat pembantu nya itu pingsan. Zein pun menghampiri nya dengan perasaan kesal.


"Hey bangun kau, bukan nya mengerjakan pekerjaan kau malah asik tidur di lantai!"


\=_\=


"Bangun kau tidak usah pura pura tidur" Dengan perasaan geram Zein menendang tubuh Celin, namun ia sangat kesal karena tidak mendapat jawaban sedikit pun, dengan perasaan yang tak bisa di jelaskan Zein berjongkok dan menempelkan tangannya ke kening Celin.


"Panas Sekali" batinnya tanpa berbasa basi lalu ia segera menggendong Celin Ala bride style, menuju ke kamar nya.


Para penjaga dan Bi Jum pun terperangah melihat pemandangan itu. Setelah sampai dengan sabar dan perlahan Zein membaringkan badan Celin di atas ranjangnya.


Lalu segera menelpon dokter pribadi alias bisa di bilang sepupunya.


Zein pun tidak sadar jika ia membawa pembantu nya masuk ke dalam kamar bahkan menidurkannya ke atas ranjang, jangan kan tidur di atas ranjang ia tidak pernah mengizinkan seseorang memasuki kamarnya sembarangan.

__ADS_1


Lantas tanpa di sadari ia membawa seorang gadis yang berstatus sebagai pelayan di rumahnya masuk kedalam kamar pribadinya bahkan menidurkannya di atas ranjang.


_To Be Continued_


__ADS_2