
"Sayang"
Panggil seorang wanita cantik memakai pakaian yang seksi kurang bahan, sehingga buah dadanya terlihat dengan jelas. Dia menghampiri Zein bergelayut manja kepada lelaki itu. Zein meradang menahan emosi rahangnya mengeras, ia menatap sekretarisnya tajam.
Riflek Reni langsung menundukkan kepalanya takut dengan tatapan sang atasan, bulir keringat sebesar biji jagung keluar dari dahinya, tubuh Reni seketika panas dingin. William yang melihat ketakutan Reni langsung meminta wanita itu keluar.
"Sayang lihat, satpam menarik tanganku hingga memerah"
Ucap Lalista dengan nada manja, tak lupa dia memasang wajah cemberut memeluk tangan Zein mesra seraya kepalanya di letakan ke dada bidang Zein. Zein sama sekali tak menggubris wajahnya dingin menatap wanita itu tajam, dia menarik kasar tangan Lalista sehingga membuat tubuh wanita itu nyaris hampir terjatuh.
Lalista meringis, pergelangan tangannya di cekal erat oleh Zein.
"Ssttt lepasin" ucapnya meronta ronta berusaha melepaskan tangannya, namun tenaga Zein sangat lah kuat.
"Siapa kau? beraninya masuk kedalam ruangan ku tanpa izin"
Ucap Zein datar penuh penekanan.
"Arghh lepasin, aku ini calon istrimu Zein apa kau lupa? untuk apa aku minta izin masuk, sedangkan kamu calon suamiku otomatis perusahaan ini nanti milikku juga kan, tante Veny yang memintaku ke sini untuk mengajakmu makan siang" ujarnya panjang lebar sesekali meringis.
Zein menatapnya dingin, dia mendorong Lalista hingga tubuhnya jatuh kelantai.
"Arghh" pekiknya. "Zein kenapa kau mendorong ku?"
"Aku tak sudi menikahi wanita sepertimu, jadi silahkan keluar jangan menginjakkan kakimu ke sini lagi" tegasnya menatap Lalista tajam.
__ADS_1
"A-apa maksud mu Zein aku ini calon istrimu" Ucapnya sembari bangkit dari lantai.
Zein memutar bola matanya jengah "William seret rubah betina ini keluar, pastikan dia tidak kembali lagi kesini"
William yang sedari tadi berdiri di sana tanpa ikut campur, dia langsung mengangguk melaksanakan perintah Zein "baik tuan"
"Silahkan keluar baik baik nona, atau mau di seret" tegas William.
"Tidak tidak, Zein apa maksud mu mengusir ku" bantah Lalista mendekati Zein, namun pergelangan tangannya langsung di cekal oleh William.
"Lepas, jangan sentuh aku bajingan" pekik Lalista. William langsung menyeret wanita itu keluar dari ruangan tersebut.
"Zein tolong hentikan asisten sialanmu ini, Zein tolong aku" pekik Lalista.
Setelah kepergian Lalista Zein menghempaskan tubuhnya di atas sofa, mengusap wajahnya kasar. "Ck ****, beraninya mama menjodohkan ku dengan wanita ular itu" geram Zein.
"Silahkan keluar nona, jangan kembali lagi ke sini" Ujar William datar.
"Pak pastikan wanita ini tidak masuk lagi ke dalam perusahaan" tegas William kepada penjaga di sana.
"Baik tuan" ucap mereka serentak.
"Tidak tidak, aku ingin bertemu Zein aku ini calon istrinya" bantah Lalista ingin masuk kembali. Namun William kembali menggertakknya.
"Silahkan pergi nona, atau kau akan tau akibatnya" bentak William lalu berlalu dari sana. Banyak pasang mata menatap Lalista sinis, berbisik bisik menyindir wanita itu.
__ADS_1
"Ck kasihan, beraninya dia mengaku sebagai calon istri presdir"
"Iya tuh, kan sekarang banyak yang mengaku ngaku" sindir kedua resepsionis menatap Lalista sinis.
"Diam kalian, ku tandai wajah kalian" bentak Lalista menahan malu, dia menghentakkan kakinya lalu pergi keluar dengan perasaan kesal di campur malu.
*
"Apa agenda selanjutnya" tanya Zein.
"Selanjutnya kita akan bertemu klien dari Jepang di restoran x"
"Hm baiklah kita berangkat sekarang, setelah itu kosongkan semua jadwalku, aku ingin pulang menemui mama" ucapnya datar sembari beranjak bersiap siap. William langsung menganggukkan kepala tanda mengerti.
"Apa yang akan anda lakukan selanjutnya?" tanya William, Zein tak menjawab dia langsung berjalan mendahului William. Zein menghela nafas pelan melihat mamanya menelpon.
"Hallo ma"
"Zein kenapa kau membentak Lalista, sehingga dia menangis. dia itu calon istrimu" cecar mama Veny.
"Ma jangan bahas dia dulu, Zein sibuk. Dan ya aku tidak mau menikah dengan dia"
"Tapi Zein...
"Ma sudahlah aku sudah punya Calon, jadi stop menjodohkanku" tegasnya lalu langsung memutus sambungan telpon.
__ADS_1
_To Be Continued_