Gadis Milik Tuan Muda Kejam

Gadis Milik Tuan Muda Kejam
BAB 18


__ADS_3

"Williamm..." pekik Zein nyaring.


"Ya ada apa Lex?" William mengerutkan dahi menghampiri Zein.


"Siapkan air panas dan pakaian, aku ingin mandi" ucapnya sembari menjentikan jari, tanpa melihat ke arah wiliam.


William menganggukan kepala lalu berlalu menuju kamar Zein, untuk menyiapkan keperluan lelaki itu.


*


"Dasar gadis aneh!" gumam Zein menatap Celin yang sedang membersihkan mobil miliknya sambil bersenandung ria, sesekali menggoyangkan kepalanya. Dari balkon kamarnya, Zein masih menatap Celin dengan tampang datar, kedua tangan berada di dalam saku celana. Zein menarik sudut bibirnya lalu balik badan memasuki kamar.

__ADS_1


Hari semakin larut, Celin telah selesai membersihkan empat mobil mewah milik Zein. Awalnya ia semangat supaya cepat selesai namun semakin lama tenaganya terkuras habis. Sesekali Celin menguap menahan kantuk yang datang mendera. Matanya semakin berat, Celin masih mengelap kaca mobil dengan pergerakan lemah, karena tubuhnya sudah sangat kelelahan.


"Huff sabar Cel, lo pasti bisa membersihkan semuanya, semangat" ucapnya menyemangati dirinya sendiri walaupun sebenarnya tidak akan mungkin menyelesaikan semuanya dalam waktu yang singkat. Lalu ia kembali bergerak cepat, sesekali mengelap keringat yang bercucuran, suasana malam yang mencengkam, dan suara binatang bersuara seolah menangisi nasib Celin. Namun ia mencoba menepis rasa takut.


Walaupun tidak bisa di pungkiri tubuhnya benar benar lelah. Tubuhnya telah menggigil kedinginan, karena hawa dingin yang menusuk sampai ke tulang. Dengan perasaan kesal Celin langsung melemparkan lap tersebut ke dalam ember yang berisi sabun.


"Ck capek banget gue!, dasar Zein menyebalkan!" gumam Celin menggerutu. Tubuhnya luruh kebawah, ia menyandarkan badan di bagian belakang mobil sembari memeluk kedua lututnya, menahan dingin. Karena kelelahan, tak butuh waktu lama Celin, telah tertidur dengan pulas.


*


Zein menatap laptop mengecek beberapa email yang masuk, sembari menyeruput kopi hitam tanpa gula. Entah kenapa lelaki itu sangat menyukai kopi pahit, bagi Zein rasanya sama sekali tidak pahit, aneh memang. Mungkin karena telah terbiasa.

__ADS_1


Pukul tiga dini hari, Zein masih menatap layar laptop namun tiba tiba bayangan Celin terlintas di benaknya. Hal itu membuat Zein seketika merasa kesal. Namun teringat dia menyuruh gadis itu untuk membersihkan sepuluh mobil koleksinya. "Argh gadis itu kenapa tiba tiba terlintas di pikiran, menganggu kosentrasi!" lirihnya kesal, mengusap wajah dengan kasar.


Zein mematikan laptop lalu membereskan beberapa berkas lainnya. Entah dorongan dari mana, dia langsung turun ke bawah untuk melihat Celin. Namun sesampainya di sana, Zein berdecak kesal melihat Celin yang tertidur dengan posisi yang kurang nyaman.


"Dasar menyusahkan" ucapnya datar, lalu menghampiri Celin dengan langkah lebar. Tanpa aba aba dia menggendong gadis itu ala bridal style, bisa Zein rasakan tubuh Celin sangatlah dingin. Mungkin terlalu lama berada diluar. Zein memandangi wajah lelap Celin sejenak, lalu melangkah kedalam membawa Celin menuju ke kamarnya.


Entah apa alasan Zein membawa gadis itu kembali ke kamar miliknya. Dengan perlahan Zein membaringkan tubuh Celin, lalu menyelimutinya dengan lembut. Zein melihat tubuh Celin yang sedikit menggigil, lalu dia mengecilkan suhu AC. "Cantik" gumam Zein tanpa sadar.


"Argh, tidak dia sama sekali bukan tipe gue" ucapnya kesal, lalu beranjak menuju ruang kerja, mungkin malam ini dia akan tidur di sana, karena Celin tidur di ranjang miliknya namun bisa saja dia meniduri gadis itu. Namun Zein merasa tidak minat.


_To Be Continued_

__ADS_1


__ADS_2