
"Apa kau gila Alex" pekik William tak percaya.
"Kapan?"
"Ck astaga, kalau mama Veny tau bisa bisanya terong kau di panggang"
"Diam William, sejak kapan kau banyak tanya" dengus Zein mengeraskan rahangnya.
"Aku akan menikahinya besok" lanjutnya.
"Apa menikah, jadi kau serius" William sangat terkejut dengan pernyataan yang dia dengar dari Zein.
"Hemm"
"Siapa perempuan itu?"
"Celin!!" ucap Zein mengusap wajahnya kasar, lalu menyandarkan punggungnya. William membulatkan matanya tak percaya.
"Kapan?"
"Kau yang membawaku pulang waktu mabuk malam itu?" William mengangguk membenarkan, dia masih mencerna semuanya.
"Waktu itulah kejadiannya, entahlah aku juga tak tau yang aku tau bangun bangun telah dalam keadaan polos, aku pun terkejut melihat noda darah di atas seprai" ujar Zein mendengus.
"Wow berati dia perawan" celetuk William, mendapat lemparan bantal dari Zein.
"Haiss jadi apa rencana selanjutnya?"
"Mmm persiapkan saja pernikahannya besok, dengan tertutup aku akan menikahinya secara sah secara agama dan hukum agar aman sewaktu mengenalkannya di depan publik, bisa saja kan musuh ku mencari kebenarannya. Dan ya siapkan kan kontrak pernikahannya, kami hanya akan menikah selama satu tahun" jelas Zein panjang lebar, membuat William menggeleng tak percaya, Zein mempermainkan pernikahan.
*
"Haiss aku tak bisa tidur!" ujarnya kesal
Disisi Lain Celin yang sedari tadi tidak dapat memejamkan matanya, memikirkan apa yang akan terjadi besok apakah dia akan benar benar menikah. Celin melirik jam yang menunjukan pukul dua dini hari. Dia beranjak mengambil sweater rajut berwarna maroon.
Celin melangkah pelan, dia menutup pintu dengan perlahan agar tidak menimbulkan bunyi. Lalu melangkah pelan, terlihat beberapa lampu telah dimatikan, Celin berjalan di tengah tengah kegelapan hanya ada sinar bulan yang terpantul dari jendela kaca, menjadi penerangannya.
Celin berjalan entah kemana tujuan wanita itu, dia memutuskan untuk keluar mansion mencari angin. Namun Celin memutuskan keluar dari pintu belakang yang ada di dapur, tak mungkin jika dia keluar melalui pintu utama.
Setelah berhasil membuka pintu belakang, Celin langsung menutupnya perlahan "Yess akhirnya keluar, aku mencium bau bau kebebasan" ucapnya girang lalu mulai melangkah.
"Sstttt, dingin sekali ada dedemit tidak ya. Ck semoga saja mereka takut denganku" ringisnya sembari mendekap dada pandangannya mengarah ke sekeliling.
"Haiss luas sekali, untuk apa membangun istana seluas ini, belum lagi dengan halamannya, ckck menghambur uang mana di tengah hutan lagi" ujar Celin bergidik karena angin malam berhembus, dia tetap berjalan sembari memeluk dadanya, di tengah tengah kegelapan.
Celin mendongak menatap bulan yang bersinar terang. "Untung ada bulan" ucapnya pelan, lalu kembali berjalan matanya terus melirik kesluruh penjuru. "Wow aku baru menyadari, disini sangat indah banyak bunga, dan pohon buah" binar Celin lalu berjalan menghampiri tempat itu.
"Hey siapa kau" panggil seseorang. Celin berbalik melihat seorang pria yang berbadan kekar, tak lupa dengan wajah dinginnya, dia yakin bahwa itu adalah salah satu pengawal di mansion ini terlihat dari pakaian yang ia kenakan.
Celin menggaruk tengkuknya "Ah tidak aku mau maling rambutan" ujarnya kesal.
"Cepat masuk sekarang"
__ADS_1
"Kau ini siapa, menyebalkan sekali" tatap Celin sengit.
"Siapa kau?" tanya pengawal tersebut, yang umurnya seperti seumuran dengan Zein.
"Hais kau malah bertanya balik, perkenalkan aku Celin perempuan tercantik sejagad raya bak bidadari jatuh dari lumpur" ucapnya kesal.
Pengawal itu mendelik, lalu menggeleng kepala "kenapa kau keluar malam malam, tidak takut ada hantu?"
"Mana ada, kalau ada paling aku ajak berkenalan terus ngerumpi" desisnya.
"Stresss"'
"Diam, nama kau siapa?" ujar Celin menatap pria itu.
"Lucas" ucapnya dingin.
"Oh" ujar Celin mengangguk.
Lucas adalah orang yang di selamatkan oleh Zein beberapa tahun yang lalu disaat Zein masih muda, Zein menemukan Lucas di pinggir jalan dengan luka yang penuh di tubuhnya. Zein membawa Lucas ke kediamanya, mengobati pria itu sampai sembuh.
Siapa yang tahu bahwa Lucas adalah seorang mafia, Ya waktu itu Lucas dikejar oleh rivalnya yang hampir membuat nyawanya berada di ujung tanduk. Pekerjaan Lucas yang menjual barang barang haram secara ilegal, merampok, membunuh dan semacamnya. Zein yang baru saja mengetahui hal itu selang beberapa tahun, membuat Zein sangat terkejut.
Dan Zein berhasil membuat Lucas lepas dari lingkaran hitam itu, dia juga berhasil menyembunyikan Lucas sehingga tak terendus oleh musuhnya. Dia memberikan pekerjaan yang layak untuk Lucas.
Lucas lah yang di tunjuk Zein untuk mendidik beberapa anak buahnya, agar menjadi hebat seperti sedia kala, Lucas jarang terlihat karena dia sibuk melatih di tempat khusus, namun dia di pinta kembali oleh Zein.
-
"Hus hus sudah sana pergi jauh jauh, jangan ganggu aku ingin mencari kuntilanak" ucap Celin mengibaskan tangannya.
"Ck, kenapa orang orang di sini sangat menyebalkan" dengusnya lalu kembali melangkah,
"Arghhh aku ingin bebas dari sini" pekik Celin sembari menendang kaleng yang berada di dekatnya, entah siapa yang membuang kaleng itu sembarangan.
"Kluntangg" bunyi kaleng yang di tendang oleh Celin.
"Guk guk guk" suara anjing menggonggong.
Celin mendelik, "Astaga naga, alah mak, aih buset kaburr" pekiknya berlari sekencang kencangnya saat melihat kedua ekor anjing berlari ke arah dirinya.
"Toloongg, jangan kejar aku, jangan gigit aku, huhuhu" pekiknya dengan nafas memburu, sesekali dia melirik ke belakang. Anjing itu terus mengejarnya.
"Tolongggg emakk, tolong" pekik Celin sekencang kencangnya.
Zein dan William yang tengah membahas pernikahan Zein besok, saling berpandangan mendengar suara teriakan tersebut. Mereka berdua beranjak mengintip dari jendela.
"Haiya buset, dedemit di kejar anjing" ujar William melongo.
Zein menajamkan matanya melihat sosok yang di kejar tersebut, dia langsung berdecak kesal melihat wanita yang dikenalinya itu.
"Dasar, untuk apa dia keluar malam malam" desis Zein, lalu berjalan keluar.
"Hey kau mau kemana?"
__ADS_1
Zein tak menjawab, William kembali melihat ke arah jendela memperhatikan wanita itu "Astaga Celin" pekik William lalu ikut berlari mengejar Zein.
"Tolongg" pekik Celin air mata keluar dari sudut bibirnya.
"Bugghh"
"Arghh" ringisnya memegang kening karena bertabrakan dengan seseorang. Dia mendongak, melihat wajah menyeramkan lucas, Celin mendelik lalu melirik kebelakang anjing itu masih menggonggong berlari ke arahnya.
"Haiya anjing" pekik Celin lalu bersembunyi di belakang tubuh besar Lucas.
Lucas melangkah, dan hebatnya anjing itu seakan akan jinak kepada Lucas, dia mengelus kepala kedua anjing itu dengan santai. Celin melongo tak percaya mulutnya terbuka lebar.
Anjing itu melihat kearah Celin, lalu menampakkan taringnya ingin menerkam Celin.
"Guk guk guk"
"Ssstt, sudah sana kembali ketempatmu" ucap Lucas menenangkan kedua anjing itu, lalu kedua anjing itu berlari menuruti Lucas.
Lucas berdiri menepuk kedua tangannya, dia menatap Celin dingin. Lucas yang baru saja keluar dari memeriksa halaman belakang, mendelik melihat Celin di kejar anjing.
Celin mendengus kesal "Hey kalau punya peliharaan itu di jaga yang benar, kalau aku di gigit terus kena rabies apa kau mau tanggung jawab" bentak Celin dengan nafas memburu, jantungnya terasa akan copot dari tempanya di kejar kedua anjing tadi.
"Ekhem"
Celin berbalik, dia terkejut melihat Zein berada di belakangnya sembari menatap horor, Celin meneguk air liurnya kasar. "Hais mampus aku" batinnya.
"Kenapa kau keluar hah" bentak Zein, membuat Celin memejamkan matanya terkejut.
"Tuan" lucas membungkuk patuh kepada Zein, Zein mengangguk lalu mengadahkan telapak tangannya agar Lucas menghentikan aksi itu, Lucas mengangguk.
"Kapan kau sampai?"
" Satu jam yang lalu tuan" ucap Lucas lalu di angguki Zein. Zein kembali menatap tajam Celin, sehingga wanita itu tak berkutik sedikitpun.
"Apa yang kau lakukan di sini hah" Zein meninggikan suaranya menatap Celin sengit seakan akan ingin menelannya hidup hidup.
"A-aku...
"Wanita gila ini berkeliaran sedari tadi tuan" jawab Lucas dan dapat tatapan tajam dari Zein. Celin membulatkan matanya mendengar Lucas mengatakan dirinya gila.
"Hey apa kau bilang, aku tidak gila" bentak Celin.
"Masuk ke dalam" tegas Zein, membuat Celin mencebik dia menghentakkan kakinya ke tanah dengan kesal, lalu melengos meninggalkan ketiga pria di sana. William menggelengkan kepalanya lalu berjalan menghampiri lucas.
"Siapa dia?" bisik Lucas membuat William terkekeh.
"Calon nyonyamu" bisik William tersenyum geli. Lucas mendelik tak percaya.
"Ck dia cerewet sekali" ucap Lucas.
"Kau benar, dan berhati hatilah agar kupingmu tak panas" kekeh William.
"Diam kalian berdua" hardik Zein kesal. Sontak Lucas dan William langsung terdiam menutup mulut mereka rapat rapat.
__ADS_1
_To Be Continued_