Gadis Milik Tuan Muda Kejam

Gadis Milik Tuan Muda Kejam
BAB 07


__ADS_3

Setelah kepergian sepupu gersek nya itu Zein mendekati sisi ranjang menatap pembantu nya yang tertidur nyenyak.


Ck kali ini kau selamat gadis kecil besok besok tidak!


Setelah Celin di periksa, Zein langsung memerintahkan bi Jum


untuk mengantarkan makanan ke kamarnya.


Bi Jum pun terkejut mendengar Celin berada di kamar majikannya. Iya bagaimana tidak selama dia bekerja belum ada satu pun pembantu yang masuk kedalam kamarnya, kecuali orang-orang penting dan yang khusus untuk membersihkan kamar itu.


Tidak ingin membuat Zein menunggu lama bibi Jum segera membuatkan bubur untuk Celin. Dan setelah jadi ia segera membawa nampan berisi bubur dan air minum. Di saat tiba di depan pintu sungguh dia merasa gemetar karena takut untuk masuk kedalam. Bibi pun berinisiatif untuk mengetuk pintu terlebih dahulu, "Tok tok tok"


"Masuk" Mendengar sahutan dari dalam bi Jum segera memutar kenop pintu. "Makanannya tuan!" Zein yang lagi duduk santai di sofa dengan kaki berada di atas meja, ia menatap bibi dengan sorot mata setengah tajam.

__ADS_1


"Bangunkan pembantu sialan itu suruh dia makan lalu minum obat! Saya tidak mau dia sakit sakitan bikin orang repot!!" Setelah mengucapkan itu Zein beranjak keluar kamar melangkahkan kakinya menuju ruang kerja.


Bi Jum yang melihat kelakuan majikannya hanya bisa menghela nafas pelan, iya bagaimana tidak Celin tidak sakit ia tidak di perbolehkan makan sebelum semua pekerjaan nya selesai!


"Non Celin bangun" Setelah menepuk pipi Celin dengan pelan selama beberapa kali. Akhirnya yang di bangunkan mengerjapkan matanya, setelah terbuka dengan sempurna ia duduk melihat bi Jum lalu mengedarkan pandangannya melihat kamar mewah yang asing di matanya.


"Alhamdulillah Non Celin udah bangun, ini makan dulu yah setelah itu minum obat!"


Celin pun terdiam sesaat ia memikirkan bagaimana dia bisa sampai kesini?. "Eh bi ini dimana yah? aku mau keluar saja bi nanti tuan marah!"


Bi Jum meminta Celin untuk kembali istirahat namun ia menolak karena ingin kembali ke kamarnya. Namun karena adanya efek dari obat membuatnya sangat mengantuk tanpa di sadari Celin kembali tidur di ranjang king size itu. Bi Jum hanya tersenyum tipis sembari menyelimuti gadis itu. Dia beranjak menuju keluar kamar dan kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.


Setelah selama beberapa jam Celin tertidur ia kembali terbangun. "Ekhem enak sekali ya kau tidur dengan nyenyak di sini!"

__ADS_1


Celin sangat terkejut mendengar suara bariton yang sangat ia kenali itu. Ya bagaimana tidak bangun bangun langsung mendengar suara yang sangat ia takuti, sehingga sekujur tubuhnya merasa sangat gemetar. "Tu-tuan a-aku di mana?"


"Malah nanya kamu di mana yah jelas jelas ini kamar saya!" mendengar itu Celin sangat lah syok yah bagaimana tidak syok bahkan ia bisa tidur di ranjang empuk milik majikan kejam itu. Seketika Celin beranjak dari ranjang ia sangat lah merasa ketakutan akan kah ia mendapat hukuman lagi dari Zein!.


"Ma-maaf tuan saya tidak tahu!" Celin berkata dengan tubuh yang gemetaran apalagi melihat sorot mata tajam yang di lontarkan Zein kearah nya.


"Hem kamu tidur di lantai!"


"A-apa tuan ta-tapi....


"Kamu dengar atau tidak kamu tidur di lantai kamar saya sekarang, itu sebagai hukuman karena kau telah tidur di kamar saya!". tegasnya dengan wajah datar, namun masih terlihat mengerikan bagi Celin.


Celin terdiam, lalu menghembus nafas pelan. Dengan berat hati dia mau tidak mau segera membaringkan tubuhnya di lantai yang sangat dingin itu.

__ADS_1


Sedangkan Zein yang melihatnya tersenyum dengan Smirk. Hmm menarik, menyiksa gadis kecil ini menyenangkan juga hahaha. Tunggu lah permainan ku selanjutnya gadis kecil!


_To Be Continued_


__ADS_2