Gadis Milik Tuan Muda Kejam

Gadis Milik Tuan Muda Kejam
BAB 32


__ADS_3

Hallo Guys, hari ini Author updatenya ga banyak ya cuma satu bab😅


Selamat membaca, kalo ada kesalahan boleh di koreksi ya tapi jangan pake kata kasar Author ga suka🤗.


...----------------...


Celin yang baru saja selesai rutinitas mandinya, dia sudah berpakaian lengkap. Setelah bersiap siap untuk beristirahat namun terdengar ketukkan pintu tak sabaran dari luar.


"Tok tok tok"


"Tok tok tok"


"Ck, sabar woy berisik" teriak Celin sembari menggerutu, lalu dia berjalan ke arah pintu.


"Ceklek"


"Lama sekali" cetus Zein tajam.


Celin bersedekap dada menatap pria itu tak kalah tajam, "Hey tuan muda untuk apa anda mengganggu ketenangan saya, saya ingin beristirahat tau tidak" sinisnya. Zein memilih diam, lalu dia menyodorkan kertas kepada Celin dengan muka datar.


"Apa ini?" cetus Celin, sembari menerima kertas tersebut yang berisi surat perjanjian, dan beberapa poin yang harus dia penuhi. Celin menatap Zein sejenak lalu mulai membaca satu persatu.


Surat Perjanjian Nikah Kontrak


Pihak A : Zein Alexander


Usia : 30 Tahun


Pihak B : Celin Alicia


Usia : 22 Tahun


Perjanjian pernikahan akan berlangsung selama 1 satu tahun, jika ada yang melanggar perjanjian atau meninggalkan salah satu pihak akan membayar denda 1M.


Celin membulatkan matanya, lalu menatap pria di hadapannya tajam, melihat nominal denda yang harus di bayar jika melanggar.


"Apa ini?"


"Baca" tegasnya


Celin memutar bola matanya malas dengan perjanjian konyol ini.


1. Pihak A berhak melakukan perintah apa pun kepada pihak B , Pihak B wajib menjalankan perintah dari pihak A.


2. Pihak B harus memenuhi dan melayani kebutuhan pihak A sebagai seorang istri.


3. Di larang bersentuhan dan melakukan kontak fisik.

__ADS_1


4. Pihak B harus satu kamar kepada pihak A.


5. Pihak A dan Pihak B wajib bermesraan di depan umum.




Dilarang mencampuri urusan pribadi masing masing.




Pihak A wajib memberi nafkah kepada pihak B.




Jika pihak B melanggar akan mendapat sanksi.




...Yang bertanda tangan di bawah ini...


Pihak A Pihak B


Zein Alexander. Celin Alicia


Celin menatap Zein tajam "Apa apaan ini? surat perjanjian konyol aku tidak mau! yang ada kau banyak untung" pekik Celin emosi sembari melempar kertas tersebut ke wajah Zein.


Zein menarik sudut bibirnya "Jika kau melanggar bayar denda!"


"Cepat tanda tangan, seharusnya kau beruntung bisa menikah denganku selama satu tahun" lanjutnya


"Ck aku juga tidak akan mau menikah dengan pria sepertimu goblok, kenapa kau memilihku" dengus Celin kesal emosinya telah naik ke atas ubun ubun.


"Kamu pilihan terakhir" ujar Zein dingin.


"Ck menyebalkan, pantas saja kau bujang lapuk tidak akan ada wanita yang mau dengan pria kejam sepertimu" cibir Celin, sukses membuat Zein menahan emosi.


"Cepat tanda tangan atau kau akan mendapat akibatnya!" kata Zein penuh penekanan, rahangnya mengeras dengan sorot mata tajam. Seketika Celin bergidik ngeri lalu segera meraih plupen dan kertas tersebut sebelum mendapat amukan.


Dengan berat hati Celin menanda tangani surat perjanjian, walaupun dia sangat keberatan dengan poin poin tersebut.

__ADS_1


Dengan kesal serta wajah masam Celin menyerahkan surat yang telah ia tanda tangani.


Zein menarik sudut bibirnya, "Oh iya besok kamu pindah ke kamar ku" ujarnya membuat Celin terbelalak.


"Hey awas kau jika macam macam kepadaku" tunjuk Celin meninggikan suaranya serta menatap tajam pria di hadapannya itu. Zein menurunkan tangan Celin meremasnya dengan erat, sehingga wanita yang berstatus sebagai istrinya meringis kesakitan.


"Model rata sepertimu, aku sama sekali tidak berminat"


"Ssstt lepasin, sialan" desis Celin.


"Jangan pernah membantah ucapanku, kau mengerti" ucapnya dingin lalu menghempaskan tangan Celin kasar, berlalu meninggalkan Celin yang terus meneriaki dirinya.


"Dasar pria kejam, mati saja kau" pekik Celin


"Brakkk"


"Arghh, dasar pintu bodoh" ringis Celin menendang pintu dengan kuat, sehingga kakinya berdenyut nyeri di tambah jari jari tangannya terasa akan patah, di genggam oleh Zein yang sekarang menjadi suaminya.


"Arghh, sial kenapa aku bisa terjebak bersama pria kejam tingkat iblis melebihi setan" pekik Celin emosi, dia mengacak acak rambutnya kesal.


*


"Apaa?"


"Oh ****, baiklah aku akan cepat kesana" Zei mengusap wajahnya kasar, mendapat telpon dari William.


Zein bergegas turun dia akan pergi ke perusahaan untuk menuntaskan bajingan kecil yang ingin bermain main dengan dirinya. Tak lupa Zein memerintahkan pelayan untuk memberi makan istri kecilnya tersebut.


"Antarkan makanan ke kamar Celin" perintahnya kepada salah satu pelayan yang berpapasan dengannya,


"Baik tuan!" ucapnya patuh, sembari sedikit membungkukkan badan. Zein tak menjawab lalu berlalu pergi meninggalkan mansion.


"Tok tok tok"


"Hais siapa lagi" geram Celin dengan wajah kusut.


"Untuk apa kau kemari" bentaknya selepas membuka pintu.


"Maaf nona, saya di perintahkan tuan untuk mengantarkan makanan kepada anda" ucap pelayan itu patuh. Celin terdiam dengan wajah masam.


"Letakan di sana" ucapnya menunjuk meja yang berada di sudut. Pelayan itu mengangguk lalu masuk meletakan nampan yang berisi makanan dan minuman.


"Saya permisi nona" pamitnya lalu di angguki oleh Celin.


Kebetulan dia merasa sangat lapar, tanpa basi basi Celin segera menyantap makanan tersebut.


_To Be Continued_

__ADS_1


__ADS_2