
ππππππππ
Laras menganggukan kepala nya, dia langsung menutup ponsel nya setelah mengucapkan salam perpisahan. Dia akan menyiapkan semua nya setelah sarapan agar bisa langsung berangkat ke rumah orang tua nya ,jarak nya tiga sampai empat jam dari rumah Sandres.
"kak,aku ikut ya. Aku ingin mencoba pendekatan pada karin dan orang tua kalian " ucap Sandres dengan nada memohon nya.
Laras melotot,dia merasa kesal harus di panggil kakak. Rasa nya cukup membingungkan ,
karena biasa nya dia yang manggil Sandres dengan panggilan itu . Tapi benar juga,jika Sandres menikah dengan karin maka Sandres adalah adik ipar nya.
Laras hanya menghela nafas nya dengan cukup kasar,dia berpikir jika karin memang membutuhkan Sandres untuk mengurus dirinya dan anak nya nanti. Dia akan memberikan nasehat pada adik nya itu,tapi laras belum tau kalau karin akan menerima nya atau tidak .
Laras ingin melanjutkan makan nya Tapi Sandres masih terus menatap nya membuat nya merasa tidak enak hati ,hingga akhirnya laras menganggukan kepala nya saja. Lebih baik membawa nya saja ,dari pada nanti nya dia akan diributkan oleh Sandres.
Laras tau kalau Sandres ngak akan bisa diam saja jika dia tidak menjawab,makanya dia hanya mengiyakan saja. Urusan disana nanti biar kedua orang tua nya yang urus,dia ngak mau repot .
Tak lama david berjalan mendekati meja makan,dia melihat Sandres dan Laras makan dengan tenang tanpa membangunkan nya. Apalagi Sandres terlihat lebih bersemangat dari biasa nya, wajah nya jelas sangat senang sekali.
"kenapa ngak bangunin papa ?" tanya David dengan nada kesal,dia merasa cemburu melihat laras dan Sandres makan berduaan saja. Entah kenapa hati nya terasa sesak,makanya dia terlihat kesal .
" laras ni ngak mau bangunin,aku dah lapar pa" jawab Sandres yang kini sudah berdiri,dia sudah selesai makan .
Laras hanya menunduk dengan wajah yang sudah memerah,dia merasa sangat canggung bila berhadapan langsung dengan david. Dia ngak tau harus mengatakan apa ,makanya dia memilih untuk diam saja.
__ADS_1
"Kau mau kemana ? duduk sini,temani papa makan dulu " tanya David dengan tatapan tajam nya ke arah Sandres.
"aku sudah kenyang pa,lagian aku harus menyiapkan pakaian untuk nanti. Kami mau mengunjungi orang tua Laras,mertua ku siang ini " jawab Sandres dengan semangat.
"uuuhhuuuk....uuuhuuk"
Laras tersedak makanan nya, dia memukul dada nya tapi kemudian dia merasakan sebuah tangan besar sudah mengelus punggung nya. Apalagi didepan nya juga sudah ada gelas berisi air putih,david juga sudah pindah ke samping nya makanya dia semakin merasa terkejut.
"Pelan-pelan makan nya, jangan buru-buru" ucap David dengan nada lembut nya membuat Sandres mengernyitkan dahi nya, kemudian dia tersenyum misterius.
Sandres melihat perubahan di wajah papa nya, dia yakin jika papa nya menyukai laras. Dia bisa menjodohkan kedua nya, karena memang dia juga kasihan dengan papa nya yang sudah lama menduda.
"sayang....kamu pelan-pelan makannya,nanti biar aku bantu beresin pakaian mu . Kita buat satu koper saja ,kan hanya sehari disana sih. Lagian kita akan tidur bersama disana nanti nya, jadi ngak usah dua koper " ucap Sandres sambil mengedipkan mata nya.
David menatap ke arah Sandres dengan tatapan datar dan kesal,dia tidak suka mendengar hal itu karena memang dia yang mulai ingin mendekati laras.
"Pa.....laras sudah bersedia untuk menerima ku,kami akan memperbaiki pernikahan ini. Aku ingin mencoba mencintai laras seperti laras mencintai ku" ucap Sandres dengan menahan tawa nya ,dia melihat wajah david yang sudah terkejut dan kesal.
Laras semakin melotot,dia tidak menyangka jika Sandres akan mengatakan hal yang ngak masuk akal. Bukan nya mereka akan menenami karin periksa kehamilan,kok malah bawa- bawa pernikahan nya. Membuat nya merasa semakin bingung,dia tidak tau apa maksud dan tujuan Sandres mengatakan hal itu pada david.
"Kak....kau bi" ucap Laras yang tidak ingin salah sangka pada david,dia sudah melihat wajah david yang berubah merah .
Belum selesai laras bicara,Sandres sudah berlari menuju kamar nya sambil tersenyum dan menahan tawa nya karena berhasil menggoda dan mengerjai papa angkat nya .
__ADS_1
"aku ke kamar dulu, kalian makan lah " potong Sandres yang sudah berlalu dari sana .
Kini hanya tinggal david dan Laras yang berada dimeja makan,laras merasa sedikit takut karena dari tadi david menatap nya dengan tatapan kesal nya. Dia menjadi gugup juga canggung,entah kenapa Sandres mengatakan hal yang ngak masuk akal.
"jadi kalian akan ke rumah orang tua mu?" tanya david dengan tatapan tajam nya, dia masih menikmati makanan yang diberikan oleh laras dengan enggan.
"hah...iya Pa,tadi karin telpon " jawab Laras, dia bingung harus menjelaskan bagaimana.
"Hmmm....jadi kalian sudah baikan ?" tanya David
Laras hanya bisa diam saja ,lagian siapa yang berantem sama Sandres. Saat di hotel, Sandres menjelaskan semua nya bahkan dia meminta laras untuk membujuk adiknya agar mau menikah dengan nya. Mereka baik-baik saja selama ini,laras juga ngak pernah menganggap Sandres musuh nya karena dia hanya berpikir kalau Sandres bukan jodohnya.
Laras yang sudah selesai makan lebih dulu,dia membersihkan sisa makanan milik nya dan Sandres. Dia juga harus menyiapkan pakaian ganti untuk nya disana,tapi sebagian pakaian nya juga masih ada dirumah itu jadi lebih baik dia bawa perlengkapan mandi dan make up nya saja karena dia ngak mungkin memakai milik karin.
"Papa sudah selesai ? biar aku beresin ,aku akan pergi siang ini . Makanan sudah aku siapkan ,tinggal dipanaskan saja nanti " uca0 laras dengan ramah.
David semakin merasa kesal,dia melihat laras memgambìl bekas piring nya dan mencuci nya disana. Kemudian laras menutup makanan di atas meja dengan tudung saja yang terbuat dari bambu, dia ingin segera pergi dari sana karena tatapan yang diberikan oleh david sangat menyeramkan . Laras jadi takut dan gugup melihat nya, dia segera membereskan semua nya.
"Pa....aku ke kamar dulu,mau siap-siap " ucap Laras dengan lembut,kemudian dia berjalan dengan cepat menuju kamar nya . Dia tak sadar kalau david mengikuti nya hingga kedalam kamar nya .
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππ
__ADS_1