GAIRAH SANG MERTUA

GAIRAH SANG MERTUA
chapter 43


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Sandres terlihat seperti supir pribadi david dan Laras,dia mendengus kesal karena laras malah bersandar di bahu david saat dia merasa mengantuk dan lelah. Wajah David juga terlihat sangat bahagia,dia menjadi lebih dekat dengan laras saat ini .


Sandres malah menampilkan wajah nya yang kesal ,dia terus melirik ke arah kaca mobil nya dimana david yang begitu perhatian pada Laras . Laras juga terlihat bahagia,membuat nya merasa semakin kesal.


Perjalan terasa semakin lama,Sandres merasa seperti nyamuk yang sedang menemani laras dan david berpacaran. Laras tertidur dengan nyenyak nya ,begitu juga dengan david.


"ck....apa mereka ngak tidur tadi malam ?" gumam Sandres dengan nada kesal,kemudian dia membuatkan mata nya dengan cukup besar.


"Apa mereka sudah melakukan nya ?Makanya mereka berniat membantu ku bersatu dengan karin ?" tanya Sandres dengan penasaran,dia sudah memikirkan yang iya-iya pada Laras dan David.


Jika memang laras dan david sudah melakukan nya, maka dia pasti akan dibantu dengan cepat untuk bersatu dengan karin. Senyuman mengembang di bibir nya,dia sudah tak sabar menceraikan laras dan menikahi karin.


Sandres sudah memikirkan semua nya dengan matang,dia akan mengadakan konfirmasi pada semua stasiun televisi kalau dia dan david bukanlah papa dan anak kandung agar dia bisa menikah dengan karin dan begitu juga sebaliknya .


"aku mencintai mu" ucap David yang sudah bangun lebih dulu,dia mengecup kening laras membuat Sandres yang dari tadi tersenyum karena senang kini menjadi kesal.


Kalau memang david ingin berpacaran dan bermesraan dengan laras,jangan didepan nya juga. Dia kan juga mau bermesraan dengan karin,dia melirik dengan kesal ke arah David.


Tak lama mobil sampai didepan rumah kedua orang tua Laras,tidak ada yang menyambut mereka karena kedua orang tua Laras berpikir kalau Laras akan memakai mobil nya sendiri sedangkan saat ini mereka sedang menggunakan mobil david.

__ADS_1


Sandres membuka pintu mobil nya dan berjalan sendiri kedepan rumah laras,disana sudah ada sekuriti yang menyambut mereka. Sedangkan David lagi membangunkan laras,karena laras tidur dengan cukup nyenyak nya.


cup


"sayang ,bangun. Kita sudah sampai " ucap David sambil mengecup bibir laras dan membelai lembut pipi nya .


"Hmmm.....aku masih ngantuk " jawab Laras dengan pelan,dia bahkan memeluk tubuh david membuat david tersenyum dan menggelengkan kepala nya.


Didepan rumah laras,Sandres menanyakan keberadaan kedua orang tua nya laras dan karin . Kebetulan kedua orang tua nya sedang keluar,sedangkan karin didalam kamar nya membuat Sandres tersenyum senang dan melangkah masuk kedalam rumah nya kedua orang tua Laras.


Sandres melangkah menuju kamar karin,dia merasa sangat senang sekali karena bisa berduaan dengan karin sebelum kedua orang tua Laras pulang. Walaupun dia yakin kalau dia bakalan di gebukin sama karin,tapi tetap saja dia akan terus berusaha .


Ceklek


Sandres tersenyum dengan lebar,dia menatap tubuh karin yang sudah terlihat berisi di atas tempat tidur. Dengan perlahan Sandres mendekati nya dan naik ke atas tempat tidur nya, dengan pelan tapi pasti. Sandres merebahkan tubuh nya di belakang tubuh karin,karena memang posisi tidur karin menghadap ke arah lainnya.


Tapi Sandres yakin kalau yang tidur disana memang karin,dia pun memeluk tubuh karin dari belakang. Dia menghirup aroma tubuh karin yang begitu dia rindukan, dia sangat meΓ±genali aroma itu walaupun baru sekali saja dia memeluk tubuh karin saat itu .


Sandres kembali memejamkan mata nya ,dia merasa sangat lelah karena hampir empat jam membawa mobil dengan pasangan yang sedang kasmaran dan membuat nya semakin ingin menyentuh karin lagi. Tapi ngak mungkin dia melakukan nya ,dia takut akan ditendang oleh karin.


Sandres merasa gelisah ,dia mengingat kembali kejadian pagi itu . Dimana dia di berikan kenikmatan yang tiada dua nya oleh karin,pertama kali nya Dia merasakan milik karin yang kini membuahkan hasil anak mereka.

__ADS_1


Sandres memilih untuk bangun dari tiduran nya ,dia ngak bisa memejamkan mata nya karena ingat apa yang dilakukan karin pagi itu hingga dia melihat karin membalikan tubuh nya . Telentang menghadap ke atas,dirinya menatap dua gundukan kenyal milik karin yang menjulang tinggi dan terlihat lebih besar dari biasanya .


Sandres sering memperhatikan tubuh karin dari dulu hingga sekarang,mungkin karena faktor kehamilan makanya semua bagian inti milik karin semakin membesar. Sandres menelan saliva nya, merasakan tubuh nya semakin panas.


Apalagi karin mengangkat sebelah kaki nya hingga terbuka dan memperlihatkan paha nya yang mulus dan underware nya yang berwarna biru langit,seketika Sandres mendekati bagian sensitif milik karin yang masih tertutupi itu. Dia menghirup aroma kewanitaan milik karin dari balik underware nya itu.


"Hmmm.....seperti nya jika menyentuh sedikit ngak apa-apa kali ya " batin Sandres yang memperhatikan wajah karin yang begitu nyenyak nya.


Sandres masih menatap ke arah mata karin yang tertutup,dengan tangan yang sedikit gemetar Sandres mulai menempelkan jari telunjuk nya disana dan mengusap nya ke atas dan ke bawah. Sandres takut jika karin terbangun,makanya mata nya terus menatap ke arah sana.


Reaksi karin membuat Sandres tersenyum,tubuh karin menggeliat dan mulut nya mengeluarkan lenguhan pelan membuat Sandres semakin gencar tangan nya mengelus daerah kewanitaan milik karin.


Seketika Sandres memikirkan sesuatu yang membuat nya akan memiliki keuntungan yang cukup baik,dia mendekatkan wajah nya kembali dan memainkan lidah nya disana. Menggantikan jari telunjuk milik nya yang tadi bermain di daerah sensitif karin,Sandres tidak menyia-nyiakan nya.


Melihat karin yang semakin menikmati nya,Sandres menyibakan sedikit kain berwarna biru langit itu. Terlihat daerah sensitif milik karin yang berwarna pink ,dia pun memanfaatkan nya dan mulai bermain di sana dengan tatapan yang masih menatap ke arah wajah karin.


Dengan harap-harap cemas,karena takut karin terbangun. Lidah nya masih tetap bermain disana,tapi mata nya tetap menatap ke arah mata karin. Sandres tersenyum saat melihat karin yang menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh nya,dia semakin bersemangat dan mencoba memasukan salah satu jari nya ke dalam sana.


Karin semakin melenguh dan mengerang,dia terbuai dan juga menikmati nya hingga dia mencapai puncak pertama nya. Tubuhnya merasa lemas seketika saat sudah mengeluarkan cairan miliknya, tapi mata nya masih tertutup juga .


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2