
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Sandres tak bisa menahan nya lagi,dia pun membuka reseliting celana nya dan mengarahkan miliknya yang sudah berdiri dengan tegak nya . Dia pun menekan nya dan memasukan nya dengan cepat, sebelum karin tersadar.
Sandres memejamkan mata nya saat batangan miliknya sudah tenggelam di dalam daerah kewanitaan milik karin,dia menikmati tarikan yang dirasakan nya dari dalam milik karin. Sandres menahan suara nya tapi ternyata tidak bisa juga hingga akhirnya dia pun mengerang dan men de sah dengan cukup keras,apalagi dia segera menggerakan nya dengan perlahan .
Karin juga menikmati nya, dia terbuai karena memang berapa hari ini dia merasa ingin di masuki karena miliknya terasa gatal didalam sana . Tapi dia menahan nya hingga dia sering bermimpi melakukan nya lagi dengan Sandres,karena Sandres merupakan pria pertama yang menyentuh nya dan dia lihat juga dia rasakan.
Karin masih berpikir kalau dirinya sedang bermimpi,tapi suara de sa han dari Sandres membuat nya membuka mata nya dan melotot ke arah Sandres . Dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat,dia masih tetap berpikir kalau Sandres yang berada didepan nya hanya lah halusinasi nya saja hingga akhirnya dia pun menikmati nya.
"Kau seperti nyata ssshh aaahh aku mau keluar " ucap karin dengan mata yang kembali terpejam,dia akan mencapai puncak nya
Begitu juga dengan Sandres,dia juga sudah akan sampai di puncak nya . Tatapan nya menatap dengan senyuman dibibir nya saat melihat karin menikmati nya ,dia yakin jika kali ini dia akan diterima oleh karin apalagi ada laras yang akan mendukung nya .
"aaah....aku sampai sayang,aku mencintai mu " teriak Sandres dengan semangat membuat karin tersadar.
Buuuuggg...
Karin langsung menendang dada Sandres dengan cukup keras,membuat Sandres terlentang dan jatuh ke lantai yang agak jauh dari tempat nya. Tubuh Sandres sudah terkapar dilantai dengan suara yang meringis menahan sakit,kemudian dia tak sadarkan diri.
Karin yang terkejut dan reflek menendang dada bidang Sandres pun langsung bangun dan berdiri,dia mendekati Sandres yang sudah terkapar di lantai. Karin merasa bingung, dia pikir semua nya hanya mimpi karena memang dia sering bermimpi bercinta dengan Sandres.
Hanya Sandres yang bisa dia bayangkan dan dia impikan karena Sandres lah pria pertama yang menyentuh nya ,lebih tepat nya dia sentuh.
__ADS_1
Karin menatap batangan milik Sandres yang sudah mulai lembek tapi masih terlihat besar,dia pun memasukan kembali batangan itu kedalam sangkar nya dan segera membangunkan Sandres.
"hei....hei....ba ji ngan ,bangun " ucap karin dengan kesal
Berkali-kali karin membangunkan nya lagi dengan sedikit bentakan dan teriakan tapi Sandres tidak juga bangun,membuat karin merasa bingung dan akhir nya memilih untuk keluar dari kamar nya dan membiarkan Sandres disana sendirian.
Karin tak perduli mengenai hal itu,sebenarnya dia juga malu karena menikmati setiap sentuhan dan hentakan yang dilakukan oleh Sandres tapi ngak mungkin dia mengakui nya. Dia hanya berpikir semuanya hanyalah khayalan dan mimpi nya saja,jika tau dari awal kalau semuanya nyata . Bisa dipastikan Sandres ngak hanya pingsan ,tapi babak belur dibuat nya.
Karin berjalan keluar dari kamar nya, dia menuju ke arah dapur tapi belum sampai. Karin sudah melihat laras digendong oleh david yang sedang berjalan masuk dari luar,dia pun mendekati nya. Takut jika sesuatu terjadi pada kakak nya,dengan mengernyitkan dahi nya dia menatap ke arah David yang malah tersenyum tipis.
Karin pun ikut tersenyum tipis,david belum melihatnya tapi pikirkan karin sudah membayangkan kalau sang kakak tidak lah sakit atau pun mengalami sesuatu tapi lebih kepada ketiduran saat dijalan. Tapi langkah kaki karin tidak juga berhenti,dia ingin memastikan nya lagi .
"kak laras kenapa papa david?" tanya Karin yang membuat david tersentak kaget
Karin menganggukan kepala nya ,dia pun menyingkir dari jalanan dan membiarkan david membawa laras ke kamar nya kemudian dia melanjutkan menuju dapur karena dia sudah merasa kembali lapar.
Sedangkan Sandres, melihat karin keluar dari kamar nya. Sandres langsung membuka mata nya ,dia merasakan tubuh nya terasa sakit. Belum lagi kepala nya yang sudah berdenyut,tenaga karin sangat lah kuat. Untung saja Sandres sudah mencapai puncak nya lebih dulu sebelum dapat tendangan maut dari wanita yang dia cintai,kalau tidak . Mungkin dia akan merasakan kesialan dua kali,sudah nanggung dan mendapat tendangan yang mematikan.
Sandres merasakan denyut dan nyeri dibagain belakang kepala nya ,dia merasa nya dan mendapati cairan merah yang cukup banyak disana. Seketika itu dia langsung terkejut,kepala nya berdarah cukup parah tapi karin hanya membiarkan nya saja.
"mungkin dia ngak tau kalau kepala ku berdarah,ssshhhttt" gumam Sandres sambil meringis merasakan sakit dikepala nya.
Ceklek
__ADS_1
Tak lama karin masuk kedalam kamar nya dengan membawa makanan ringan,dia menatap ke arah tubuh Sandres yang masih seperti posisi yang sama tapi kemudian dia menyipitkan mata nya dan berjalan mendekati Sandres.
"darah?dia berdarah,bagaimana ini ?" tanya Karin dengan diri nya sendiri.
"hei....heiii....bangun lah, kau ngak mati kan ?" bentak karin dengan cukup kuat.
Sandres masih berada dilantai, dia berpura-pura masih tak sadarkan diri walaupun saat ini dia merasa sangat kesakitan. Dia ingin sekali memeluk tubuh karin dan karin membalas nya ,tapi entah kenapa dia takut ka karin menolak nya.
"hei....sandres,kau ngak mati kan?" bentak karin yang mulai merasa takut dengan keadaan Sandres saat ini .
"hei.....kau harus sadar,jangan mati disini" ucap karin lagi
Karin melihat darah dibagian bawah kepala nya Sandres, dia tidak mungkin membiarkan Sandres tergeletak begitu saja dibawah lantai seperti ini. Dia juga takut jika keluar dari kamar nya dan memberitahukan nya pada david dan Laras,pasti mereka akan menyalahkan dirinya.
Lagi pula mereka pasti akan bertanya bagaimana bisa Sandres seperti itu,ngak mungkin karin menjelaskan kalau Sandres mengambil kesempatan untuk memperkosa nya. Tapi mana mungkin dia mengatakan memperkosa,padahal dia juga ikut menikmati nya.
"hei....bangun lah,kau ngak ingin melihat anak mu hah ?" ucap karin yang ini duduk dilantai,tepat disamping tubuh Sandres.
"anak mu harus tau siapa ayah nya ,jika kau mati. Maka aku akan mencari pria lain untuk menjadi ayah dari anak mu ini " ucap Karin dengan kesal
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ
__ADS_1