
❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣
Di dalam kamar nya,david sudah menyiapkan alat bantu yang selama ini dia pakai . Dia sudah membuka seluruh pakaian nya tanpa sisa,kemudian berbaring di atas tempat tidur.
Tangan nya sudah mulai memijat miliknya sambil memejamkan mata nya, dia mulai membayangkan wajah Laras yang tersenyum dan menikmati sentuhan nya seperti saat itu. Tapi baru saja sebentar dia melakukan nya ,malah telpon nya berdering.
Kriing....kriiing....
David mendengus kesal,dia berpikir kalau yang menelpon adalah Sandres yang sedang kesepian. Tanpa melihat siapa yang menelpon,david langsung mengangkat nya dan marah .
"Kau mengganggu saja,sana cari karin. Papa sibuk " bentak david dengan cukup keras
Laras tersentak,kemudian dia menatap ke arah layar nya yang hitam semua nya . Dia tidak percaya dengan semua yang didengar nya, tapi kenapa dia harus mencari karin . Begitu lah yang dipikirkan oleh laras,dia pun berdehem dan membuat david terkejut.
"eekkhmmm....ya sudah kalau begitu, maaf mengganggu " jawab Laras
David langsung menatap layar ponsel nya ,terlihat wajah cantik laras yang sedang cemberut. Dia pun melotot kemudian tak lama tersenyum,dia semakin senang saat ini . Seolah Mereka memilih ikatan batin ,sehingga david langsung berkata sebelum laras mematikan panggilan nya.
"eh....sayang,maaf. Tadi aku pikir si Sandres, makanya aku bentak " ucap David dengan senyuman manis nya membuat laras akhirnya tersenyum.
"memang nya papa lagi sibuk apa sih ? kok ngak boleh Sandres masuk ,apalagi menelpon ? mungkin dia lagi butuh teman pa" tanya Laras yang merasa bingung karena david mengatakan sedang sibuk.
__ADS_1
David mengarahkan kamera nya pada batangan miliknya yang sedang dia urut membuat laras melotot dan terkejut,sedangkan david hanya tersenyum tipis saja melihat ekspresi dari laras. Dia mengambil alat bantu itu dan memasukan batangan miliknya yang sudah tegak dan keras,kemudian dia memejamkan mata nya dan men de sah saat alat bantu itu mulai memaju mundur kan miliknya .
"ya ampun pa,iihh....kamu ini ya " bentak laras dan langsung mematikan panggilan nya, membuat david tertawa kecil.
David meletakan kembali ponsel nya di atas meja dekat tempat tidur nya,kemudian dia mulai menikmati pijatan yang di lakukan oleh alat itu sambil memejamkan mata nya membayangkan wajah dan tubuh laras.
Sedangkan dikamar laras,laras merasa gelisah melihat hal itu. Dia terus membayangkan batangan milik david yang sudah berdiri tegak,seandainya batangan itu memasuki nya . Wajah nya seketika memerah,dia memang belum pernah merasakan nya tapi dia yakin kalau rasa nya pasti nikmat dan membuat nya ketagihan. Karena dia pernah merasakan sentuhan yang diberikan oleh david dengan lidah dan jari nya, jadi dia yakin kalau rasa itu pasti lebih nikmat.
Laras masih terus gelisah,dia pun bangkit dari tidur nya dan berjalan keluar dari kamar nya menuju kamar david. Dengan sedikit ragu,laras pun mengetuk pintu kamar itu.
Tok.....tok....
David yang masih menikmati batangan miliknya yang masih dijepit oleh benda itu,kini malah merasa kesal mendengar suara pintu diketuk. Dia pun bangkit dengan benda yang masih berada di bagian bawah nya,kemudian dia berdiri di belakang pintu.
"Laras" jawab Laras yang sedikit canggung,dia merasa gugup mendatangi david yang pasti nya sedang menikmati permainan dari alat bantu .
David terkejut tapi juga senang,dia membuka pintunya dan langsung menarik laras untuk segera masuk. Laras ikut terkejut,tapi kemudian wajah nya memerah melihat benda itu masih berada di batangan milik david.
"Sayang,hhmmm ada apa? apa kau ingin membantu ku?"tanya david yang kini sudah berjalan mendekati laras,dia menatap wajah Laras yang sudah memerah
Laras hanya menganggukan kepala nya saja,dia pun mendekati tempat tidur. Dia ingin di puaskan seperti dulu lagi,laras duduk di pinggiran tempat tidur.
__ADS_1
"kemari lah,aku akan membantu mu menggerakan nya " ucap Laras yang dari tadi berusaha menahan rasa gugup nya .
"ssshh....hhhmmm dia sudah bergerak sendiri sayang,apa kau ingin aku keluarkan juga ?" tanya David yang sudah memperhatikan gerak-gerik laras yang terlihat gelisah
Laras kembali menganggukan kepala nya ,dia pun langsung melepaskan pakaian nya satu persatu hingga seluruh pakaian nya sudah luruh dilantai. David tersenyum senang,seandainya saja laras bersedia melakukan nya sebelum menikah. Mungkin dia akan senang sekali,apalagi jika laras bisa hamil anak nya . Dia akan bahagia selama nya .
Terlihat laras sudah merebahkan setengah tubuh nya kemudian dia melebarkan kedua paha nya agar david bisa masuk kedalam sana dan memanjakan bagian inti nya, laras menggoda david dengan mengelus daerah sensitif nya .
"Kau begitu menggoda sayang,aku akan melayani mu dengan baik " ucap David yang sudah tersenyum dan mendekati laras,david merasa senang karena laras tidak lagi merasa malu dan canggung pada nya walaupun tadi nya dia sedikit gugup.
David mulai memanjakan daerah sensitif laras dengan lidah nya ,memainkan jari nya di daging kecil yang berada tepat dibagian tengah nya . Tubuh laras merasa panas,dia mengangkat bo kong nya sambil tetap menatap wajah david yang menikmati nya.
David terus memberikan sentuhan disana,dia tidak memasukan jari nya karena dia ingin merasakan miliknya masuk kesana saat malam pertama pernikahan mereka nanti.
Laras mengerang dengan cukup keras saat dia mencapai pelepasan nya, begitu juga dengan david . Dia juga mendapatkan pelepasan setelah habis menelan seluruh ****** ***** milik Laras hingga habis,kemudian dia melepaskan alat bantu itu dan naik ke atas tempat tidur.
David memeluk tubuh laras yang polos diatas tempat tidur,kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua hingga mereka tertidur.
Sedangkan di kamar karin,Sandres masih duduk di sofa milik karin. Dia diijinkan masuk oleh karin karena Sandres mengatakan ingin membicarakan sesuatu yang penting,kini kedua nya sudah duduk saling berhadapan
"aku merindukan kalian,bolehkah aku tidur disini? hanya tidur saja,aku ngak akan melakukan apa pun. Besok aku akan kembali dan mungkin minggu depan baru bisa kesini lagi,aku ingin tidur bersama anakku malam ini saja. Tolong ijinkan aku " ucap Sandres dengan nada memohon,dia benar-benar ingin memeluk tubuh karin dan mengelus perut karin yang sedang mengandung anak nya.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘