GAIRAH SANG MERTUA

GAIRAH SANG MERTUA
chapter 55


__ADS_3

☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Sandres berjalan dengan santai menuju dapur,dia sudah siap untuk pulang. Disana sudah ada kedua orang tua nya karin dan laras,mereka menatap ke arah Sandres dengan tatapan biasa.


"Pa....ma....aku akan pulang hari ini,aku ingin menyelesaikan semua nya kemudian aku akan kembali lagi kesini untuk tinggal disini selama nya hingga aku menikah dengan karin" jelas Sandres yang sudah duduk dan ikut sarapan bersama dengan kedua calon mertua nya.


"Ya....tapi Sandres,kau tidak takut jika papa kandung mu mengetahui semua ini dan dia akan meminta mu untuk menggantikan dirinya. Dulu kau menolaknya dan mengatakan kalau kau adalah anak kandung david,jika saat ini kau mengaku tidak memiliki hubungan apa pun dengan david. Pasti dia akan kembali lagi " jawab papa karin dengan tenang dan santai.


Saat tau kalau Sandres adalah anak nya ,ketua mafia itu mendatangi david dan saat itu ada papa nya karin dirumah nya david. Disana lah ketua mafia itu meminta Sandres dikembalikan, dia berterima kasih karena sudah merawat Sandres hingga dewasa seperti sekarang.


"aku tau kalau Sandres adalah anak ku,anak yang aku titipkan pada salah satu pengawal ku dan ternyata dia bersama mu. Terima kasih karena sudah merawat dan membesarkan nya,aku akan memberikan apa pun yang kau ingin kan. Saat ini aku sudah tua,aku ingin menyerahkan semua milikku pada nya. Mewariskan semua nya pada nya, karena milik ku adalah milik nya juga"


"Ibu nya juga sudah menunggu nya dari dulu,mungkin kehadiran Sandres bisa membuat ibu nya kembali sadar"


Ucapan itu masih terngiang ditelinga papa nya karin,mereka masih bertanya-tanya mengenai ibu nya Sandres. Apa dia sakit atau bagaimana ?


"aku akan menanyakan nya lebih dulu pada Sandres, jika dia ingin maka aku tidak akan menahan nya. Dia bisa kembali bersama keluarga nya kapan pun juga "


Tapi saat itu,Sandres tidak menginginkan nya. Dia tidak ingin bersama dengan kelompok mafia ,apalagi saat itu dia masih bersama dengan alex. Dia takut mendengar nama mafia,apalagi menjadi ketua mafia nya .


Sandres juga sempat bertemu dengan papa kandung nya yang merupakan ketua mafia,dia tidak mengakui kalau papa nya itu adalah papa kandung nya . Dia tidak ingin berurusan dengan papa nya yang merupakan ketua mafia ,dunia bawah tidak ada yang tidak mengenal nya. Mafia terbesar ,yang ditakuti oleh semua orang termasuk para pejabat .

__ADS_1


Sandres terpisah dari keluarga nya karena papa nya tidak ingin Sandres kecil terluka dan dibunuh oleh musuh nya saat itu,tapi kini semua musuh nya sudah dia habisi sehingga tak ada lagi yang bisa mengalahkan nya .


Kini kejayaan nya akan dia wariskan pada Sandres,karena anak nya hanya dua. Sandres dan seorang perempuan yang sudah menikah, anak perempuan nya itu tidak ingin menerima semua warisan yang berhubungan dengan dunia bawah. Walaupun suami nya merupakan salah satu anggota mafia papa nya ,tapi dia mewariskan perusahaan yang selama ini dia bangun dari dulu bersama papa nya itu.


"aku sudah siap untuk itu pa,aku tetap ngak akan kembali ke keluarga kandung ku tapi aku harus memberitahu semua nya kalau pernikahan ku dengan laras hanya sebuah sandiwara saja " jelas Sandres.


Sandres pun berjalan menuju pintu keluar setelah berpamitan dengan kedua orang tua karin,dia sudah memesan taksi agar sampai di rumah david . Sandres sudah menyusun semua nya dengan jelas,dia akan memberitahu semua media siapa diri nya dan david tapi tidak kedua orang tua kandung nya.


Didalam kamar ,karin membuka mata nya dan tidak mendapatkan siapa pun disamping nya. Bibir nya langsung cemberut karena tak suka dan kesal dengan ucapan Sandres semalam,dia ingat kalau Sandres akan pergi pagi ini dan tidak kembali dalam waktu seminggu.


Karin membelalakan mata nya, dia turun dari atas tempat tidur dengan terburu-buru karena takut kalau Sandres benaran akan pergi. Walaupun sebentar,rasa nya dia sedikit takut kehilangan. Entah kenapa hati nya ngak mau berpisah dengan Sandres, dia membuka pintu nya dengan kasar dan lari menuju dapur dengan selimut yang masih menutupi tubuh nya .


"Dia sudah pergi,sekitar setengah jam yang lalu. Ada apa? apa ada sesuatu ?" ucap mama nya karin yang menatap karin dari atas hingga ke bawah


"Kau belum mandi? kenapa menutupi tubuh mu dengan selimut ? Kau tidur tidak pakai baju ya?" tanya papa karin yang dari tadi ikut memperhatikan tubuh karin yang ditutupi selimut.


Karin tidak menjawab nya,dia kembali ke kamar nya dengan wajah yang sudha memerah . Kemudian dia menepuk kening nya dengan cukup kuat sehingga dia meringis sendiri.


"bodoh,kok malah keluar seperti ini" gumam nya yang masih memukul kening nya.


Jantung nya berdebar tak menentu,wajah Sandres tersenyum tiba-tiba hadir di dalam kepala nya . Dia tidak tau kenapa dia jadi memikirkan hal itu,dia semakin tidak ingin menjauh dari Sandres.

__ADS_1


Bukan hanya hati nya ,tapi juga tubuh nya sudah terikat dengan Sandres. Apalagi ada anak nya yang membuat mereka harus bersatu ,jantung nya berdebar tak menentu hingga akhir nya dia tersadar dengan suara ketukan pintu kamar nya .


Tok...Tok...


"karin,kamu kerja ngak hari ini ? " teriak mama nya dari balik pintu luar


"ya ma....aku siap-siap dulu " jawab Karin dengan teriakan juga,dia pun mencampakan selimut yang menutupi tubuh nya ke atas tempat tidur nya kemudian dia berjalan menuju kamar mandi .


Memperhatikan seluruh tubuh nya yang sudah dipenuhi dengan tanda merah kebiruan,senyuman mengembang dibibir nya. Dia ingat bagaimana Sandres memberikan tanda itu,tapi kemudian bibir nya cemberut dengan senyuman tipis.


"kebiasaan" gumam karin dengan kesal juga senang.


Karin membersihkan tubuh nya dan bersiap-siap untuk berangkat ke perusahaan milik papa nya yang ada disini,perusahaan yang memang ngak begitu besar tapi cukup untuk kehidupan mereka.


Setelah mengetuk pintu kamar karin,kini mama nya berjalan menuju kamar laras. Mama nya pun melakukan hal yang sama hingga berkali-kali,tapi tak ada satu pun jawaban dari dalam sehingga mama nya membuka pintu kamar Laras dan mendapati tempat tidur yang kosong .


Mata nya langsung tertuju pada kamar yang ada di lorong itu,kamar yang ditempati david jika dia berada disini. Mama nya hanya bisa menghela nafas nya dengan kasar,dia sudah tak bisa lagi mengatakan apa pun.


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2