GAIRAH SANG MERTUA

GAIRAH SANG MERTUA
chapter 69


__ADS_3

☘☘☘☘☘☘☘☘


"ini papa kandung ku" ucap Sandres dengan tegas membuat senyuman dibibir pria paruh baya itu melebar,dia senang karena Sandres mengenalkan dirinya sebagai papa kandung nya.


Karin yang tadi cemberut,kini tersenyum dia mengulurkan tangannya pada marco yang berdiri disamping Sandres. Tapi bukan nya dibalas nya,marco malah menarik tubuh karin dan memeluknya .


Wanita yang bisa membuat anaknya sadar,jika saja karin tidak melakukan nya dengan Sandres. Bisa jadi Sandres masih terikat dengan alex,marco mengetahui semua nya hingga kehamilan karin yang memang merupakan keturunan nya.


Plaaak...


Sandres memukul pundak marco dengan cukup keras membuat yang ada disana terkejut dan melotot,seorang ketua besar mafia dipukul didepan mereka. Hanya sebagian dari mereka yang mengetahui siapa Sandres adalah anak kandung marco,ada beberapa orang yang ingin maju dan menghajar Sandres tapi ditahan oleh pria yang dipanggil bos tadi.


"kenapa memeluk calon istri ku?" bentak Sandres yang langsung menarik tubuh karin dari pelukan papa nya .


"Ha...ha....kau persis seperti papa mu saat muda dulu bill"


Suara seseorang dari arah dalam terdengar begitu jelas,kursi roda yang diduduki kini didorong oleh seorang pelayan dibelakang nya. Mama nya Sandres sudah bangun,dia memang sering tidur dengan nyenyak jika di tinggalkan sendirian.


Marco melotot,dia tak percaya jika ternyata istri nya bangun tanpa berteriak seperti biasa nya. Apalagi kini sang istri berbicara dengan sangat lancar dan mengingat kejadian yang sudah cukup lama dia lupakan ,baru beberapa jam Sandres kembali tapi keajaiban benar-benar terjadi.

__ADS_1


Marco sudah memanggil dokter spesialis terkenal dan obat-obatan yang cukup mahal agar bisa membuat kondisi istri nya kembali seperti biasanya,tapi ternyata semua nya tidak bisa sama sekali . Tapi ketika Sandres datang ,hanya dengan pelukan dan ciuman singkat saja bisa membuat istri nya sembuh total. Hanya perlu berlatih jalan saja,karena otot dikaki nya sudah sangat kaku .


Bayangkan saja,sudah hampir puluhan tahun kaki dan tubuh sang istri tidak di gerakan sama sekali sehingga saat ini benar-benar sangat kaku.


Mama Sandres sudah tersenyum dengan lebar nya,dia melihat ke arah Karin yang terdiam dan melirik ke arah Sandres. Sandres ikut tersenyum dan mengenalkan karin dengan mama nya .


"ini mama kandung ku" ucap Sandres yang menarik tangan karin agar mendekati kursi roda mama nya.


"Oh....menantu ku,terima kasih karena sudah menemani billy selama ini. Mama senang karena sebentar lagi kalian akan punya anak" ucap mama Sandres dengan senang, dia memeluk tubuh karin yang sudah menunduk.


"Billy?" gumam karin dan didengar oleh mama nya Sandres.


"Billy nama kecil ku " ucap Sandres,dia tau kalau karin sedikit terkejut.


"Memang ngak kau sudah nganti nama?" tanya mama Sandres yang ikutan jadi bingung.


"Sudah....nanti kita jelaskan didalam,ayo masuk " ucap marco,dia tau kalau sang istri masih berpikir Sandres bersama mereka selama ini .


"Hah...baiklah,sekarang ayo kita masuk. kenapa membiarkan anak dan menantu kita berdiri didepan ?" tanya mama nya Sandres dengan senyuman dibibir nya.

__ADS_1


Sandres memilih untuk mendorong kursi roda mama nya, karin berjalan disamping nya sedangkan marco mengikuti dari belakang sehingga mereka berjalan kedalam dengan perlahan .


"siap kan makan malam dan antar kan cemilan ke ruang keluarga " perintah mama Sandres dengan senang.


Karin duduk di sofa yang lembut,dia berada disamping kursi roda mama nya Sandres karena tangan karin masih di genggam oleh nya. Marco mengangkat tubuh sang istri dan meletakan nya ditengah-tengah Sandres dan karin,dia melihat bagaimana bahagia nya wajah istri nya itu.


"Jadi ceritakan ke mama,kenapa bisa nama billy diganti ?apa kau ngak suka nak?" tanya mama Sandres tanpa basa basi lagi.


"Ma....hari ini hari apa?tanggal berapa hhmmm ?" tanya marco yang mencoba membuat istri nya sadar dengan kondisi nya sebelumnya


"hari ini ? Tanggal berapa ya?hhmmm....mama lupa,yang jelas tahun dua ribu satu" jawab mama nya Sandres yang berusaha mengingat apa yang dikatakan oleh suami nya.


"tahun ini dua ribu dua puluh tiga"jawab marco dengan tenang,dia menatap wajah istri nya yang terkejut.


Kemudian mama nya Sandres menatap ke arah Sandres dengan tatapan bingung dan tak lama dia menangis,lalu memegangi kepala nya. Berteriak dengan keras hingga akhirnya dia pingsan,membuat marco juga Sandres terkejut dan menidurkan tubuh mama nya di sofa.


Karin yang masih disana hanya bisa terdiam menatap semua nya, marco menghubungi dokter pribadi mereka yang selama ini merawat sang istri sedangkan Sandres mencoba membangunkan mama nya. Air mata nya sudah mengalir cukup deras dipipi nya, karin memeluk tubuh Sandres yang masih bergetar.


bersambung

__ADS_1


Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2