
π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄
Laras tertidur dengan lelap nya,dia merasakan tubuh nya terasa begitu lelah beberapa hari ini juga dia kurang tidur malam sehingga dia ngak sadar kalau dirinya sudah sampai didalam kamar nya . Dia merasa begitu nyaman berada di pelukan tubuh david,sehingga dia terus memeluk nya .
David memeluk tubuh laras dan ikut berada di samping laras,dia juga memejamkan mata nya dan ikut tertidur. Dia merasa sangat senang bisa berada didekat laras,dia akan menyampaikan keinginan nya untuk bersama dengan laras seperti ini .
"aku ingin menikahi mu,kau bersedia menikah dengan ku kan ?" bisik david tepat ditelinga laras.
Tak ada jawaban dari laras,karena memang laras sudah tidur dengan nyenyak nya . Kini david pun ikut tertidur sambil memeluk tubuh laras dengan erat,dia merasa sangat senang dan bersemangat.
Sementara didalam kamar karin, Sandres berpura-pura sadar dan memegang kepala nya. Dia ingin duduk dan dibantu oleh karin,karin pun dapat bernafas dengan lega karena melihat Sandres sudah bangun.
"Kau gila ya? kenapa melakukan hal itu?" bentak karin dengan mata nya yang sudah melotot.
"ssshhttt....kepala ku sakit " jawab Sandres yang meringis merasakan kepala nya nyeri.
"Eh...ayo bangun dulu,duduk disana" ucap karin yang membantu Sandres untuk berdiri,dia memapah Sandres menuju sofa didalam kamar nya.
Sandres tersenyum tipis,dia senang di perhatian seperti ini . Tapi dia tidak mau nantinya karin tau,walaupun memang Sandres merasakan sakit yang sebenarnya . Karin mengambil kotak p3k di dalam laci meja rias nya,dia pun mendekati Sandres lagi dan duduk disamping nya.
"kenapa kau masuk tiba-tiba dan melakukan nya ?" tanya Karin yang kini sedang membersihkan bekas darah dikepala Sandres
Karin melakukan nya dengan perlahan,hanya luka sedikit tapi karena dikepala maka darah nya jelas keluar banyak. Karin menghela nafas nya dengan kasar,dia merasa kesal melihat Sandres hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan nya .
__ADS_1
Kemudian karin melotot ke arah Sandres saat sebuah pikiran masuk dikepala nya ,dia takut jika Sandres amnesia. Tapi apa bisa hanya jatuh seperti itu langsung amnesia ,karin masih melihat wajah Sandres dengan tatapan yang menyelidik.
"Kau tau siapa nama mu kan?" tanya Karin dengan gugup
"Hmmm...." jawab Sandres yang menatap ke arah Karin dengan bingung,tapi kemudian dia tersenyum
"apa dia pikir aku kehilangan ingatan ? aku bisa bermain sedikit dengan nya" batin Sandres
"hei....kau ingat nama mu Δ·an ?" tanya Karin yang merasa khawatir
"ya....sandres" jawab Sandres dengan pelan
"oh....syukur lah,aku pikir kau amnesia " ucap karin dengan menghela nafas nya lagi
"karin....kau terlihat semakin cantik dan berisi,eh...kenapa aku ada dikamar mu ?" tanya Sandres yang sudah merasa lebih baik, kepala nya terasa dingin karena diolesi dengan gel untuk obat luka.
Karin mengernyitkan dahi nya, dia menatap ke arah Sandres dengan tatapan bingung. Dia dan Laras memang suka membaca novel atau pun menonton film romantis bersama,tapi tidak pernah berpacaran sama sekali. Laras karena memang menyukai kedua nya ,sedangkan karin hanya menemani kakak kesayangan nya saja.
"Ssshhttt....kepala ku,dimana laras dan papa? tadi kami pergi bersama dan Laras tertidur aku keluar lebih dulu dan....dan...aku ngak ingat lagi ssshhttt " jelas Sandres yang memegang kening nya, dia berpura-pura sakit
"kak....kau serius hanya ingat itu saja ? tadi kau dikamar ku dan kita...anu...itu Hmmm kau aaahhh sudah lah" ucap karin dengan gugup karena Sandres menatap nya dengan tatapan datar nya, Sandres pandai sekali bersandiwara.
"kita kenapa ?apa aku melakukan sesuatu yang membuat mu sakit atau luka ? apa yang aku lakukan hhmmm ?ssshhttt sakit " tanya Sandres dan memegangi kepala nya lagi,dia berpura-pura sakit karena kepala nya saat ini sudah merasa lebih baik dari sebelum nya.
__ADS_1
"sudah lah ,jangan di ingat-ingat lagi. Sekarang ayo kita keluar,sebentar lagi mama dan papa pasti akan pulang. Aku ngak mau mereka melihat kita berdua berada dikamar ini " ucap Karin dengan kesal.
"kenapa kau terlihat kesal sekali ? apa aku membuat mu kesal ?" tanya Sandres,dia ingin memancing karin untuk menceritakan apa yang mereka lakukan tadi tapi seperti nya karin malu karena tiba-tiba wajah nya memerah.
"tidak ada,ayo keluar dan hhmmm ngapain kakak ikut kesini bersama dengan kak laras?" jawab karin,dia mencoba mengalihkan pembicaraan mereka agar dia tidak merasa canggung .
"Maafkan aku,aku ingin memperbaiki semua nya . Aku akan menceraikan laras dan menikahi mu,tapi aku akan membuat konfirmasi lebih dulu pada para media kalau hubungan ku dan Laras hanya lah sebuah salah paham juga hubungan ku dengan papa david yang telah mengadopsi diriku " jelas Sandres yang kini berkata dengan jujur.
"aku ngak mau,kau tau. Kak laras mencintai mu,aku ngak akan mengambil miliknya dan membuat nya sakit hati" jawab karin dengan mata yang masih melotot juga kesal pada Sandres karena memikirkan hal yang tidak berguna seperti ini, bukan nya membuka hati pada kakak nya saja .
"dia tidak mencintai ku,dia mencintai papa david" ucap Sandres dengan pasti tapi karin tidak percaya.
"kak laras mengatakan nya pada ku dengan jelas,kau hanya perlu mencintai kakak ku dan hidup dengan bahagia bersama nya " ucap karin dengan tegas,dia memang melihat david menggendong laras. Tapi dia yakin jika yang menyukai laras hanya lah david bukan laras ,karena laras pernah mengatakan kalau dirinya sangat mencintai Sandres dan ingin menjadi istri dari pria itu .
"Kau salah,aku ssshhhtt" ucap Sandres yang ingin menjelaskan semua nya tapi tiba-tiba dia merasakan kepala nya terasa perih, mungkin karena dia terlalu ketakutan ditolak oleh karin lagi.
"sudah lah,ayo kita keluar . Aku ngak mau membuat kak laras sedih dan salah paham" ucap karin dengan cepat,dia pun berdiri dan berjalan meninggalkan kamar nya.
Mau tak mau Sandres pun mengikuti nya ,dia berjalan dibelakang karin dengan perlahan hingga menuju ke dapur dan tak lama kedua orang tua Laras pun kembali.
bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ
__ADS_1