GAIRAH SANG MERTUA

GAIRAH SANG MERTUA
chapter 47


__ADS_3

🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳


David langsung memeluk tubuh laras dengan erat,dia masih ingin berlama-lama dengan laras. Melihat laras yang ketakutan diketahui orang tua nya, membuat wajah Laras terlihat menggemaskan bagi david.


"biarkan saja,biar kita dinikahkan " bisik david dengan lembut ditelinga laras.


"kamu mau kan menikah dengan aku?aku ingin segera memiliki mu sayang " ucap David lagi didalam pelukan laras


Laras melotot,dia bingung harus jawab apa tapi dia juga ingin selalu bersama dengan papa mertua nya ini. Gairah yang dia lihat saat dikamar david waktu itu membuat laras ingin menggantikan alat yang seperti miliknya ,yang bergerak-gerak diatas tubuh david . Tapi dia malu untuk mengakui nya ,laras pun mengalihkan pembicaraan mereka.


"Pa....ayo kita keluar,aku ngak mau nanti papa dan mama mikir yang ngak-ngak" ucap Laras yang sudah mendorong tubuh david dengan pelan,dia menatap ke arah David yang sedikit kecewa.


"kamu ngak mau nikah sama aku ? apa karena aku duda?" tanya David yang merasa kecewa,dia melihat wajah Laras yang ketakutan ketauan oleh kedua orang tua nya. Berarti laras memang belum serius ,david hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar.


"ya sudah,kita keluar saja kalau begitu. Jangan sampai kita dinikahkan,aku ngak mau menikah dengan wanita yang ngak bisa menerima ku " ucap David sambil berusaha untuk tersenyum.


"kita sudah di suruh ke dapur sekarang,papa disuruh bangunin kamu tadi " ucap David yang sudah berbalik ke arah pintu kamar nya .


David berdiri dan memilih untuk keluar dari kamar nya laras ,dia melangkah menuju meja makan dimana semua orang sudah menunggu mereka . Sedangkan laras masih bengong,dia merasa bersalah pada David yang kembali normal.


Laras pun berjalan dengan cepat menuju meja makan mengikuti langkah kaki david,tadi nya dia ingin mengejar david dan meminta maaf karena tidak bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh david tadi.


"sudah bangun?ayo makan,setelah ini kita kumpul dihalaman belakang. Ada yang ingin papa bicarakan dengan kalian semua " ucap papa laras

__ADS_1


David sudah duduk didekat Sandres,dia bersebelahan dengan laras karena memang mereka disediakan dua bangku sekaligus dan hanya itu yang kosong. David mengambil makanan nya sendiri,wajah nya terlihat datar dan tak bersemangat . Tidak seperti yang sebelumnya saat dia baru saja ke kamar nya laras,papa laras memperhatikan ekspresi david.


"makan yang banyak david" ucap papa nya laras ,dia melihat wajah david berubah saat keluar dari kamar. Apalagi david keluar lebih dulu,walaupun laras mengikuti nya dari belakang.


"terima kasih paman" jawab David dengan senyuman tipis nya


Mereka makan dengan tenang,sesekali laras mengambilkan makanan untuk david seperti saat dia mengambilkan makanan untuk Sandres dulu . David hanya diam dan menerima nya dengan wajah datar nya saja ,semua orang memperhatikan Laras dan David.


"saya sudah selesai makannya,terima kasih tante. Makanan nya enak " ucap David dengan ramah dan sopan


"sama-sama,sering main kesini biar bisa makan bareng kami lagi . Apalagi kalau kamu jadi menantu tante ,pasti tante buatin makanan yang enak setiap hari nya " jawab mama nya laras dengan semangat.


"Maaf tante,saya ngak mungkin bisa jadi menantu tante karena anak-anak tante ngak mungkin mau sama pria tua dan duda seperti saya " ucap David dengan senyuman yang di paksa kan .


David berdiri dan berjalan beriringan dengan papa nya Laras,mereka menuju halaman belakang rumah laras. Disana ada taman bunga milik mama nya laras yang selalu bisa menyajikan mata, makanya papa laras memilih disini .


"Hmmm....paman,saya mau ke mobil dulu . Ada yang ingin saya ambil sebentar " ucap david dengan ramah, papa laras pun menganggukan kepala nya dengan pelan .


David menuju mobil nya ,dia mengambil rokok yang biasa dia letakan di laci dashboard nya karena memang selama ini dia membeli dan meletakan nya disana . Jika dia sering merasa pusing dan ada masalah maka dia akan menyalurkan nya dengan merokok,walaupun tidak mengurangi masalah nya tapi setidak nya dia merasa lebih baik .


Setelah mengambil rokok nya,david pun berjalan menuju halaman belakang dan duduk berjauhan dari papa nya laras. Membuat papa nya laras bingung,kemudian dia mengerti karena memang david ingin merokok dan tidak mengganggu pernafasan orang disekitar nya.


"ada apa ?apa kalian ada masalah ?" tanya papa Laras,dia tau bagaimana david selama ini.

__ADS_1


Selama menjadi tetangga nya dulu,david sekali-sekali memang sering merokok jika ada masalah dengan pekerjaan nya . Jadi papa nya laras sangat tau kalau saat ini david memang ada masalah dan pasti berhubungan dengan laras,karena saat pertama kali bertemu tadi. Wajah David terlihat bersinar,tapi saat dia keluar kedua kali nya terlihat jelas kalau david sangat marah dan kesal.


"ngak ada apa-apa kok paman,hanya masalah perusahaan saja " jawab David dengan senyuman tipis nya.


"jadi bagaimana hubungan mu dengan laras hhmm? kapan kalian akan menikah ?" tanya papa Laras dengan tatapan serius nya .


"kami ngak ada hubungan apa pun paman,jadi ngak akan pernah menikah " jawab David dengan tenang


"kalian sudah tidur bersama,pasti nya kalian sudah melakukan nya . Jangan bilang kau tidak ingin bertanggung jawab pada anakku " ucap papa laras dengan tegas


"Maaf paman,tadi laras ketiduran di mobil. Jadi saya mengangkat nya dan membawa nya ke kamar nya,mungkin saya kelelahan sehingga tidur di samping laras. Saya belum menyentuh laras,anda bisa tanya kan sama laras atau kita bisa periksa mengenai keperawanan laras di rumah sakit " jelas David dengan tegas juga


Papa laras hanya bisa menelan saliva nya dengan susah payah,dia tidak ingin kehilangan kesempatan memiliki david sebagai menantu nya. Tapi sebenar nya ada apa ,kenapa david terlihat marah sekali.


Laras mendengar semua nya, dia membawa nampan dan berjalan mendekati david dan meletakan nampan berisi cemilan di atas meja. Laras duduk disamping david membuat david berdiri, dia masih memegang rokok .


"Maaf paman,saya kedepan dulu . Ingin menghabiskan ini " ucap David yang berdiri membuat laras cemberut.


David berjalan meninggalkan mereka,laras langsung mendapatkan tatapan tajam dari papa juga mama nya. Mereka yakin semua nya pasti ada hubungan nya dengan laras,makanya david bersikap ketus dan tidak bersemangat seperti biasa nya


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2