GAIRAH SANG MERTUA

GAIRAH SANG MERTUA
chapter 48


__ADS_3

☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Laras memperhatikan david yang berjalan menuju pintu samping,laras tau kalau david akan duduk diteras depan tapi jalan dari samping rumah nya . Laras pun ikut berdiri dan mengejar david dari belakang,dia ngak mau nanti nya jadi di marahin oleh kedua orang tua nya .


"Pa....papa david " teriak laras dengan cukup kencang tapi david hanya berjalan saja tanpa perduli panggilan laras


David duduk diteras depan sambil merokok,dia tidak perduli dengan laras yang ikut duduk disamping nya. Tatapan mata david cukup tajam dan mengerikan menurut laras,tapi dia ingin membuat david tidak marah lagi pada nya .


"pergi lah,disini bau asap rokok " ucap David yang langsung mengalihkan pandangan nya dari laras,dia ngak bisa berlama-lama menatap laras karena dia pasti akan luluh dengan wajah Laras yang cantik menurut nya.


Laras tidak memperdulikan ucapan david,dia mengambil kotak rokok milik david yang diletakan di atas meja. Membuat david menatap ke arah nya lagi dengan bingung,laras mulai mengeluarkan satu rokok dan membakarnya tanpa meletakan nya dimulut nya .


Dengan cepat laras menghisap nya membuat david langsung menarik rokok itu dari tangan dan mulut laras,dia merasa terkejut juga marah pada Laras karena merokok.


"uuuhhuuuk...uuuuhuuuk"


Laras memukul dada nya,dia tidak pernah merokok sehingga dada nya terasa seperti sesak . David pun langsung mengelus punggung laras dengan pelan ,membuat laras merasa sedikit lega.


"kenapa merokok?aku ngak suka dengan pria yang merokok,kau tau itu pak tua " bentak laras dengan lirikan yang sinis

__ADS_1


"ngak ada hubungan nya dengan mu,kau juga ngak perlu menyukai ku . Aku memang pria tua,aku sadar akan hal itu jadi kau ngak perlu dekat dengan ku. Pergi lah,aku ngak akan lama disini " jawab David dengan ketus juga


"ha...ha...ha..."tawa laras menggelegar di teras depan,hingga terdengar ke halaman belakang.


David mengernyitkan dahi nya cukup dalam saat melihat laras malah tertawa dengan renyah nya,dia suka melihat tawa laras hanya saja kenapa malam ini laras malah bersikap tak pernah terjadi apa pun .


Laras berdiri dan mendekati kursi david yang duduk disebelah nya ,mereka dipisahkan oleh meja. Laras menggeret kursi nya hingga berada tepat didepan kursi david membuat david bingung


"ada apa laras?jangan mendekat,aku abu hhmmmpp...." ucap David yang langsung terdiam saat Laras menangkup wajah nya dengan kedua tangan nya kemudian dia mellumat bibir David dengan lembut dan pelan.


Mata david melotot,dia baru sadar kalau mereka sedang berada di teras depan laras. David langsung mendorong tubuh laras dengan pelan,wajah nya sudah memerah. David sudah seperti seorang wanita yang malu ,david menatap ke arah Laras dengan tatapan bingung nya .


"Kau jangan bicara yang tidak-tidak, aku memang pria tua yang sudah duda. Kamu masih bisa mencari pria yang seusia mu,jangan memaksakan hati mu untuk menerima ku. Aku ngak apa-apa kok,aku juga ngak marah hanya ada sesuatu dihati ku yang mengganjal dan ingin aku buang jauh "ucap David,dia hanya ngak mau nanti nya laras malah menganggap nya marah walaupun sebenar nya dia juga marah dengan keadaan nya.


Laras tersenyum dan menganggukan kepala nya,dia mengambil kembali rokok yang lainnya karena rokok yang dia bakar tadi sudah dibuang oleh david.


Melihat hal itu,david langsung mengambil rokok dari tangan laras dan melototi laras yang hanya tersenyum saja . Dia tidak suka melihat wanita merokok,walaupun laras bukan lah wanita nya nanti nya .


"kenapa ? aku akan menemani mu merokok,jadi aku ngak akan berhenti jika kau masih merokok" ucap Laras dengan santai nya ,dia ingin mengambil rokok itu lagi dari tangan david tapi david langsung meremas kotak rokok itu dengan cukup kuat sehingga semua rokok yang ada didalam nya langsung hancur. Hal itu membuat laras semakin tersenyum lebar,dia mengecup bibir David dengan cepat

__ADS_1


cup


"makasih sayang, jangan pernah merokok lagi . Jika tidak,aku akan menemani mu merokok " ucap Laras yang kini sudah duduk dipangkuan david karena kursi yang tadi dia letakan didepan david sudah dia kembalikan ke tempat asal nya


Kedua tangan laras sudah melingkar dibelakang leher david, dia kembali memagut bibir David tanpa perduli sekitar nya. Dia akan memberikan yang terbaik pada david,dia ingin segera menikah dengan david tapi rasa nya ngak mungkin karena kehamilan karin pasti akan besar nanti nya


"ayo kita menikah ,aku ingin bersama mu selama nya " ucap David dengan pelan,dia sudah melepaskan bibir nya yang menyatu dengan bibir laras


Nafas nya sudah memburu,ingin sekali dia te lan ja ngi tubuh laras saat ini tapi hal itu ngak mungkin dia lakukan karena mereka berada didepan rumah laras . Semua orang pasti akan melihat tubuh laras juga nanti nya ,david ngak akan rela jika ada yang melihat tubuh laras.


"ya....ayo kita menikah,tapi aku ingin menanyakan pendapat karin lebih dulu. Aku ngak mau perut hamil membesar lebih dulu,dia juga harus menikah dengan Sandres kan " ucap Laras dengan pelan ,dia juga ingin sekali di sentuh oleh david seperti sebelum nya .


Rasa nya nagih buat laras,pelayanan yang diberikan oleh david membuat nya ingin lagi dan lagi. Dia begitu ingin mengulangi malam itu, tapi mana mungkin mereka melakukan nya disini.


"aku akan mengatakan pada papa mu,kita akan menikah jika karin mengijinkan nya. Aku akan meminta nya dengan baik,aku sudah keterlaluan tadi tapi aku hanya tidak ingin kau terpaksa menerima pria tua dan duda seperti ku ini" ucap David yang memang terlalu kekanak-kanakan tadi nya, dia juga ngak tau kenapa dia melakukan hal itu hanya saja dia memang merasa kesal tadi


"kita akan mengatakan nya,setelah aku berbicara dengan karin. Aku ingin minta pendapat nya mengenai hal ini,aku rasa karin belum menerima Sandres karena masih berpikir kalau aku masih mencintai Sandres " ucap Laras dengan tenang, tapi mata david masih menelisik wajah Laras yang terlihat manis


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2