GAIRAH SANG MERTUA

GAIRAH SANG MERTUA
chapter 53


__ADS_3

🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳


Karin tidak ingin mengijinkan Sandres untuk menginap dikamar nya ,dia yakin jika Sandres ngak akan berani melakukan apa pun pada nya hanya saja dia tidak bisa menjamin diri nya tidak melakukan sesuatu pada Sandres.


Hormon kehamilan nya membuat nya bisa berbuat nekat untuk memaksa Sandres bercinta dengan nya,makanya dia ingin menjauhi Sandres walaupun dia yakin kalau Sandres ngak akan mau menjauh dari mereka


Karin memperhatikan wajah Sandres,dia merasa kasihan pada Sandres. Apalagi mereka ngak akan bertemu selama seminggu ,tapi dia juga takut jika nanti dia akan menerkam Sandres lebih dulu


"pliiiss....aku mohon,ijinkan aku tidur bersama anakku . Besok pagi kau ngak akan melihat ku saat bangun pagi ,aku akan pergi pagi -pagi sekali " ucap Sandres lagi dengan nada yang masih memohon.


Karin menghela nafas nya dengan kasar,dia harus menahan hasrat nya malam ini. Semoga saja dia bisa,doa karin dalam hati . Dia harap dia bisa menahan nya agar tidak menyerang Sandres lebih dulu,dia ngak mau kalau Sandres akan mendapatkan kenikmatan dengan cara yang tak terduga.


"Baiklah,tapi aku ngak janji bisa membuat mu tidur dengan tenang " jawab Karin yang sudah menghela nafas nya lagi dan lagi .


"Kenapa? Aku pasti akan tidur dengan tenang kok,memang nya kau mau apa?" tanya Sandres yang penasaran.


Sandres antara senang dan takut,dia takut jika dia akan mendapatkan tendangan lagi tapi dia juga berharap kalau hormon kehamilan karin meningkat agar dia bisa menyalurkan hasrat nya yang terpendam selama ini. Walaupun tadi siang dia sudah mengeluarkan nya, dia ingin lagi .


Bagi Sandres, milik karin tak pernah membosankan dan membuatnya ketagihan. Dia menatap wajah karin cukup lama,memberikan senyuman manis yang selalu bisa membuat wanita mana pun terhipnotis tapi mungkin tidak akan mempan untuk karin.


"Sudah lah,kau tidur di sofa" ucap karin yang masih menahan libido dalam diri nya.

__ADS_1


"Kenapa tidur di sofa ?aku ingin tidur didekat mu dan memeluk nya " ucap Sandres dengan manja sambil menunjuk perut karin yang terlihat menggoda nya padahal tidak terlihat sama sekali


Karin memakai piyama yang longgar,tapi tetap saja bentuk tubuh nya terlihat seksi dimata Sandres. Dari dulu Sandres sudah begitu tergila-gila dengan karin,tapi rasa takut dalam dirinya mampu membuat nya menatap dari jauh saja.


"kalau kau tidak mau,kau bisa keluar dan kembali ke kamar mu " bentak karin yang sudah naik ke atas tempat tidur nya, dia merebahkan tubuh nya dan menarik selimut untuk menutupi nya .


Sandres hanya bisa menghela nafas nya dengan kasar dan hal itu didengar oleh karin,karin menahan tawa nya dan tersenyum tipis tanpa Sandres tau. Dia menahan hasrat dan gairah nya untuk tidak menerkam Sandres,dia berusaha memejamkan mata nya tapi tak bisa.


Kemudian karin membalikan tubuh nya ke arah Sandres, dia ingin melihat apa yang di lakukan oleh Sandres. Sial nya,mata karin bukan nya semakin terpejam tapi semakin membesar. Air liur nya sudah hampir keluar,menetes dari bibir nya jika saja dia tidak menutup mulut nya dengan cepat.


Sandres membuka kaos yang di pakainya, dia merapikan bantal sofa dan menyusunnya agar dia bisa tidur diatas nya dengan tenang . Sandres memilih untuk mengalah,dia akan tidur di sofa dan berniat naik ke atas tempat tidur saat karin tidur nanti.


"Hah?aku terbiasa tidur seperti ini ,apa aku mengganggu mu ?" tanya Sandres yang merasa bingung melihat ekspresi wajah karin ,dia memang terbiasa tidur dengan bertelanjang dada dan memakai boxer saja.


Menurut nya tidur seperti itu lebih nyaman,walaupun AC diruangan itu dingin tapi dia terbiasa akan hal itu dan hanya menyelimuti tubuh nya saja dengan selimut.


"selamat malam sayang,mimpi indah " ucap Sandres sambil tersenyum manis,membuat karin semakin tak bisa memejamkan mata nya


Sandres merasa benar-benar lelah,dia akan tidur sebentar sebelum nanti nya bangun dan pindah ke atas tepat tidur milik karin tapi belum lagi tertidur dengan nyenyak nya. Dia merasakan sesuatu menutupi tubuh nya ,dia membuka mata nya secara perlahan .


"karin....hhmmm kenapa belum tidur ? " tanya Sandres yang merasakan hangat di dada nya karena ditutupi oleh selimut tebal

__ADS_1


"Kau pasti akan kedinginan,pakai selimut ini dan tidur lah " ucap karin dengan cepat,kemudian dia naik kembali ke atas tempat tidur.


"Terima kasih sayang ,selamat tidur dan mimpi indah " jawab Sandres yang kembali memejamkan mata nya yang sudah sayu


Sandres benar-benar sangat kelelahan,dia memejamkan mata nya dengan cepat apalagi ada aroma tubuh karin yang membuat nya tenang . Selama beberapa hari ini Sandres sulit untuk tidur,dia bahkan berniat mencuri satu baju dan parfum milik karin agar bisa dia bawa tidur dengan nya jika karin tidak bersedia menikah dengan nya.


Nafas Sandres sudah teratur,dia tidur dengan tenang dengan tangan yang terlipat di dada nya . Wajah nya terlihat damai dan tampan, membuat karin kembali turun dari tempat tidur nya .


Karin tidak bisa tidur sama sekali,libido nya sudah naik. Melihat Sandres yang tertidur dengan lelap membuat nya semakin bersemangat untuk menyentuh nya,karin berjalan mendekati sofa dan menyentuh batangan milik Sandres dari atas selimut nya


"besar,padahal belum juga bangun" gumam karin


Sandres masih terlelap,menikmati tidur nya yang nyaman . Karin yang sudah tak tahan lagi,akhirnya menyelinap dibalik selimut yang menutupi tubuh Sandres. Mengeluarkan batangan milik Sandres dari balik boxer nya,kini batangan itu sudah sepenuh nya di genggaman tangan nya.


Karin memasukan nya ke dalam mulut nya dan menjilati nya seperti es cream,menikmati nya sambil memejamkan mata nya . Menghirup aroma milik Sandres yang memiliki aroma yang khas,membuat nya semakin ingin menyatukan nya saja. Karin terus memainkan lidah nya dan mulut nya disana hingga batangan milik Sandres berdiri dengan tegak, karin sudah tersenyum menatap batangan milik Sandres yang sudah membesar di bawah selimut.


Sandres menggeliatkan tubuh nya dengan pelan ,dia merasakan sesuatu yang nikmat dibawah sana hingga akhirnya dia membuka mata nya secara perlahan . Mata nya benar-benar masih mengantuk tapi batangan miliknya sudah berdiri dengan tegak nya, sentuhan dan permainan yang dia pikir hanya mimpi sehingga dia membuka mata nya dengan perlahan saja.


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2