
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Sandres menemani mama nya tidur, dia memeluk tubuh mama nya dengan erat. Air mata nya mengalir melihat sekeliling nya, banyak foto-foto nya saat masih bayi . Semua nya menempel di dinding kamar itu,apalagi dia melihat sendiri bagaimana keadaan mama nya setelah kepergian nya. Seperti yang dijelaskan oleh Papa nya.
Sementara beberapa jam sebelum Sandres datang kerumah marco,karin sudah dibawa ke sebuah markas mafia. Disana sudah ada beberapa orang yang memang selalu standby,entah menunggu apa yang jelas semua nya berada disana.
"Siapa ini ? Wanita yang kau sukai hah?" tanya salah satu pria yang sudah berada disana dari tadi.
Sandi berjalan masuk sambil menggendong tubuh karin tanpa menjawab ucapan teman nya itu,semua orang memperhatikan wajah dan tubuh karin yang terbilang seksi dan cantik. Sandi tidak perduli dengan mata teman nya, dia memang berniat memgambil kesucian karin karena merasa kesal .
Sandi menyukai karin dan mencintai nya ,dia terobsesi dengan karin yang pintar bela diri dan ingin memiliki karin seutuh nya . Tapi karin tidak pernah menganggap nya dan memukuli nya beberapa kali saat dia ingin memaksa karin untuk bercinta dengan nya, sandi merasa terhina karena ditolak oleh karin.
Sandi merupakan pria yang cukup tampan,dia tidak terima dengan penolakan yang di berikan oleh karin makanya dia ingin membuat karin merasakan sakit yang dia rasakan. Dia akan membuat karin malu,dia memang berniat untuk mengambil kesucian karin dan memberikan tubuh karin pada semua teman nya yang merupakan anggota mafia juga.
Brraaak
__ADS_1
"ikat dia" perintah sandi pada teman nya yang ada didalam sebuah kamar,dia meletakan tubuh karin diatas sebuah kursi dengan cukup keras tapi karin tidak bangun juga karena pengaruh obat bius yang diberikan oleh sandi.
"lebih baik kita lakukan sekarang saja san, aku dah ngak tahan ni" ucap teman nya yang lain,dia memperhatikan wajah dan bagian tubuh karin yang menonjol.
"aku ingin dia melihat dan merasakan nya,aku ngak mau melakukan nya begitu saja. Dia harus menikmati apa yang akan kita lakukan pada nya nanti " jawab sandi dengan santai,dia meraih sebatang rokok dan menghisapnya sambil menatap ke arah tubuh karin yang sudah terikat didepan nya.
Setengah jam berlalu,karin mulai membuka mata nya secara perlahan. Tubuh nya terasa sakit ,mungkin karena dihempaskan oleh sandi begitu saja di salah satu bangku disana.
"eenngghh "
"hai sayang,kau sudah bangun?" tanya sandi dengan senyuman manis dibibir nya,dia menatap mengejek ke arah Karin yang terdiam dan mengamati sekeliling nya. Dia tidak tau berada dimana ,apalagi dia berada di sekeliling para pria.
Kalau saja sandi dan teman nya tidak bermain curang ,dia bisa menghajar semua yang ada disana. Tapi saat ini dia yakin kalau sandi akan melakukan sesuatu yang tak baik pada nya ,sehingga dia hanya bisa menunggu apa yang diinginkan oleh sandi.
"seperti nya kau sudah siap ya ,baiklah. Kami akan melakukan nya dengan pelan,jangan takut . Kami yakin kau akan menikmati nya sayang " ucap sandi lagi ,dia berjalan mendekati karin dengan santai.
__ADS_1
Karin tidak merasa takut ,dia yakin kalau Sandres akan mengetahui nya karena sekuriti yang ada diperusahaan ngak mungkin akan diam saja. Tatapan nya masih mengarah pada Sandi yang sudah mulai menarik dagu milik karin ,dia menatap mata karin yang menatap nya dengan tajam .
Sandi ingin mencium karin dan mulai melakukan nya dengan tenang,kemudian dia akan memberikan tubuh karin pada teman nya yang sudah menunggu disana.
Saat wajah sandi sudah hampir mendekati bibir karin,tiba-tiba pintu didobrak dari luar dengan cara kasar. Semua yang ada disana menatap ke arah pintu itu dengan tatapan terkejut,mereka tidak menyangka jika ketua mafia yang ada disana sudah berdiri dengan wajah sangar nya.
Braaak
Sandi yang terkejut tak jadi melanjutkan keinginan nya,dia melepaskan dagu karin dan menjauh dari sana. Dia ngak tau kalau ketua mafia mereka akan datang ke markas kecil mereka,biasanya ketua mafia itu akan mengutus seseorang atau bahkan dirinya saja.
Terkadang,sandi yang mendatangi ketua mafia itu. Dia merupakan tangan kanan nya ketua mafia itu,makanya hampir semua yang ada disana tunduk pada nya.
Sandi berjalan mendekati bos nya,dia tersenyum menatap ke arah mereka dengan tenang. Dia tau kalau tatapan mata bos mafia nya sangat berbeda,tapi dia tetap berusaha untuk tetap tenang .
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘