
❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Laras mengerti apa yang dipikirkan oleh mama nya, tapi tidak dengan papa laras. Dia masih menunggu penjelasan dari sang istri,karena memang mengenai kehamilan sudah sangat lama sekali tidak terjadi di dalam keluarga mereka sehingga papa nya laras masih bingung .
"wanita hamil juga butuh perhatian yang lebih pa,nanti saat Laras hamil. David juga akan melakukan hal yang sama,papa ngak ingat gimana mama hamil dulu hhmm...." jelas mama karin dengan mata yang sudah mulai melotot ke arah suami nya
Ingatan mengenai kehamilan sang istri pun terbayang dikepala nya ,kemudian dia menganggukan kepala nya dengan cepat. Tapi dia merasa tidak senang jika Sandres yang belum menikah dengan anak nya harus tinggal bersama disini,dia merasa ngak suka akan hal itu.
"kalau begitu,lebih baik mereka menikah saja dulu . Jangan malah tinggal bersama seperti ini " ucap papa karin yang tidak setuju dengan hal itu,karena dia yakin kalau itu yang diinginkan oleh Sandres.
"aku juga setuju jika kami menikah saja pa,aku akan menerima apa pun keputusan nya asalkan tetap bersama dengan mereka" ucap Sandres dengan semangat,Sandres yakin kalau kedua orang tua karin akan menikahkan mereka .
"aku belum siap pa,sebaiknya seperti yang mama pikirkan saja pa . Jika aku sudah siap,maka aku akan mengatakan nya secara langsung " jelas karin dengan santai,dia berdiri dan berjalan menuju kamar nya.
Sandres menghela nafas nya dengan kasar,dia pikir semua nya akan mudah tapi seperti nya jalan didepan nya akan semakin sulit. Dia harus bisa menaklukan hati karin lebih dulu agar bisa terus bersama dengan karin,hati nya merasa sedikit sedih mendengar ucapan karin tapi dia tetap akan berusaha untuk membuat karin percaya.
Sandres mengakui kalau dirinya memang terlalu bodoh,harus nya dia tidak mengikuti kata alex dulu . Rasa penyesalan memang selalu hadir belakangan,membuat nya semakin merasa bersalah dengan diri nya sendiri.
Laras dan David hanya bisa mengangkat kedua bahu nya saat Sandres melihat ke arah mereka,dia meminta bantuan dari kedua nya tapi tak ada yang bisa dilakukan oleh laras dan david.
David yakin kalau nanti nya hati karin akan terbuka oleh Sandres,hanya tinggal menunggu waktu saja sedangkan dirinya. Dia sudah tak sabar lagi melepaskan hasrat nya yang sudah dia pendam selama ini,dia ingin segera menikahi laras.
__ADS_1
Gairah dalam diri nya sudah tak bisa di bendung lagi,dia merasa sangat bahagia dan ingin menyalurkan nya segera mungkin. Selama ini dia tidak pernah sekali pun bermain dengan wanita setelah istri nya meninggal,dia selalu menyibukkan diri dengan bekerja .
Jika david ingin ,maka dia akan memainkan batangan miliknya sendiri dengan tangan atau alat yang dia beli. Dia ingin sekali merasakan milik Laras,tapi mungkin saat malam pertama mereka nanti .
"Jadi kapan kalian akan menikah ?" tanya papa Laras dengan tatapan tegas pada david.
"saya mau nya besok,kalau laras bersedia " jawab David tanpa perduli kalau Laras sudah melototi nya dengan wajah yang memerah .
Papa laras hanya menganggukan kepala nya dan tersenyum tipis,dia tau kalau david takut jika laras berubah pikiran . Apalagi sudah cukup lama david menduda,pasti nya dia sudah tak tahan ingin bercinta dengan wanita.
"kalau begitu kalian urus saja,mama dan papa tinggal terima kabar nya . Sekarang kalian bisa istirahat lagi" ucap papa laras dengan tenang,kini dia merasa senang dan cukup lega mendengar kalau Laras dan David akan menikah hanya tinggal karin dan Sandres saja .
Jika saja awal nya Sandres tidak melakukan hal yang tak pantas dengan alex,mungkin dia akan memaksa karin untuk menikah dengan Sandres. Tapi papa laras sudah merasa kesal dan marah,bukan hanya laras yang disakiti oleh Sandres tapi juga karin.
Malam semakin larut,david berada didalam kamar nya. Dia membawa alat kenikmatan yang biasa dia gunakan dirumah,dia memang sering membawa nya kemana pun sehingga jika dia ingin maka dia akan melakukan nya sendiri.
Kamar di rumah kedua orang tua Laras cukup lah banyak,sehingga david dan Sandres memiliki kamar masing-masing. Mungkin setelah menikah,maka mereka akan tinggal dikamar karin juga kamar nya laras.
Sandres berjalan dengan lesu dan lemas kedalam kamar nya,dia merasa sangat tidak bergairah dan bertenaga. Ucapan dan keputusan dari karin masih terngiang di telinga nya, dia hanya bisa menerima semua nya. Walaupun Sandres akan tinggal dirumah itu,tapi dia juga tidak akan bertemu dengan karin selama beberapa hari dalam seminggu karena dia harus mengurus perusahaan.
"sabar lah,wanita hamil memiliki hormon yang cukup besar. Dia akan meminta mu untuk tetap bersama nya nanti ,mama yakin " ucap mama karin dengan senyuman yang lebar
__ADS_1
Sandres menganggukan kepalanya ,dia sedikit bersemangat mendapatkan dukungan dari mama nya karin . Dia tau kalau mama nya karin hanya ingin membuat nya senang sebentar saja,tapi ngak masalah yang penting mama nya karin sudah setuju .
Tok...tok....tok...
Sandres memilih untuk ke kamar papa nya lebih dulu,dia berniat untuk menginap bersama papa nya karena memang dia merasa sangat butuh teman bicara saat ini.
Ceklek
"ada apa ? kenapa ngak ke kamar mu dan istirahat saja " ucap David dengan ketus,saat ini dia benar-benar ingin mengeluarkan hasrat nya yang terpendam ,apalagi dari tadi laras membuat nya semakin menggila.
Laras selalu meraba dan mengelus batangan miliknya dari bawah meja saat mereka makan tadi,padahal saat itu dia sedang marah. Bahkan laras duduk diatas pangkuan nya saat diteras,hal itu dari tadi terus dia tahan hingga kini dia ingin mengeluarkan nya sambil membayangkan wajah Laras yang kenikmatan saat dia sentuh.
"pa.....aku butuh teman ,aku ingin menginap disini " jawab Sandres membuat david melotot
"ngak....papa ingin tidur sendiri,kamu tidur dengan karin saja sana " ucap David dan langsung menutup pintu kamar nya
Braaak
Sandres terkejut dan mengelus dada nya,dia merasa semakin bingung. Mana mungkin dia menginap dikamar karin,yang ada dia bakal di berikan tendangan seperti tadi lagi .
Dengan menghela nafas nya secara kasar,Sandres pun berjalan menuju kamar nya tapi kemudian dia memiliki ide untuk bisa tidur dengan karin . Senyuman mengembang dibibir Sandres, dia pun menuju kamar karin .
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘