Gang: The Endless Alley

Gang: The Endless Alley
Terkutuk


__ADS_3

Thomas menyelamatkan diri dari kejaran sepasukan monster yang menghambur dari ruangan baja. Dia masuk ke dalam lubang udara tapi kali ini lubang itu tak mengisapnya. Dia merangkak menuju tempat aman dan berharap tak ada yang membunuhnya kelak.


Sebuah cahaya neon tampak dari lubang ventilasi. Setelah memastikan aman, dia muncul dari lubang. Dirinya tiba di suatu tempat dengan rak-rak yang berjajar di atas ruangan seluas 100 meter persegi. Buku dan berkas-berkas saling bertumpuk di atas rak-rak tersebut.


Dia menengok dan mengambil sebuah berkas dari salah satu rak.


"Apa ini?" tanyanya sendiri membuka map bertuliskan Cielo Project.


Di dalamnya tertulis ratusan proyek rahasia pemerintah yang tak pernah dia ketahui. Thomas hanya mengetahui beberapa proyek rahasia di Ozzone, salah satunya mengenai Martyr dan Godevil Project. Dirinya baru tahu bahwa Ozzone menyimpan sederet sejarah kelam di dalamnya. Proyek terlarang yang tak pernah diketahui dunia.


Dalam buku itu tertulis bahwa Kie Light Biohazard Group sebagai penanggung jawab atas Ozzone memiliki misi yang terbagi dalam dua kategori. Proyek umum dan proyek khusus.


Yang termasuk proyek umum adalah penciptaan senjata perang, baik senjata api, senjata biologis, dan senjata kimia. Penelitian terhadap obat-obatan, virus, gas dan eksperimen umum di bidang kedokteran. Tapi, dalam proyek khusus tersebut ada sederet nama-nama proyek terlarang yang melibatkan hewan, manusia dan iblis?


Thomas menggeleng tak percaya.


Jadi makhuk-makhluk yang dia temui adalah benar ciptaan mereka?


Tapi untuk apa mereka menciptakannya?


Godevil Project adalah proyek penggabungan berbagai anggota tubuh hewan.


Lotus Project, penggabungan berbagai jenis anggota tubuh manusia.


Angelo Project, penggabungan anggota tubuh manusia dengan mesin.


Bambola Project, penggabungan manusia dan hewan.


Sin Project, senjata pembunuh masal yang terbungkus kain kafan dengan setengah tubuh manusia sebagai kamuflase.


Itu hanya sebagian proyek yang tertulis di salam satu dokumen. Proyek lainnya yang menggabungan teknologi dan sihir, makhluk hidup dan makhluk gaib menjadi bagian lainnya yang tak terhitung dalam ratusan dokumen di sana. Semua itu terhubung dalam satu proyek bernama Martyr Project. Sebuah proyek kesaksian kematian yang ternyata hanyalah sebuah alasan. Tujuan sebenarnya proyek itu adalah demi mencari sang pelaku untuk dijadikan kelinci percobaan bagi proyek-proyek terlarang mereka dan tumbal bagi iblis-iblis jahat agar tetap tertidur.


Semua proyek itu ditangani oleh satu nama: Kaledonia—The Wizard of Ozzone.


***


Alley dan Rossie bergeming. Manusia—lebih tepatnya sosok wanita seksi berrok mini—berbungkus kafan setengah badan itu berdiri di depan. Kewaspadaan mendera mereka dengan erat. Tentu mereka tak ingin makhluk aneh itu tiba-tiba bergerak saat mereka melintas dan sesuatu yang tak terduga terjadi.


Alley membidikkan Magnumnya ke arah kumpulan Sin Project tersebut. Lelehan darah tampak mengalir tapi mereka tetap bergeming.


"Tembak kaki mereka!" perintah Rossie.


Alley membidik kaki-kaki mulus makhluk tersebut. Sungguh itu adalah kaki yang teramat mulus. Kaki mulus dari wanita-wanita. Beberapa kaki mereka berlubang begitu dia mencecarnya. Sebagian hancur dan buntung, tapi mereka tetap mematung.

__ADS_1


"Tunggulah! Aku akan melewati mereka duluan."


Dengan waspada, Rossie mengendap mendekati mereka, tapi hal mengerikan terjadi dengan cepat. Satu-satu sosok itu menggelinjang kemudian meledak membuyarkan potongan-potongan baja tajam. Makhluk itu meledak seperti bom, menyebarkan ribuan duri-duri baja dan ribuan peluru membombardir keluar dari dalam kafan kumalnya. Rossie yang melintas langsung mematung dan tumbang di saat baja-baja itu menghancurkan tubuhnya secara brutal.


"Tidak! Tidak!"


Alley mundur ke belakang dan kembali memasuki Reset Room. Dengan panik dia putar tuas itu, berharap ruangannya bergerak pada jalan atau lorong yang lebih aman. Ruangan itu bergerak ke bawah. Saat dirinya membuka pintu, dia dikejutkan oleh limpahan air bah darah yang menerjang masuk ke ruangan. Air itu penuh dengan tubuh-tubuh manusia yang membusuk. Kini, seluruh tubuhnya berbalut cairan darah pekat. Kepanikan kian melanda di saat potongan tubuh yang mengambang bergerak-gerak di sekitarnya.


Alley menjerit.


Berusaha memutar tuas itu kembali


Tak berfungsi.


Dengan kepanikan yang luar biasa, dia berjalan—setengah berenang—keluar dari Reset Room dan bergerak cepat menuju ujung lorong. Potongan-potongan tubuh manusia mengerumuninya. Berenang-renang menggeliat dalam kolam darah.


Alley berusaha mencapai tangga di ujung. Dia menyibakkan rambutnya dan mengelap wajahnya yang bersimbah darah.


Alley tak tahu harus ke mana dirinya sekarang. Dia tersesat di labirin itu sementara auman sesuatu terdengar dari berbagai sudut. Dari arah depan, dia mendengar suara anak kecil menangis pelan.


"Ibu ...!" lirih suara anak kecil itu sembari tak hentinya berderai air mata.


Alley melihat sesosok anak kecil di sebuah ruangan. Anak itu tersudut meringkuk. Dan di hadapannya sesosok predator yang sedang memperhatikan dengan buas.


"Sialan!"


Monster yang mereka sebut Bambola itu melayangkan lengannya. Hendak mencabik tubuh Alley. Tapi dia berhasil mengelak. Dia menghindar ke sudut dan mengisi ulang senjatanya. Lalu memberondong perut Bambola yang mencelat hendak melumat tubuhnya. Makhluk itu terbanting, terguling dan terjatuh ke dalam lubang yang berada di samping.


Lengkingannya menggema semakin jauh. Alley yakin makhluk itu telah jatuh ke dasar lubang yang dalam. Dia pun mendekati si anak yang tengah menangis tersedu-sedu.


"Dante? Kau Dante, 'kan?" tanya Alley memastikan seraya menggendong anak kecil tersebut.


Alley menatap wajah anak kecil itu lebih dekat.


Mendapati rupa wajah sesosok bermata darah dengan rentetan gigi menyeringai bak piranha.


Kulitnya pucat pasi.


Jemarinya mendadak berselaput.


Makhluk itu memeluk Alley makin erat.


"Tidak! Kau?! Siapa kau?!"

__ADS_1


Alley menjerit berusaha melepaskan anak gaib yang tersenyum lebar padanya.


"Kau akan mati. Semua orang bakalan mati, ha ha ha!"


Alley jatuhkan anak itu dari pelukan dan mundur ke sisi ruangan. Si anak berdiri memandangnya seraya menyeringai.


Alley ingat betul dengan wajah anak itu. Dia pernah bertemu dengannya sekali di Cielo Theme Park.


Anak bernama Margin.


"Kau bodoh! Kau hanya mencari mati! Tindakanmu hanya akan membawamu ke dalam kematian!" semburnya kembali terkikik dan kemudian suara tawa anak itu sirna saat predator yang terjerumus ke dalam lubang itu mencelat dan merobek tubuh anak itu dengan sekali gigitan.


"Tidak!"


Alley menembakkan Magnumnya berkali-kali lalu berlari menyelamatkan diri.


***


Thomas memeriksa beberapa dokumen lain. Hal mencengangkan dia temukan di sana. Bahwa apa yang dia ketahui selama ini ternyata salah. Bahwa ada tujuan yang hendak wali kota lakukan mengenai segala hal. Tujuan yang jika dilanggar bisa membahayakan seluruh warga yang tinggal di Lurid City.


Thomas merasa dirinya harus segera keluar dan mendatangi wali kota. Dia harusnya mencari Alley, tapi dalam keadaan mendesak seperti ini dia tidak tahu lagi di mana keberadaannya. Yang jelas bahwa sebagian yang Alley katakan benar, tapi sebagiannya lagi adalah kesalahan. Dan kesalahan ini tak boleh dilakukan Alley maupun wali kota. Sebab kesalahan ini bisa mengancam nyawa seisi kota.


Thomas keluar dari ruangan dan berlari ke arah void, berteriak memanggil Alley, tapi sepertinya itu hanyalah mengundang para monster datang.


"Thomas!" balas Alley yang mendengar Thomas memanggilnya.


Alley keluar dari pintu labirin dan berlari menuju Thomas yang menunggu di dekat tangga.


"Cepatlah!" perintah Thomas saat mendapati gerombolan makhluk aneh mengejar Alley.


Alley terpeleset saat menaiki tangga karena kelelahan. Thomas membopongnya dan bersama, berhasil memasuki lift tak jauh dari sana. Monster-monster itu melompat ke dalam lift berdinding kaca pecah yang bergerak membawa mereka ke lantai atas.


Alley dan Thomas terus menembaki makhluk-makhluk itu hingga berjatuhan.


Mereka tiba di lantai satu.


Berlari menuju pintu utama gedung Sentral.


Seseorang, sedang berdiri menunggu mereka di sana.


Dengan sepatu bot dan seragam suster kompeni, perempuan itu mematung dan memandang tajam ke arah mereka berdua.


"Kau! Selama ini, kaulah penyihir itu. Bukan Suri, tapi kau, Kaledonia ...," kata Thomas.

__ADS_1


Perempuan itu hanya menyunggingkan senyum sinis.


__ADS_2