Gang: The Endless Alley

Gang: The Endless Alley
Gerbang


__ADS_3

Lurid City, 7 Juni 2006.


Alley berjalan menuju belokan jalan raya di samping apartemennya.


Dia tahu tempat apa yang sedang dia tuju tapi dia tetap ingin menyelidikinya.


Mantel tebal dan rok panjangnya yang menutupi seluruh kaki membuatnya hangat di pagi berkabut yang masih menyelimuti kota.


Alley berjalan sendiri menuju sebuah pos yang terletak tak jauh dari belokan di area Avycon.


"Hei, mau ke mana, Nona?!" sahut seseorang di balik pos jaga yang melongok dari jendela saat Alley hendak menarik gagang pintu gerbang yang menghalang di jalan lengang.


Alley menoleh ke samping, memicing mencoba melihat orang itu.


Sesosok nenek tua berdiri di dalamnya. Dia mengenakan baju hangat wol dan rok panjang berenda. Rambutnya yang tampak beruban dikonde rapi. Umurnya sekitar enam puluh. Wajahnya cukup tegas. Dia keluar dari pos jaga dan mendekati Alley.


"Apa kau mau masuk ke dalam sana, Nona?" tanyanya.


"Siapa Anda?"


"Namaku Samael. Aku penjaga gerbang ini. Siapa kau? Dan apa yang kau lakukan di sini?"


"Namaku Alley. Aku tinggal di apartemen Kie Light. Bolehkah aku masuk? Aku ingin melihat ke dalamnya," pinta Alley.


"Apa kau tidak tahu tempat apa yang hendak kau masuki?" tanyanya tegas.


"Aku tahu, tapi, ada seseorang di dalam sana yang membutuhkan bantuanku."


"Aku turut berduka, Nona. Tapi percayalah padaku. Itu bukan tempat yang aman. Tempat itu sangat berbahaya. Kau pasti sudah tahu mengenai bahaya itu, 'kan?"


"Yang aku tahu banyak orang tewas di sana tapi aku tidak tahu kenapa mereka bisa tewas. Ada apa di dalam sana?"


"Daerah itu terkontaminasi oleh virus dan gas beracun. Orang tidak akan langsung mati jika masuk ke sana. Kemungkinan dia akan terserang secara lambat dan pada akhirnya meninggal saat berusaha mencapai gerbang ini untuk keluar. Seperti belasan orang yang pernah aku temukan semenjak kota ini dibuka kembali," ujar Samael memegang gerbang besi yang melintang sepanjang 15 meter bak pintu penjara.


"Aku tahu hal itu. Maksudku, selain itu, apakah ada hal berbahaya lainnya?" tanya Alley merasa bukan cuma virus dan gas beracun saja yang membuat orang-orang itu mati.


"Ini rahasia kota. Aku tidak mungkin bisa bilang pada sembarang orang," ucapnya.


Alley terdiam sejenak. Memandang jauh ke dalam kabut di area Avycon Dark Spot.


"Anda tahu di mana lokasi gang Avycon?"


"Gang itu berada jauh di dalam ADS. Di sanalah pusat dari virus dan gas beracun berada."


"Apakah orang bisa bertahan hidup dalam gang itu selama sebulan?"

__ADS_1


"Apa kau bercanda? Jangankan satu bulan, satu minggu, satu hari ... maksimal satu jam berada di sana kau bisa mati!"


Alley terpaku.


Samael masih memperhatikan wajahnya yang cemas.


"Memang siapa yang kau cari? Siapa yang terjebak di dalam sana?" tanya Samael penasaran.


Kali ini mukanya tidak setegas tadi.


Kini wajahnya menunjukkan rasa prihatin terhadap Alley.


"Suamiku terjebak di dalam sana sejak sebulan lalu," kata Alley. "Kata Anda orang bisa mati di dalam sana jika lebih dari satu jam. Tapi kenapa suamiku mengabarkan pesan singkat padaku seminggu setelah dia berada di sana. Apa dia benar-benar berada dalam gang itu selama seminggu? Dan jika dihitung-hitung sampai detik ini, dia sudah berada di sana selama lebih dari satu bulan. Bisakah dia bertahan?"


"Mustahil. Tak ada tempat aman di gang Avycon," tukas Samael. "Gang Avycon tidak seperti gang-gang lain di kota ini. Gang Avycon adalah jalur utama yang digunakan untuk menanam pipa air, saluran pembuangan, kabel listrik, kabel telepon, gas, dan apa pun yang dialirkan dari Ozzone melalui Avycon kemudian disebarkan ke seluruh kota.


"Gang itu terimpit di antara gedung-gedung tinggi. Tak ada celah untuk berlindung ke dalam gedung karena di sana tak ada pintu. Dan gang tersebut memang tidak pernah digunakan untuk berjalan sejak awal di bangun."


"Apa gang Avycon sungguh luas? Lalu gedung apa yang dibangun di sekelilingnya itu?"


"Itu adalah apartemen. Dibangun untuk para keluarga ilmuwan yang bekerja di Ozzone. 7 apartemen itu dibangun tanpa lantai pertama. Pintu masuknya berada di lantai ke-5 dan dari satu gedung ke gedung lainnya pemerintah membuat semacam jembatan satu jalur yang menghubungkan satu gedung ke gedung lain dari Ozzone hingga ke gedung terakhir. Pemerintah sengaja membuatnya seperti sebuah gerbang. Tempat itu disebut Sette Porte Al Cielo, 7 gerbang ke surga," ujar Samael menjelaskan.


"Untuk apa mereka membangunnya seperti itu?"


"Dahulu Ozzone digunakan sebagai pabrik dan lab raksasa tempat obat dan senjata dibuat. Penemuan-penemuan baru dan eksperimen rahasia mereka lakukan di sana. Dan demi menjaga kerahasiaan tempat itu, maka Ozzone hanya memiliki dua akses masuk. Satu dari gerbang melewati apartemen di ADS. Satu lagi berada di depan jalan utama yang pintunya kini dijaga ketat oleh pihak kepolisian."


"Tidak. Itulah kenapa daerah tersebut dinamakan Avycon Dark Spot. Semua lokasi itu diisolasi karena memang berbahaya. Mungkin kau masih bisa bertahan jika tinggal di lantai paling atas. Tapi tetap saja pada akhirnya kau akan mati sebab gas beracun secara perlahan menyebar ke angkasa meskipun dari tahun ke tahun kadarnya semakin berkurang. Lagi pula kini apartemen-apartemen itu mengalami korosi, begitu pula dengan jembatan-jembatan yang menghubungkannya, sudah berkarat dan hancur. Beberapa bahkan sengaja ditutup sebelum tragedi kebocoran gas dan virus itu terjadi."


Alley menatap kembali ke dalam gerbang. Kabut yang turun kini perlahan berkurang. Jauh di ujung dan di sebuah ruang di apartemen tampak asap berwarna merah membubung ke angkasa.


"Apa itu?" tunjuk Alley.


"Gas beracun yang bocor tersebut. Di sanalah Gang Avycon berada."


"Apakah gas itu tidak menyebar ke daerah lainnya lewat udara?"


"Tidak. Gas itu akan lenyap bersama udara di ketinggian seratus meter."


"Bagaimana dengan virus itu? Virus apa itu? Lebih tepatnya di mana virus itu berada?"


"Aku tidak tahu di mana lokasi pastinya. Tapi yang jelas berada di gang Avycon. Virus itu sangatlah mematikan. Bisa membuatmu tewas seketika atau membuatmu terkena bermacam-macam penyakit menular sebelum akhirnya mati. Saat terjadi kebocoran, virus itulah yang pertama kali menyebar. Lewat air, udara, dan objek. Ratusan pekerja mati di apartemen itu, sedangkan puluhan lainnya mati di gang Avycon sesaat setelah tertular virus dari rekan kerja lainnya.


"Virus tersebut tak memiliki efek sama pada setiap orang. Itulah yang membuat penduduk kota dipenuhi kekacauan kala itu. Beberapa orang yang tertular berhasil keluar dari Avycon dan Ozzone. Orang-orang yang selamat dan tertular akhirnya menularkan virusnya pada hampir seisi penduduk kota, juga binatang, tanaman, sungai, dan benda-benda mati. Dan kota ini pun akhirnya ditutup dengan meninggalkan orang-orang yang masih tersisa."


"Dengan dibukanya kota ini kembali, apakah virus tersebut sudah benar-benar lenyap dan kota ini menjadi netral?" heran Alley.

__ADS_1


"Virus itu tidak bisa hidup di ruang terbuka tanpa inang dalam jangka waktu yang panjang. Waktu sudah terlewat hampir seratus tahun, meski belum dilakukan investigasi menyeluruh, tapi kota ini hampir kembali netral kecuali di pusatnya sendiri yang tak pernah diketahui. Di saat pihak ilmuwan pemerintah memeriksa ke dalam Avycon, mereka semua sekarat karena menghirup gas beracun itu dan mati sesaat mencapai gerbang ini."


"Kata Anda gang Avycon berada ratusan meter dari gerbang ini?" tanya Alley memastikan.


Samael mengangguk.


"Apakah hanya gerbang ini jalan masuknya?"


"Ada beberapa jalan kecil lainnya tapi semuanya sudah diblokir permanen dengan benteng beton maupun pagar besi. Jalan yang tersisa hanya dengan melewati gerbang ini. Dan juga dari dalam Ozzone."


"Beberapa minggu lalu aku menyuruh seseorang untuk mencari suamiku di gang tersebut? Apakah Anda pernah bertemu dengannya?" tanya Alley.


"Yang bernama Raku?" Samael memastikan.


"Ya, Anda tahu?"


"Dia sudah mati."


"Apa?!"


"Dia mati seperti yang lainnya. Yang masuk ke dalam ADS. Aku sempat melarangnya tapi dia menyelinap masuk memanjat melewati gerbang ini tanpa sepengetahuanku. Beberapa jam kemudian dia kembali dengan merangkak mendekati gerbang ini dalam kondisi lumpuh. Dan tewas sewaktu aku menghubungi paramedis," kata Samael seraya merapikan kondenya.


"Lalu sekarang di mana jasadnya?"


"Dia sudah dikremasi. Pihak rumah sakit langsung mengkremasinya setelah mereka menemukan sejumlah virus mematikan dalam tubuhnya. Meski kini virus tersebut tidak menular, tapi tetap saja kemungkinan itu ada. Mungkin abunya masih berada di Zonier Hospital."


"Rehan ... suamiku. Apakah dia sudah meninggal di dalam sana?"


Alley memandang jauh ke asap merah yang samar-samar melambai-lambai bak lidah api dari mulut gang dan jendela apartemen yang terbengkalai.


Air matanya mendadak turun.


"Aku turut berduka atas kematian suamimu. Tak ada orang yang bisa selamat di sana. Gerbang inilah satu-satunya jalan keluar. Jika dia masih hidup, dia pasti akan berusaha mencapai gerbang ini. Maaf Nona, aku belum pernah melihatnya. Dia pasti sudah meninggal di dalam sana."


Samael mengelus pundak Alley pelan.


"Itu belum pasti, 'kan? Mungkin saja ada tempat aman di sana atau mungkin dia berhasil masuk ke Ozzone," sanggah Alley tak bisa menerimanya.


"Aku adalah orang yang paling tahu mengenai Avycon, aku memiliki peta Avycon. Aku tahu semua jalan di Avycon dan aku tahu bahwa tak ada tempat aman di Avycon. Aku sudah bilang bahwa jalan menuju ke Ozzone adalah jembatan yang dihubungkan melalui apartemen terakhir dan itu berada di lantai 5. Dan untuk mencapai apartemen tersebut kau harus melewati 6 apartemen lainnya. Dan masalahnya kini jembatan yang menghubungkan apartemen satu dan yang lainnya sudah hancur, rusak, berkarat. Tak akan mungkin bisa dilewati."


"Aku tidak bisa terima dan belum yakin kalau suamiku meninggal jika aku sendiri belum pernah melihat jasadnya. Apakah aku bisa meminta pihak kepolisian melakukan penyelidikan ke dalam gang tersebut?"


"Itu bukan kewenanganku. Aku tidak bisa membantumu. Kau harus mematuhi aturan di kota ini. Jika kau ingin melakukan penyelidikan, kau harus mendapatkan ijin dari wali kota. Lagi pula tidak ada yang berani masuk ke dalam gang Avycon. Hanya ada beberapa polisi di kota ini dan mereka tak akan mau mempertaruhkan nyawa dengan masuk ke dalam gang tersebut meskipun dengan menggunakan pakaian khusus," jawab Samael.


Alley termenung.

__ADS_1


Memandang kosong ke dalam gerbang yang terkunci.


Kabut kian tersibak. Kota semakin terang tersinari cahaya mentari pagi dari timur yang menerawang. Mobil-mobil satu-satu melintasi jalan utama yang lengang di belakang Alley yang kini terdiam membisu dengan perasaan yang kian resah.


__ADS_2