
Teluk raksasa pinggir desa, telah menjadi rumah bagiku. Tepat orang-orang desa untuk menyebrang agar dapat masuk perkotaan di tepi sana, sebuah rakit dari bambu menjadi tumpagan untuk pergi, dan aku adalah anak yang di beri mandat mengendalikan rakit bambu itu. Aku tidur di atasnya, menjadikan rakit rapuh penuh lumut sebagai "benar-benar rumah". semua warga sangat menghargai tugas ini, menjadikan ku sebagai seorang anak istimewa dalam rakit bambu, layaknya burung dalam sangkar emas, namum jelek.
"Tolong bawa kami ke tepi sana." titah para warga desa.
"Baik. Akan ku laksanakan."
Warga desa ini terlihat akan pindah, mereka membawa banyak sekali perabotan untuk pergi ke kota. Belakangan Ini, warga desa memilih pindah ke perkotaan. Itu karena sebuah isu buruk tentang teluk ini, sebuah isu konyol yang sangat konyol jika aku pikirkan.
"Nak kau tak takut tinggal di teluk menyeramkan ini? Lebih baik kau ikut pindah seperti kami."
"Tidaklah... Saya dari lahir sudah ada di teluk, mana mungkin saya takut. Apalagi kalau masalah isu-isu konyol itu, saya tidak peduli..."
"Isu itu tidak bohong. tadi malam memang ada mahluk mengerikan di teluk ini, besar sekali...!"
"Paman melihatnya?"
__ADS_1
"Iya! Aku melihatnya sendiri dengan mata ini! Lihat, kedua mata ini!"
Para warga sangat kukuh akan isu di teluk, bahkan mereka sampai pindah hanya karena takut bila isu "ikan raksasa" memanglah nyata. Padahal bukan 1 minggu aku tidur di rakit ini, sudah lebih dari 14 tahun, makan, minun, mandi, tidur semuanya di lakukan di atas teluk. Tapi, tidak pernah sekalipun melihat ada ikan raksasa di dasar sana.
h h h
Tak kira berapa banyak warga desa yang pindah ke kota pada hari ini. Membuat seluruh pekerjaan menjadi sangat tak berguna, karena tak ada lagi orang yang bisa di antar ke tepi. Sangat membosankan, hingga membuat ku sempat berenang mengitari teluk sebanyak 2 kali dalam sejam. Tak ada sesuatu yang dapat membuat kebosanan ini hilang dari kepala, kecuali para warga yang ingin aku antar ke tepi sana. Hanya saja itu mustahil, mereka semua telah pindah dari desa ke kota. Sekarang aku sendirian di teluk raksasa ini--- ih....!! Saat aku beranggapan "sendirian di teluk raksasa", ada sejumput rasa ngeri di dalam kepala, bagaimana kalau isu itu benar? Maka celakalah aku! Dan sekarang tak ada lagi warga desa yang akan menolong kala sang ikan raksasa muncul dari dasar teluk.
"Aku harap... Isu mengerikan itu, tidaklah benar."
h h h
Langit malam begitu indah, banyak bintang-bintang yang menghiasi gelap malam. Jikalau para warga desa masih ada, di tepi arah desa sana, akan sangat terang cahaya hangat obor. karena mereka telah pergi, jadi obor-obor itu hanyalah obor biasa, tak bercahaya, tak hangat, dan tak berguna. Tapi jangan khawatir, bulan sekarang para kunang-kunang menjadi banyak, membuat cahaya yang tak kalah hangat. Meraka mengapung-ngapung di atas teluk, mengitari rakitku, mengitariku dengan indah.
Blub! Blub! Blub! Blub!
__ADS_1
Ada sesuatu di tegah-tengah teluk, itu membuat banyak sekali gelebung udara keluar dari sana. Para kunang-kunang berkumpul di atas gelembung udara, mereka pensaran akan asal musal gelembung. Hanya saja tidak untukku. Entah kenapa, tubuh ini menjadi sangat lunlai, seluruh bulu kuduk berdiri, gigi bergeretak, dan jantung berdegup kencang. Ada sesuatu yang sangat mengerikan muncul dari sana.
Ombak mulai tercipta, mengerakan rakit tanpa kendali, membuatku takut. Jikalau terus di sini nyawa akan menjadi taruhan, Aku harus pergi ke salah satu tepi untuk menyelamatkan diri. Ombak besar membalikan rakit, membuat rumahku tenggelam ke dasar teluk. Jangan pernah mencoba untuk berenang di sini kala malam, airnya sangat dingin, membuat kakimu sulit bergerak. Untung berrenang adalah rutinitas sehari-hari, mau air dingin atau panas, berombak atau berarus, semua bukanlah masalah besar untuk anak yang besar di teluk.
Aku mengerakan kaki, menendang-nendang air hingga dapat bergerak, mengayuh sekuat mungkin agar keluar dari air dingin teluk. Tinggal beberapa meter sampai tangan ini menraih tanah di tepi. Namun, sesuatu bergerak di dasar sana, membuat sebuah ombak yang sangat kuat hingga menyeret kedua kaki kembali ke tengah. Cahaya bulat raksasa mengitari setiap sudut teluk, membuat para kunang-kunang ikut dalam hipnotis kengerian. Cahaya bulat raksasa berhenti tepat di bawah kaki, menerangi setiap litter air teluk yang hijau. itu indah sekaligus mengerikan, ada sebuah bayangan ikan raksasa di sana, berenang mendekat ke atas. Semakin lama, semakin dekat pula bayangan ikan itu ke arahku.
Jika aku selamat di situasi ini...
Aku akan percaya, jikalau isu tentang ikan raksasa di teluk...
Benar adanya...
Lalu...
aku akan pindah ke kota...
__ADS_1