Gembok Takdir

Gembok Takdir
National Intelligence Security


__ADS_3

Disclaimer


it’s fiction, cast milik Tuhannya masing-masing, alur milik author seorang.


Note : Perhatian


Cerita ini hanyalah fiktif belaka jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau kejadian harap maklum, namanya juga fanfiction. Authornya hanya menerima kritik dan saran yang membangun, bukan ujaran kebencian >.<


The story begins…


Kepalaku kembali berdenyut mengingat kejadian satu tahun yang lalu… saat terakhir kali kulihat ia tersenyum manis padaku. Tepat saat ‘seharusnya’ kami berlibur di Miami, merayakan pergantian tahun berdua. Tapi dia hanya tersenyum tanpa dosa, sedangkan aku menatapnya penuh amarah.


FLASHBACK


Ruang rapat NIS (National Intelligence Security)


Rapat kali ini mereka membahas tentang misi pengambil alihan chip virus yang ada ditangan mafia Jepang. Menurut intel, chip tersebut rencananya akan dibawa ke Korea minggu ini. Informan mengatakan bahwa para ******* berencana menjualnya pada mafia Korea yang memiliki jaringan terbesar di Asia. Tidak hanya itu, mereka juga mempunyai akses yang tak bisa disentuh bahkan oleh pihak pemerintah.


“Apa ini? Shin Hyora… mengapa ada agen cyber crime yang ikut dalam misi ini?” Heran seorang pria yang membaca serius map laporan ditangannya, dahinya sedikit berkerut setelah yakin gadis yang dimaksud adalah Hyora yang ia kenal.


“Jangan berburuk sangka, gadis itu menjadi pilihan terbaik kita saat ini, Agen Kyuhyun…” Jelas seorang pria yang lebih tua saat Ia menyadari ketidaksukaan rekan kerjanya itu, di lehernya menggantung kartu identitas dengan nama Park Jung Soo.


“Kenapa tidak kau biarkan aku saja yang turun?”


“Kami tahu kau sudah lama berkencan dengan gadis itu, tapi mengertilah… ini keadaan mendesak. Untuk sementara kita hanya mendapat surat perintah pengawasan.” Ucap Kibum, pria itu masih sibuk dengan perangkat komputernya dan menatap Kyuhyun sekilas, meminta pengertian dan profesionalisme darinya.


“Setidaknya, biarkan aku turun ke lapangan…”


“Agen Kyuhyun, bersikaplah profesional dalam hal ini!” Peringatan sang ketua tim membungkam Kyuhyun yang masih ingin berdebat.


...—o0o—...


Dengan langkah berat, Kyuhyun berjalan menuju cafe tempat mereka akan bertemu. Hari ini juga, pria itu akan meminta penjelasan mengapa Hyora membatalkan perjalanan liburan mereka ke Miami dan memilih ikut ambil bagian dalam misi ini.


“Sayang…” gadis yang tengah duduk disudut cafe itu tak meneruskan ucapannya saat ia menangkap ekspresi wajah Kyuhyun yang dingin. Rambut panjang hitamnya sedikit bekibar saat pintu cafe menjeblak dan pria tampan itu berjalan mendekatinya sambil menatapnya dengan dingin.

__ADS_1


“Kenapa? Kenapa kau tidak segera keluar dari NIS?!” Tanya Kyuhyun langsung, Ia tak berniat untuk duduk didepan gadis itu dan menikmati kopi kesukaannya yang masih mengepulkan asap diatas meja. Ia tahu Hyora memesankannya sebelum ia datang.


“Aku tidak bisa…, aku janji ini misi terakhir dan akan keluar dari agensi kita segera.” Jawab Hyora menunduk, ia takut akan tatapan Kyuhyun yang terlihat mengintimidasinya. Matanya justru tertarik pada tangan kanannya yang memainkan dress biru ditubuhnya.


“Kau terus mengucapkan kalimat itu dalam 2 bulan terakhir… aku sudah bosan mendengarnya!” Dengan nada lelah, pria itu menghembuskan nafas berat.


“Sayang…”


Mendengar keraguan dari bibir kekasihnya, Hyora memberanikan diri menatap mata elang Kyuhyun. Ia terkejut saat menyadari bahwa pria didepannya kini tak lagi memiliki kesabaran untuk membahas hal ini, semua ucapannya tidak akan ia percayai. Kepercayaan yang menjadi pilar dasar hubungan mereka tidak lagi tegak seperti dulu. Kejutan tak berhenti disitu, pria itu dengan tanpa rasa bersalah memintanya memilih dua pilihan yang sangat sulit baginya.


“Sekarang kau memilih hubungan kita atau pekerjaan itu!” Tantang Kyuhyun, jika Ia berani memilih pekerjaan dibanding dirinya, hubungan ini tak akan berhasil.


“Astaga…, sayang. Kau memintaku untuk memilih? Kau tahu aku tidak bisa meninggalkan NIS sekarang!”


“Maaf nona Shin, kali ini kau harus memilih. Jika kau tetap diam… aku anggap kau memilih untuk melepasku.”


Kyuhyun berbalik dengan tegas menuju pintu keluar, sebelum ia berhasil meraih pegangannya… Hyora berlari menyusulnya dan langsung merengkuh pinggangnya, berharap dekapan dari belakang akan sedikit menenangkan.


Bisa Kyuhyun rasakan, gadis itu terisak dipunggungnya dan kini mereka menjadi tontonan para pengunjung cafe yang duduk dikejauhan. Namun, bukan Kyuhyun jika pria itu langsung luluh. Ia khawatir jika membiarkan gadis itu masuk dalam sekumpulan manusia kotor yang bisa membunuhnya kapan saja dalam misi ini.


“Aku minta maaf, aku akan pergi ke Miami sesuai keinginanmu...” Ucap Hyora lirih, ia memilih menyerah untuk saat ini.


“Kau tahu? Aku sangat menyayangimu, aku hanya tak ingin kau terluka dalam misi ini sayang. Terakhir kali kau terbaring dirumah sakit, itu membuatku hampir gila. Jangan lakukan itu lagi padaku!” Lanjutnya menghapus jejak airmata dipipi Hyora sebelum memelukknya erat, meminta maaf karna kali ini ia begitu egois. Sebagai agen lapangan, Ia memahami betul betapa rapuhnya hidup manusia itu. Terlebih misi ini tidak sesederhana yang ketua tim katakan.


“Aku tahu…”


...—o0o—...


Hari ini, agen NIS akan mulai bergerak ke hotel tempat para mafia itu berkumpul. Dari sekian banyak metode yang ada, mereka memutuskan melakukannya dengan single agent inside. Tapi sekali lagi, Kyuhyun dan yang lain hanya bertugas menjadi pengawas dalam misi ini. Mereka tidak memiliki hak selain mengawasi dan hanya bisa bertindak jika agen tersebut meminta bantuan. Sebelum berangkat, Kyuhyun menghubungi Hyora untuk memastikan gadis itu sudah sampai di tempatnya berlibur.


“Hallo… sayang!” Jawab seseorang melalui pesawat telephone, nadanya terdengar ceria meskipun wajahnya mungkin sudah seperti cuaca Seoul yang kini sedang mendung.


“Kau sudah sampai? Bagaimana perjalananmu?”


“Menyenangkan, kau yakin akan baik-baik saja disana?” Hyora membalasnya dengan nada ragu.

__ADS_1


“Jangan khawatir, aku hanya sebagai pengawas disini. Bersenang-senanglah dulu, aku akan segera menyusulmu.”


“Ya, hati-hati sayang… I love you”


“So do I”


Pip— sambungan terputus.


Tak lama setelah Kyuhyun meletakkan smartphonenya di loker, Kibum dan Jungsoo memanggilnya untuk segera bersiap. Dengan setelan jas hitam, Kyuhyun yang memang tampan itu semakin terlihat mempesona. Ia kembali memeriksa senjata dan alat-alat penyadap yang dititipkan Kibum padanya.


Mobil Van hitam itu bergerak menuju Hotel Zeus, membawa tiga agen pengawas. Mereka bertindak sewajarnya dengan menyamar sebagai penyewa kamar hotel. Setelah mendapat ruang kamar yang strategis, Kibum segera memasang perangkatnya untuk membantu agen lapangan yang menggantikan Hyora beraksi.


Ia telah mengirimkan peta biru hotel itu melalui smartphone sang agen. Selain itu, semua kemungkinan terburuk juga telah dipertimbangkan sehingga ia menjelaskan jalan keluar teraman yang bisa dilalui.


Sementara Kibum duduk di ruang hotel dengan segala perangkat penyadap, Jung Soo menyamar sebagai pengunjung hotel yang tengah sibuk membaca koran harian di lobi. Matanya sama sekali tidak tertarik dengan lembaran buram didepannya. Ia terus berkomunikasi dengan Kyuhyun melaporkan situsi melalui radio ditelinganya.


Mereka terlihat seperti pelanggan biasa agar tidak membuat orang curiga, terlebih kini beberapa pria mencurigakan berjas hitam terlihat berkeliaran disekitar hotel. Topi hitam yang melekat di kepalanya Ia turunkan, bukan untuk bergaya melainkan menutupi semacam alat komunikasi.


Sementara Kyuhyun? Pria itu berjaga diatap gedung. Ia bertugas untuk melindungi sang agen jika penyamarannya terbongkar dan membuka jalur mundur. Matanya yang jeli memperhatikan setiap gerakan di hotel melalui layar gadget yang telah diretas dan kini menampilkan cctv hotel.


Tak lama setelah menunggu, terlihatlah seorang gadis berambut panjang dengan dress hitam sexy memasuki lobby hotel dan bergerak menuju ruang kamar 1672 -tempat para ******* dan mafia diyakini akan bertemu-.


Setelah lebih dari 20 menit penantian yang mendebarkan, pintu menjeblak terbuka diiringi dengan suara tiga tembakan. Agen wanita itu berlari keluar membawa tas hitam sambil memberi kode bahaya menghadap pada cctv. Kyuhyun dan Jung Soo segera bergerak, namun hanya Kyuhyun yang berhasil mendekati tempat sang agen. Sementara Jung Soo turun untuk menyiapkan mobil, Ia beberapa kali melepaskan tembakan melindungi sang agen. Agen tersebut bergerak cepat menuju lift terdekat.


“Cepat pergi, Jung Soo menunggumu di basemen parkir!” Desis Kyuhyun tanpa menyadari wajah sang agen yang memucat dan langsung menanggapinya dengan berlari lebih cepat.


Setelah sang agen berhasil melarikan diri, keadaan di koridor hotel lantai 17 itu semakin ramai. Beberapa pria berjas hitam yang sepertinya anak buah sang ******* mengepung Kyuhyun. Ia tak memiliki pilihan lain selain melarikan diri ke atap gedung. Menghadapi mereka? Itu adalah ide terburuk, kecuali ia ingin mati muda dalam misi ini.


“Kibum, aku butuh helikopter di atap!” Ucapnya lirih sebelum berlari ke arah atap gedung.


tbc.



Shin Hyora

__ADS_1



Cho Kyuhyun


__ADS_2