Gembok Takdir

Gembok Takdir
Robaine Lady Boss


__ADS_3

Seperti perkiraan Andrew, Ian Robaine kini tengah menatap adik kandungnya dengan tatapan curiga. Maura masih berbaring lemah setelah kembali dari wilayah Castiello dengan penerbangan tercepat semalam. Jika Ian bisa, ia pasti sudah membunuh gadis didepannya ini. Tapi wasiat terakhir ayahnya yang memberikan posisi wakil ketua kepada Maura telah melindunginya. Ian tidak bisa bergerak secara bebas dan membunuhnya secara terbuka. Konflik internal akan semakin melemahkan Robaine


“Jadi, kau meninggalkan dua tetua untuk menyelamatkan dirimu sendiri?” Tanya Ian dengan suara mengejek.


“Bukankah kau berharap kami semua mati saat menerima undangan mereka?” Tanya Maura dengan dingin.


“Oh, aku hanya tidak menyangka kau selemah ini.”


“Para tetua yang lain tidak akan senang dengan keputusanmu. Daripada mengejekku, lebih baik kau memikirkan ide untuk menghadapi Castiello.”


“Aku sudah memikirkannya, tapi sepertinya kau tidak bisa menghadiri rapat darurat ini.”


Ian Robaine keluar dengan langkah ringan, ia cukup terhibur melihat Maura yang selama ini mengganggunya terbaring lemah. Ia menyukai gaya putri Castiello itu.


Rapat itu diadakan secara mendadak, tapi semua tetua hadir mengingat pentingnya agenda yang akan didiskusikan.


“Dua tetua mati dan satu terluka tembak, sebaiknya kau memberi penjelasan kepada kami.” Salah satu tetua yang selama ini bersikap netral membuka diskusi mereka.


“Ya, karna itulah aku mengumpulkan kalian disini.” Ian menatap mereka satu persatu.


“Jika solusi yang kau berikan tidak memuaskan, kami akan merasa tidak aman untuk menyerahkan grup ini padamu.” Tetua lain ikut berkomentar.


“Karna semua ini masalah antara Robaine dan Hyora Castiello, maka kita bisa menyelesaikannya dengan menarik Hyora.” Ian tersenyum, solusinya tidak hanya memecahkan masalah yang ada, tapi juga memperkuat grup mereka.


“Apa maksudmu ketua?”


“Kita belum memiliki nyonya bos, selama ini aku belum menemukan seseorang yang tepat. Tapi dengan latar belakang dan kemampuan Shin Hyora, kurasa ia akan menjadi pilihan yang terbaik.”


“Kau ingin melamar gadis Castiello itu?”


Beberapa tetua terlihat gempar saat melihat ketua mengangguk, mereka memperdebatkan pro dan kontra dalam rencana ini.


“Apakah putri Castiello akan bersedia melakukannya?”

__ADS_1


“Ya, kita memiliki riwayat perselisihan dengannya sebelumnya.”


“Tapi mereka sudah membunuh dua tetua kita, seharusnya itu meredakan kemarahannya.”


“Ckckck, dia hanya gadis kecil. Seharusnya ia bersedia dengan senang hati menjadi nyonya Robaine.”


“Ya, jika ia memiliki ambisi, maka grup kami adalah pilihan terbaik.”


“Kau benar, dengan keberadaan Andrew Castiello sebagai pewaris resmi, ia tidak akan memiliki tempat di keluarga mereka.”


“Hahaha, apa kalian menilai diri kalian terlalu tinggi?” Tanya Maura yang memasuki ruangan.


Wajah pucatnya kini tertutupi make up tebal dan terlihat cukup baik. Kedua tangannya berada didepan perutnya. Ia berjalan dengan normal dan duduk di kursi wakil ketua.


“Apa maksudmu?” Desis Ian dengan kesal. Ia mengira adiknya ini tidak akan mampu beranjak dari ranjangnya.


“Seperti yang kukatakan, kekuatan Castiello melebihi apa yang kalian bayangkan. Aku melihat banyak ketua mafia lain yang menjilat Bernard Castiello, bahkan aku mengenali beberapa petinggi negara yang ikut bergabung dalam pesta.” Jelas Maura dengan senyum ringan yang menyembunyikan pikirannya.


“Ya, tapi semua itu akan jatuh ke tangan Andrew Castiello. Mereka saudara tiri yang tiba-tiba muncul. Keduanya pasti akan berkonflik, jadi grup kita bisa menjadi tempat perlindungannya.”


Maura yang mendengar pendapat bodoh mereka hanya menggelengkan kepalanya. Ia berhenti berdebat pada sekumpulan orang tua ini. Terlebih jika mereka mengajukan permintaan itu, Castiello pasti akan menghancurkan Ian!


Maura sebenarnya iri saat melihat kedekatan hubungan Castiello bersaudara. Keduanya saudara tiri namun memiliki kasih sayang dan kedekatan, melebihi ia dan Ian yang notabene saudara kandung.


Jika Castiello bersaudara saling melindungi dan menjadi tempat bersandar masing-masing, maka Robaine bersaudara hanya orang asing yang saling membunuh untuk memperebutkan kekuasaan.


“Maka kita bisa mulai membuat rencana, jika berhasil kita akan stabil menduduki pasar Asia, bahkan bisa memasuki pasar Eropa.”


Setelah mereka memiliki keputusan akhir, rencana pengajuan pernikahan ini akan ditangani oleh orang-orang kepercayaan Ian. Pertemuan itu segera dibubarkan, ruangan kini hanya diisi Ian dan Maura.


“Aku sudah memperingatkanmu, aku berakhir seperti ini tanpa menyinggungnya. Kau pikir apa yang akan mereka lakukan padamu yang mengincar putrinya?” Tanya Maura dengan nada ringan. Ini adalah murni peringatan dengan niat baik darinya.


Ian mengira Maura sengaja mengatakannya untuk mencegah pernikahan kelompok. Gadis ini mungkin juga mengincar Andrew, sayangnya pria itu tidak sederhana.

__ADS_1


“Apa kau tahu mengapa aku membencimu?” Tangan Ian mencengkram dagu Maura, memaksanya melihat keatas.


“Kau seharusnya mati bersama wanita itu sepuluh tahun yang lalu, mengapa kau masih berjuang bertahan hidup?” Bisik Ian ditelinga adiknya sebelum tangannya melepaskan wajah pucat itu dengan kasar.


“Diamlah dengan patuh jika kau ingin hidup!” Ucapnya memperingatkan adiknya sebelum berjalan keluar dari ruangan itu.


“Hahahaha… bajingan gila.” Maura tertawa dengan dingin.


Bawahannya yang berdiri didekat pintu bergidik ngeri saat mendengar suara itu. Suara yang menyampaikan kemarahan dan kemunculan sifat sadis pada nonanya.


Maura berhenti dan menekan luka diperutnya yang terbuka. Darah merembes dari pakaiannya yang bewarna merah marun.


Ia tidak pernah menyangka bahwa Ian lah yang membunuh ibu kandung mereka. Mengapa? Tebakannya untuk mengukuhkan posisinya sebagai pewaris tunggal. Saat itu kedua orangtuanya masih sehat dan bugar, bukan tidak mungkin mereka memiliki anak lagi.


"Hahahahaha!!!"


Jika orangtuanya memiliki seorang putra lagi, posisi Ian akan terancam. Jadi kematian ibunya akan menguntungkannya. Robaine tidak akan membiarkan ayahnya menikah kembali dengan dua orang anak dari pernikahan resmi.


Maka kecelakaan mobil yang dialaminya bersama ibunya bukanlah murni kecelakaan, namun pembunuhan berencana.


“SIALAN! BAJINGAN BRENGSEK ITU!” Bentak Maura, ia merasa ikatan keluarga diantara mereka yang sudah lemah kini putus seutuhnya.


Kakaknya memang psykopat yang tidak memiliki perasaan sama sekali.


“Nona!” Bawahannya yang mencium bau darah segera mendekatinya, ia terkejut melihat gaun nonanya bersimpah darah.


“Bantu aku pergi dari sini!” Maura tidak dapat menahan diri untuk membunuh pria itu jika ia tetap tinggal disini. Ia tidak ingin melihat Ian Robaine.


“Kemana?” Tanya bawahannya sambil memapah Maura. Ia berusaha menghindari bagian perut yan terluk.


“Kembali ke mansionku!”


“Tapi lukamu?” Dengan luka parah seperti itu, perjalanan mereka akan membahayakan nyawanya.

__ADS_1


“Panggil dokter pribadiku, aku tidak bisa mati. Jalanku masih panjang.” Gumam Maura dengab tatapan penuh keteguhan. Ia bersumpah tidak akan mati sebelum menghabisi pria yang membunuh ibunya itu.


Bawahannya segera mengumpulkan orang kepercayaan Maura dan pergi dari mansion utama.


__ADS_2