Gembok Takdir

Gembok Takdir
Andrew Castiello


__ADS_3

Hyora berjalan menuju balkon aula tamu rumah besar Castiello. Ia mengunci pintu balkon dan duduk di sofa yang tersedia. Acara utama pesta telah selesai, kini para tamu tengah bersosialisasi di aula. Ia sudah lupa berapa banyak orang asing yang menyodorkan kartu namanya selama pesta. Beruntung ayahnya tidak menggubris mereka dan hanya mengenalkan beberapa orang penting padanya.


Ia tidak sabar menunggu acara selesai. Bernard berkata bahwa mereka bisa bertindak setelah tamu meninggalkan kediaman Castiello. Meskipun tidak takut akan masalah, mereka tidak suka memperumit sesuatu jika bisa disederhanakan.


Paman Neo akan menculik beberapa petinggi Robaine yang hadir saat mereka kembali. Tergantung pada situasi, dia akan membuat kecelakaan yang seolah-olah membuat seluruh tamu Robaine terbunuh. Hal ini hanya pertunjukan untuk orang luar. Mereka yang sedikit tahu akan hubungan keduanya tidak akan terbodohi dengan rencana itu.


Hyora tidak peduli. Setelah memperoleh jaminan perlindungan Castiello, Ia tidak takut pada apapun. Tapi Bernard pasti akan dikecam oleh kelompok lain jika membuat masalah tanpa sebab.


Membuka topeng yang telah dipakainya sejak tiga jam yang lalu, Hyora duduk menikmati segelas wiski yang dituangnya tadi.


“Kau benar-benar santai…”


Hyora melihat kesamping, Andrew mendekatinya dengan menaiki tangga samping. Dengan santai, Ia melepas jas yang dipakainya dan meletakkannya dibahu terbuka Hyora.


“Cuaca sedang dingin, tidak baik seorang gadis keluar dengan gaun terbuka.”


“Apa yang kau inginkan?” Hyora tidak ingin mendengar omong kosongnya.


Ia memiliki hal yang lebih penting untuk dipikirkan dibandingkan ucapan Andrew. Pria ini terlihat arogan, tapi Ia tidak bisa membaca pikirannya dan memahami maksudnya.


“Kau adalah adikku, jika bukan, aku sudah membawamu ke atas ranjang.”


Hyora terkejut dengan ucapannya yang tidak sopan. Ia berbalik dan melemparkan gelas yang ada ditangannya ke arah Andrew dengan cepat. Tentu saja gelas itu ditangkap dengan mudah oleh tuan muda Castiello.


Tapi sesaat kemudian, tendangan memutar mengenai dadanya. Tendangan itu terlihat ringan, namun mampu membuat pria itu mundur beberapa langkah. Belahan gaun Lyra yang tidak terlali terlihat kini terbuka dan memperlihatkan kaki panjangnya yang seksi.


Andrew tertawa menepuk dadanya yang sedikit nyeri. Rupanya adik kecilnya memperlihatkan kecepatan serangan yang mengejutkan.


“Rara, aku sudah bilang bahwa kau adalah adikku. Aku tidak akan menyakitimu maupun bergerak melawanmu.”


“Lain kali, aku akan menggunakan pisau dan peluru panas untuk menyerang.” Ancam Hyora dengan dingin.


Ucapannya bukanlah omong kosong sama sekali. Ia sudah merasa tidak nyaman mengingat stalker didepannya tanpa mendengar ucapan tak senonoh dari mulut kakaknya.


“Tapi aku serius saat mengatakannya, jika kau bukan adikku dengan wajah dan kemampuanmu aku akan berusaha mendapatkanmu.”

__ADS_1


Hyora menarik belati dari pahanya dan bergerak menusuk leher Andrew, tapi pria itu saat ini sudah bersiap akan serangan. Ia menghindarinya dan menangkap tangan Hyora sebelum menariknya ke belakang, membuat senjata itu jatuh dengan suara nyaring.


Hyora memutar tubuhnya dan menendang tepat ke arah alat vital Andrew membuat pria itu kewalahan dan melepaskan tangannya untuk mundur beberapa langkah. Tentu saja Hyora tahu pria ini tidak serius saat melawannya. Jika keduanya serius saling membunuh, tidak ada yang tahu siapa yang akan memenangkan perkelahian mereka.


“Apa kau tidak ingin mendengar tentang almahum tunanganmu?”


Ucapan Andrew menghentikan gerakan Hyora. Ia ingat ayahnya menyebutkan bahwa kakaknya sudah bertemu Kyuhyun, tapi Ia tidak memberitahu rincian pertemuan mereka. Hyora menatap Andrew dengan tajam seolah ingin membunuh pria itu.


“Tenanglah, pria itu sudah mencoba membunuhku dipertemuan pertama kami. Dia bahkan berhasil melukaiku dengan fatal.”


Hyora tidak terkejut. Ia tahu bahwa dirinya bukan satu-satunya agen yang menyembunyikan kemampuannya. Dengan intuisi dan otak Kyuhyun, pria itu pasti memiliko segudang rahasia yang bahkan tidak akan Ia ungkapkan pada Hyora.


Dengan kemampuan Kyuhyun, Ia mampu mengalahkan pria didepannya. Maka bisakah Hyora mengalahkannya?


“Jangan menatapku seperti itu, aku berbeda dengan tiga tahun lalu. Jika aku menghadapinya sekarang, aku mungkin bisa membunuhnya dalam lima gerakan.” Menyadari tatapan merendahkan Hyora, Andrew merasa bahwa Ia perlu menjelaskannya.


Tentu jika kemampuan Kyuhyun masih sama dengan tiga tahun yang lalu. Pikir Andrew dalam hati.


Saat itu, Ia masih belum berpikiran cukup dewasa. Bahkan dengan percobaan pembunuhan yang tidak terhitung jumlahnya, Ia bisa selamat tanpa terluka. Luka yang diberikan Kyuhyun menjatuhkan harga dirinya. Ia mengumpat dengan marah begitu kembali ke markas.


Hyora kembali ke sofa dan duduk dengan tenang.


“Duduk dan ceritakan apa yang terjadi! Jika kau kembali mengatakan omong kosong, aku akan mengatakan pada Ayah bahwa kau memiliki niat padaku.” Ancam Hyora dengan suara tenang.


Andrew bergerak mematuhinya. Jika candaannya didengar oleh Bernard, omongan itu akan memiliki makna lain. Bernard akan mengira bahwa putranya benar-benar ingin meniduri adiknya. Andrew akan mati ditangannya jika itu terjadi.


“Kau benar-benar sadis.” Gerutu Andrew dengan pelan.


Dia mulai menceritakan dari awal bagaimana Ia mengetahui keberadaan Hyora. Ia mengetahuinya melalui foto.


FLASHBACK


Andrew sudah sadar akan identitasnya sejak Ia kecil. Orangtuanya menikah melalui perjodohan, Ia terlahir di keluarga besar yang memiliki profesi kriminal sejak dulu. Sebagai pewaris, Ia memperoleh pendidikan khusus untuk bertahan hidup.


Namun pendidikan itu tidak menyiapkannya akan siatuasi nyata. Saat Ia berusia tiga tahun, keluarganya pergi berlibur dengan kapal pesiar. Ditengah perjalanan, ayahnya tiba-tiba harus pergi dengan helikopter untuk mengurus sesuatu.

__ADS_1


“Papa pergi hanya sebentar, kau dan Mamamu tinggal disini. Setelah kembali, Papa akan membawakanmu sesuatu yang menarik!” Ucap Bernard.


Andrew yang hanya berfokus pada hadiah mengangguk dengan patuh dan berjalan menemui ibunya.


Tiga jam selama ayahnya pergi, sekelompok pengkhianat menyusup kedalam kru kapal dan berhasil membantai anggota Castiello. Target utama mereka adalah ibunya dan anak semata wayang Bernard.


“Kami sudah mengamankan dek kapal, bantuan akan segera tiba!” Bisik seorang bodyguard kepercayaan Bernard.


Andrew dan ibunya yang bersembunyi di ruang penyimpanan alat mengangguk. Ibunya tahu bahwa mereka tidak akan selamat jika tetap tinggal diatas kapal. Karna itulah Ia meminta bawahannya untuk melindungi mereka pergi ke sekoci yang tersedia disamping kapal.


“Tapi nyonya, jumlah kami tidak akan cukup untuk melawan mereka.” Salah satu bawahan tidak setuju dengan rencananya.


“Pergi! Jika kalian tidak ingin mati, lakukan perintahku!” Mama Andrew berbicara dengan tegas, Ia bahkan menarik pistol dari bawah gaunnya.


“Nyonya benar, bantuan akan datang terlambat jika kita tetap disini, cepat laksanakan!”


Dengan mengorbankan beberapa anak buah, mereka berhasil melarikan diri dengan sekoci. Sayangnya, para pemburu itu berusaha menyusul mereka dengan kapal jetsky.


Mesin penggerak sederhana pada skoci tidak akan bisa melawan beberapa jetsky canggih. Beruntung mereka menemukan pulau beberapa kilometer dari kapal pesiar.


“Andrew, maafkan Mama.” Ucap Mama Andrew sebelum mendorong putranya jatuh ke laut.


“NYONYA!” Pengawal pribadi Andrew berteriak saat melihat tuannya jatuh ke air.


To be continue...


N/A :


Hello... casting Andrew sudah ditemukan. Siapakah dia?


Andrew Castiello



Shin Hyora/ Rara Castiello

__ADS_1



__ADS_2