
Sudah satu tahun waktu berlalu sejak penembakan Hyora, satu tahun juga gadis itu terbaring diatas tempat tidur. Wajahnya jauh lebih tirus dibandingkan dengan foto awal yang mereka ambil sebelum berpisah untuk menjalankan misi terkutuk itu. Dokter yang Kyuhyun panggil untuk memeriksanya semua berkata bahwa tubuhnya baik-baik saja, alat vitalnya bekerja dengan baik, scan otaknya juga tidak memperlihatkan kesalahan. Gadis itu hanya tidak bisa bangun. Saat mereka menyerah, Kyuhyun tidak lagi mempercayai mereka.
Eunhyuk kembali datang untuk menyeret Kyuhyun pergi keluar. Ia berkata bahwa dia adalah kakak mereka dan akan mempertaruhkan nyawanya untuk menjaganya. Ucapan itu membuat Kyuhyun terpaku, Ia merasa telah mendengar hal yang sama. Semua seperti de javu karna pengulangannya selama satu tahun terakhir.
Kyuhyun menjalankan mobilnya tanpa arah tujuan setelah menyelesaikan list belanjanya. Tanpa sadar mobilnya sudah melaju ke arah kota sebelum berhenti. Matanya melihat area sekitar, setelah memastikan tidak ada yang mencurigakan, Ia memakai maskernya dan keluar dari mobil. Cuaca terlihat cerah meskipun suhu berada dibawah 15 derajat. Pria itu memilih untuk berjalan kaki mengikuti jalan setapak didepannya.
Ia berjalan melewati beberapa toko untuk melihat-lihat barang dagangan yang menarik untuk dibeli. Gadisnya menyukai pernak-pernik cantik seperti aksesoris dan lukisan. Suara ramai pengunjung yang tidak kalah dari para pedagang pinggir jalan terdengar berdengung dikepalanya saat pikirannya kembali kearah Hyora.
Langkah kakinya berhenti saat melihat seorang pedagang yang menjajakan beberapa souvenir unik. Ahjumma itu sudah terlalu tua untuk berjualan, terlebih dibawah cuaca sedingin ini.
Kyuhyun tak mungkin memintanya berhenti berjualan disini, tangannya bergerak lebih cepat dari pikirannya, namja itu melepas syal merah yang ia kenakan dan memakaikannya pada si ahjumma.
“Disini dingin sekali, jika tidak berhati-hati ahjumma bisa sakit.” Ucapnya memasang syal dengan hati-hati, Ia berharap benda itu bisa membantu menghalau udara meskipun hanya sedikit.
“Gwencana, aku sudah biasa... kau sendiri sedang apa di malam tahun baru seperti ini? Mengapa tidak membawa kekasihmu?” Ucap ahjumma itu dengan ramah, bibirnya tersenyum membuat kerutan diwajahnya semakin jelas.
“Aku sedang mencari keajaiban. Oh, bagaimana mungkin ahjumma mengetahui aku sudah memiliki kekasih?” Tanya Kyuhyun, senyumnya tidak mencapai matanya saat mendengar pertanyaan ringan penjual souvenir itu. Ya mengapa tidak membawanya? Karna gadis itu masih tertidur lelap.
“Aiyo! Namja tampan dan baik sepertimu tak mungkin lajang...” Jawaban wanita tua itu membuatnya tertegun sejenak.
__ADS_1
“Nde? Ah, aku memang tampan… Ahjumma pandai memuji, apa yang ahjumma jual?”
“Ini hanya sauvenir biasa, ambilah salah satu!” Ucap wanita tua itu dengan bersemangat.
“Aku tak mungkin mengambilnya dengan gratis…” Kyuhyun menolaknya dengan halus sebelum meraih dompet di saku jaketnya.
“Tidak, tidak, tidak perlu membayarnya, anggap saja aku membayar syal yang kau berikan, ini... ambillah satu!” Jelas sang ahjumma, tangannya mengulurkan sebuah gembok kecil sebelum berkata, “Ini adalah gembok takdir, menurut ceritanya... kau bisa mengunci takdirmu dengan ini. Lihat keatas, itu adalah Namsan Tower yang hanya berjarak dua kilo meter dari sini. Pasang pada dindingnya dan keajaiban yang kau cari akan terjadi!”
Kyuhyun menatap ragu pada menara yang menjulang tinggi di kejauhan itu. Ia belum pernah kesana, sayangnya sekarang sudah hampir gelap. Ia harus segera kembali pulang ke apartemennya, tapi senyum misterius wanita tua itu membuatnya penasaran.
“Pergilah, hati-hati saat kembali!” Ucap sang ahjumma dengan suara cukup keras.
Kyuhyun menunduk mengucapkan terimakasih sebelum berjalan menuju tempat parkir mobilnya. Ia memberitahu Eunhyuk agar makan malam lebih dulu karna mungkin dia akan pulang terlambat.
“…Namsan Tower.” Jawab Kyuhyun dengan ragu. Mereka seharusnya sudah menutup pintu masuk ke menara itu sesuai dengan jadwal operasional, tapi pintu masuk masih terbuka lebar didepannya.
“Sialan! Apa yang kau lakukan di Namsan Tower? Kau tidak berniat bunuh diri kan?!!” Pekik Eunhyuk, imajinasinya terus memainkan wajah Kyuhyun yang semakin buruk akhir-akhir ini.
“Omong kosong apa yang kau ucapkan?! Jika ingin bunuh diri aku tidak akan pergi sejauh ini…” Ucap Kyuhyun dengan jengkel sebelum menutup panggilan itu tanpa mempedulikan umpatan Eunhyuk.
__ADS_1
Kyuhyun menatap puncak tower yang dihiasi cahaya lampu beragam warna, matanya menyapu lingkungan sekitar sebelum melangkah masuk menuju puncak tower.
Semakin naik ke atas, semakin aneh perasaan Kyuhyun. Tidak ada seorangpun digedung ini, bahkan petugas pembersih ataupun keamanan yang seharusnya menjaga tower. Kakinya melangkah mendekati deretan pagar pembatas yang telah terpasang ratusan atau bahkan ribuan gembok.
Dengan gembok ditangannya, Ia berjalan mencari tempat yang kosong untuk memasangnya. Setelah menemukannya, Ia baru menyadari bahwa ahjumma itu tidak memberikannya kunci pasangan gembok. Beruntung lengkungan itu belum terpasang rapat, Ia menariknya sedikit sebelum memasangnya pada dinding pagar Namsan Tower. Matanya meredup saat melihat gembok itu, mungkin karna sugesti ahjumma tadi, Ia merasa bahwa keajaiban akan benar-benar terjadi. Entah apa yang merasukinya, tiba-tiba Ia meraih pena marker permanen di saku jaketnya dan menuliskan sesuatu sebelum berbalik pergi. Saat ini, Ia hanya ingin melihat kekasihnya.
Sesuai dengan dugaan Kyuhyun, terjadi kemacetan parah di jalan utama kota. Ia sibuk berputar-putar mencari rute tercepat untuk kembali ke apartemennya. Jam sudah menunjukkan pukul dua pagi saat Ia sampai.
Eunhyuk sudah tertidur di ruang tamu dengan balutan selimut tebal. Kyuhyun merasa bersalah, besok pagi Ia akan memanggilnya hyung dan membuat sarapan untuk membuatnya senang.
Kyuhyun masuk ke kamarnya dan melihat sosok Hyora yang masih seperti pagi tadi. Ia memeriksa pelembab udara dan suhu penghangat sebelum melepas jaket tebalnya. Matanya sudah mengantuk, tapi Ia memaksakan diri untuk masuk kamar mandi dan membersihkan diri. Pria itu kembali dengan handuk basah yang telah direndam air hangat untuk mengusap wajah, lehar, tangan dan kaki Hyora. Setelah selesai, Ia berbaring tidur disisinya.
“Second chance” bisikan lembut suara ahjumma yang terbawa angin malam terdengar samar ditengah Kyuhyun yang mengantuk, Ia mendengarnya namun berfikir bahwa itu hanya imajinasinya saja.
“Hmm, good night.” Gumamnya mengecup dahi gadis itu dengan lembut dan menutup matanya.
Tik Tok.... Tik Tok...
Jarum yang menunjukkan angka dua perlahan namun pasti mulai berjalan mundur, tetesan infus yang jatuh dan mengalir ke lengan Hyora kembali naik satu per satu, tanggal di kalender juga ikut bergerak mundur seiring waktu yang berubah. Pot bunga yang Kyuhyun perbaiki satu tahun yang lalupun mulai kembali seperti semula, retakan-retakan pada permukaannya menghilang dengan sendirinya.
__ADS_1
“Waktu berputar ke masa lalu!” Bisik Ahjumma itu dengan terkejut.
Tbc.