
Malam itu suhu mencapai sepuluh derajat celcius. Para tamu undangan yang kembali dari kediaman Castiello telah diantar dengan selamat. Mereka yang memiliki musuh akan memperkuat keamanan, sementara mereka yang memiliki hubungan dekat dengan kelompok mafia raksasa itu tidak perlu khawatir akan apapun.
Maura Robaine duduk di kamar penginapannya dengan waspada. Ia hanya minum sedikit alkohol di perjamuan. Perasaannya mengatakan bahwa Castiello tidak akan membiarkan mereka istirahat dengan tenang malam ini.
Kedua panatua yang datang bersamanya telah lama beristirahat. Mereka sungguh naif, berpikir bahwa Bernard tidak akan menyentuh Robaine di wilayah kekuasaan mereka.
Jika Castiello ingin bertindak, siapa yang berani menghentikannya?
Suara gebrakan pintu terdengar dari ruang sebelah. Maura yang sudah tegang sejak tadi justru menjadi santai karna dugaannya benar terjadi.
Pintu kamarnya yang sengaja tidak Ia kunci terbuka dengan mudah. Sosok Hyora yang memakai mantel hitam berjalan masuk.
“Oh! Aku tidak memikirkan sekenario ini.” Hyora dan seorang pria pengawal masuk ke kamarnya. Ia tidak mengira wanita Robaine didepannya akan duduk dengan tenang. Seolah Ia sengaja menunggunya.
“Aku ingin menawarkan kerja sama denganmu.” Ucap Maura dengan tenang.
“Aku tidak tertarik.” Hyora terlihat tidak peduli dengan apa yang dikatakan musuhnya.
“Dengarkan aku dulu, kau tidak bisa menghabisi menghabisi kami tanpa mengetahui dimana chip virus yang kami sembunyikan.”
“Apa kau tidak tahu kalau aku telah menjadi pengkhianat NIS?”
“Apa kau tidak peduli dengan negara kelahiranmu?”
“Omong kosong!” Andrew datang dengan wajah marah. Apa Maura mencoba membangunkan rasa nasionalisme dan patriotisme adiknya terhadap negaranya?
“Kau tidak perlu mendengarkan ucapannya. Biarkan mereka menyelesaikan masalah itu sendiri! Terlebih siapa tahu bahwa chip virus itu hanya bualan NIS dan Robaine.”
Hyora mengangguk menyetujui pendapat Andrew. Ia tahu bahwa NIS dan Robaine bekerjasama. Apa yang ingin mereka capai mungkin untuk mengurangi pengaruh Castiello di wilayah Asia. Mereka pasti gila jika masih mengharapkan rasa nasionalisme dari Hyora, pion yang sengaja digunakan negara untuk menarik Castiello.
Maura mengerutkan wajahnya saat melihat Andrew datang. Rencananya untuk menarik Hyora kepihaknya akan sulit jika pria itu ikut campur.
“Chip itu benar-benar ada.”
“Aku sudah bilang aku tidak peduli. Sekarang aku menjadi buronan NIS dan tidak memiliko hubungan dengan negara itu sama sekali.” Hyora menatap Maura dengan malas. Jika Ia ingin bekerja sama, Ia perlu usaha yang lebih keras.
__ADS_1
“Tunanganmu yang sudah mati akan kecewa dengan pilihanmu.” Ucap Maura dengan kesal.
“Ck, beraninya kau menyebut tunanganku. Aku tahu dengan jelas siapa yang bertanggungjawab akan kematiannya.” Dengan suara dingin Hyora menatap wanita didepannya. Ia seharusnya tidak lupa alasan Robaine berada dalam situasi ini.
“Bukan aku yang membunuhnya. Jika kau sudah menyelidiki keadaan internal kamu, kau pasti sudah tahu bahwa aku dijadikan kambing hitam. Kakakku yang menjadi pemimpin Robaine dan beberapa tetua lain berusaha menekanku. Kami yang datang sebagai tamu Castiello adalah tumbal yang dikorbankan untuk mengurangi kemarahanmu. Kematian kami tidak akan berarti banyak jika kau ingin membalas kematiannya.”
Hyora dan Andrew tahu, tapi mereka tidak menanggapinya.
“Jika kita bekerjasama, kau bisa menarik seluruh pemimpin Robaine dan pengkhianat NIS. Ayah angkatmu akan setuju dengan usulanku.”
Hyora menatapnya dengan tajam. Ia benar-benar ingin membunuh wanita didepannya ini sekarang juga.
“Jika kau membunuhku, aku tidak yakin kemana informasi ini akan bocor.” Ucap Maura merasakan niat membunub Hyora.
Maura mengetahui masa kecilnya. Meskipun Jungha sudah menghapus jejak mereka dengan bersih, Maura berhasil mendapatkan potongan informasi itu. Fakta bahwa Song Jungha, wakil pemimpin NIS adalah ayah angkat Shin Hyora, putri tunggal Castiello.
Jika masalah ini tersebar, Jungha akan berada dalam bahaya. Baim hidup maupun karir yang dibangunnya selama ini akan hancur.
“Kau benar-benar menyiapkan rute mundur saat datang…” Andrew yang mengetahui kelemahan Hyora hanya menghela nafas berat. Maura Robaine telah memegang ekor mereka, ancaman yang terlihat lembut tapi mematikan.
“Aku hidup seperti ini.” Maura mengangkat bahunya dengan santai. “Terlebih, aku sudah membantumu menyelamatkan diri saat di Hotel Zeus.”
“Bukan aku yang menjatuhkan kartu identitas.” Ucap Maura tajam, mengingatkan bahwa semua ini kesalahan Hyora sendiri yang membuka penyamarannya.
“Tanpa kartu itupun NIS akan menjual informasiku ke Robaine dengan senang hati.”
“Setidaknya aku telah memberitahu identitasmu dan memberimu kesempatan untuk bertahan hidup.”
Hyora berjalan ke sofa dan duduk didepan Maura. Ia setidaknya akan mendengar proposal yang diajukan wanita itu sebelum memutuskannya. Terlebih, daripada membunuhnya disini, Ia lebih berguna jika masih hidup.
Andrew menatap adiknya, dia bisa saja mengeluarkan Song Jungha dari masalah pelik ini. Tapi adiknya ingin bermain, biarkan dia melakukan apapun yang Ia inginkan.
Maura diam-diam merasa batu yang ada dihatinya terjatuh. Ia memiliki jalan keluar dengan mempertaruhkan nyawanya.
“Aku ingin kau menjadikanku pemimpin Robaine. Sebagai gantinya aku akan membantumu membunuh Ian Robaine dan tetua lain yang ikut merencanakan serangan kepadamu.”
__ADS_1
Hyora mengangkat alisnya sebelah saat mendengar tujuan Maura.
“Nafsu makanmu cukup besar…” Andrew menanggapinya dengan siulan, Ia merasa terhibur akan pikiran gadis itu.
“Jika bukan karna dia yang berusaha membunuhku, aku tidak akan melakukannya. Aku juga bisa memberi informasi asli semua pengkhianat dan mata-mata di NIS. Terserah apa yang ingin kau lakukan dengannya.”
“Mengapa kau tidak berpikir bahwa kami juga menginginkan kelompok Robaine?” Tanya Hyora.
“Castiello tidak tertarik dengan kelompok Robaine jika bukan karenamu. Alasan mereka mencapai kawasan Asia adalah untuk melindungimu, tapi sekarang kau aman disini.”
“Kami memang tidak tertarik dengan Robaine, tapi bermain-main di pasar Asia cukup menyenangkan.” Sebagai pewaris tunggal Castiello, Andrew memiliki pendapatnya sendiri.
“Tidak seperti kakakku yang berambisi, keinginanku hanyalah bertahan hidup.”
“Hemm… aku mengerti, tapi aku tetap akan membunuh dua tetua yang datang bersamamu.” Jawab Hyora.
“Oh, jangan sampai kakakmu berpikir untuk menjalin pernikahan dengan adikku.”
Hyora dan Maura melirik Andrew saat mendengar ucapannya. Rupanya Andrew memasang alat penyadap pada meja perjamuan mereka.
“Aku tahu mereka bodoh, jangan khawatir.”
“Aku tidak masalah jika mereka berpikir menikahkanku dengan Ian Robaine. Karna aku tidak akan menyetujuinya.”
“Tetap saja, lebih baik mengakhiri pemikiran itu sedini mungkin.”
“Aku tahu.” Jawab Maura dengan tenang.
Suara ketukan ringan terdengar dari pintu. Pengawal dibelakang Hyora membuka pintu itu dan keluar untuk menerima laporan. Setelah beberapa menit, Ia kembali dan berbisik pada Hyora.
“Bunuh dua pertiga pengawal yang mereka bawa.” Ucap Hyora dengan dingin.
“Bawa dua tetua itu ke ruang penyiksaan. Aku akan menanganinya sendiri.” Andrew memberi perintah pada bawahannya. Ia berniat untuk membuka mulut keduanya, mereka masih kekurangan informasi dalam.
“Bukankah lebih baik jika kami kembali dengan utuh? Setidaknya Ian tidak akan curiga…” Usul Maura. Kedua tetua berada dipihaknya, Ia masih memerlukan keduanya.
__ADS_1
“Bukankah kau yang bilang bahwa kalian datang untuk meredakan kemarahanku? Meskipun tidak cukup, tapi…”
DOR!