Gembok Takdir

Gembok Takdir
Andrew Castiello 2


__ADS_3

Andrew tidak tahu apa yang terjadi diatas sekoci itu. Ia hanya tahu bahwa ibunya pergi meninggalkannya, putranya yang baru berusia tiga tahun lebih ditengah lautan. Ibunya ingin pergi menyelamatkan diri tanpa dirinya.


Ia seharusnya tidak bisa mengingatnya, namun entah mengapa tatapan ganas ibunya dan perasaan dikhianati dapat diingatnya dengan jelas.


Andrew terombang ambing sendirian ditengah rasa keputusasaan selama lebih dari satu jam. Tapi beberapa puluh menit itu terasa selamanya. Hanya jaket pelampung dan pengetahuan dasarnya yang membuatnya bertahan. Ia hampir menyerah pada hidup saat tubuhnya mulai lelah dan basah karna air asin.


Suara mesin jetsky dan helikopter terdengar dikejauhan. Ia tidak berani berteriak ataupun menangis. Khawatir akan kedatangan musuh dan dehidrasi jika Ia melakukannya.


Beberapa saat kemudian, sebuah jetsky mendekat, dalam hati Andrew sudah merasa bahwa Ia akan mati hari ini.


“Andrew!!” Suara teriakan ayahnya membuat anak berusia tiga tahun itu kembali dari jurang keputusasaan.


“Papa!” Panggilnya dengan lemah.


Ia menangis begitu berada dalam pelukan ayahnya yang ikut terjun ke laut. Mereka berhasil menyelamatkannya tepat waktu. Tapi Andrew tidak bertanya mengenai keberadaan ibunya.


Untuk apa Ia mengetahui dimana wanita kejam yang membuangnya ke laut untuk bertahan hidup?


Tapi satu hari kemudian Ia mendengar bawahan ayahnya melaporkan bahwa Nyonya Castiello ditemukan tewas tertembak dipulau yang mereka tuju. Beberapa pengawal yang tersisa juga terbunuh dengan luka tembak yang sama.


Andrew hanya tersenyum dingin. Ia merasa bahwa mereka pantas mendapatkannya. Itu adalah balasan karna meninggalkan putra kandungnya ditengah laut untuk dimakan ikan.


Mereka segera melakukan pemakaman. Andrew hanya berdiri dengan patuh disamping ayahnya yang diam membisu. Mata ayahnya memerah, tapi tidak ada air mata yang keluar.


Ia berpikir bahwa ayahnya mungkin juga kecewa pada ibunya. Ayahnya memberitahunya bahwa pengkhianat itu berasal dari keluarga ibunya. Ia harus pergi membereskan masalah yang tersisa dan membiarkan Paman Neo mengantarnya pulang. Paman Neo yang menjemputnya berkata dengan nada sedih saat keduanya berada di mobil.


“Tuan benar-benar menyesal. Tapi seorang pemimpin harus tetap terlihat tegar didepan anak buahnya.”


“Ya, paman benar.” Ucap Andrew setuju.


“Tuan muda juga, anda adalah pewaris tunggal. Jangan biarkan orang lain melihat tuan muda menangis atau memiliki kelemahan.”

__ADS_1


Andrew tahu bahwa jika Ia menunjukkan kelemahan, musuhnya akan memanfaatkannya dan menghancurkan keluarganya. Ia hanya mengangguk setuju.


Ayahnya terlihat berbeda setelah kejadian itu. Ia menjadi lebih kejam dalam menjalankan tugasnya. Banyak struktur organisasi yang Ia ubah. Ia juga lebih memperhatikan Andrew. Namun matanya kini kosong, seolah hatinya ikut terkubur bersama istrinya.


Saat Andrew berusia lima tahun, ayahnya menghilang saat melakukan perjalanan ke Jepang. Ia khawatir akan keselamatan ayahnya dan berlari meminta tolong kepada kakeknya. Pemilik Castiello yang lama masih menjabat saat itu. Ia mengawasi dengan ketat perkembangan organisasi mereka yang menurun sejak kematian Nyonya Castiello.


Satu tahun kemudian, ayahnya kembali dengan sinar dimatanya. Tatapan yang Ia miliki saat bersama ibunya dulu telah kembali. Auranya menjadi lebih tajam dan berkarisma. Ia kembali memeluknya dan mengatakan bahwa Ia bertemu calon ibunya.


Kelompok mafia Castiello mereka berkembang pesat. Banyak jalur yang dibuka mencapai kesuksesan mengarah ke Asia.


Tapi beberapa tahun kemudian, sebuah paket datang dari Korea dan membuat Andrew melihat ayahnya menangis untuk pertamakalinya.


Ia menyusup ke ruang kerja ayahnya dan melihat foto anak kecil berwajah Asia dibrankas miliknya. Dibaliknya tertulis nama Shin Hyora/Rara Castiello. Sepucuk surat menceritakan bahwa wanita bernama Shin Hyeri telah meninggal dan pengirim surat akan membesarkan putrinya.


Penyusupan itu diketahui oleh ayahnya yang marah. Dengan penuh keyakinan, Andre yang masih remaja berteriak pada ayahnya.


“Aku akan melindungi adikku!!! Jika Papa tidak bisa membawanya pulang, maka aku akan pergi menemuinya.”


“Kau…” Kemarahan Bernard mereda saat mendengarnya. Ia kemudian menjelaskan, “Kita tidak bisa menjalin kontak apapun dengannya. Identitas ini akan membahayakan nyawanya.”


Sesuai janji Andrew, Ia menyingkirkan orang-orang yang mengancam hidup Hyora dalam diam. Ia bahkan menyamar sebagai turis asing hanya untuk berpapasan dengannya.


Keberadaannya tidak diketahui oleh siapapun, kecuali Cho Kyuhyun. Pria itu menyelidiki latar belakang Hyora saat mereka mulai dekat. Ia bertemu dengannya saat Andrew datang ke Korea setelah beberapa waktu.


Terjadi baku tembak dan baku hantam antara keduanya. Kyuhyun berhasil menusuk perutnya, Ia hampir membunuhnya saat pengawal Andrew menyelamatkannya. Ia lalu menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki niat buruk kepada Hyora.


Beberapa waktu kemudian, setelah luka Andrew sembuh keduanya kembali bertemu dan mengatakan tujuan dan informasi penting.


FLASBACK END.


“Untuk dua puluh tahun terakhir ini, hanya pria itu yang berhasil melukaiku.” Ucap Andrew mengakhiri ceritanya.

__ADS_1


“Hanya itu? Apa yang kalian bicarakan?” Hyora bertanya dengan perasaan rumit.


“Ini sudah larut malam, aku akan menceritakannya lain kali”


“Kau!”


“Jadi, yang ingin kukatakan adalah aku berada dipihakmu. Buang jauh-jauh pikiran tak berguna itu. Contohnya seperti kakakmu ini ingin membunuhmu atau perebutan hak waris pemimpin Castiello.” Andrew memotong kemarahan Hyora.


“Huh!”


“Keluarga Castiello tidak mengampuni pengkhianatan. Tapi kami terkenal memiliki ikatan keluarga yang kuat.”


“Apa kau bodoh, jika aku menjadi ibumu aku akan melakukan hal yang sama. Jika kau mengikutinya, kau akan mati bersama mereka!”


“Apa maksudmu?”


“Aku akan memberitahumu lain kali. Mengapa kau tidak datang membantuku saat serangan penembakan itu?”


Ucapan Hyora yang menggantung penjelasan seakan membalasnya. Andrew berkedip saat memikirkan penembakan itu.


“Aku terlambat mendapat berita, kukira dengan kemampuan kalian, Kyuhyun tidak akan jatuh semudah ini.” Jawab Andrew, matanya menatap langit malam dikejauhan. Ia masih mengingat rival dan partner yang dulu bahu membahu bekerjasama melindungi adiknya. Sebenarnya apa yang terjadi hingga pria itu tewas?


“Kau belum menjelaskan apa yang kalian bicarakan! Kalian…”


“Itu cerita lain waktu. Terlebih, bukankah kau sudah memiliki rencana untuk malam ini?” Andrew memotong keluhan yang dilontarkan Hyora.


Gadis itu menarik tangan Andrew dan memeriksa waktu. Sudah lewat jam sebelas malam.


“Sh*t!!! Mengapa tidak ada yang memberitahuku?” Dengan kesal Hyora beranjak dari tempat duduknya.


Andrew tersenyum melihat kepergian adiknya. Ia telah memberitahu para pengawal tersembunyi disekitarnya untuk menghentikan siapa saja yang datang mendekat.

__ADS_1


Pesta telah selesai sejak beberapa waktu yang lalu. Aula yang ramai kini terlihat sepi dengan dekorasi mewah yang akan dibersihkan para pelayan. Para tamu undangan kembali ke rumah atau penginapan mereka masing-masing dengan pengawalan ketat Castiello. Hal ini untuk mencegah musuh menyalahkan kecelakaan yang terjadi kepada Castiello.


Setelah kembali dengan aman, keselamatan mereka berada di tangan mereka masing-masing. Castiello akan menarik kembali pengawalan mereka.


__ADS_2