
Di gedung apartemen mewah pusat kota, seorang pria dengan kacamata menatap ke arah deretan bangunan dibawahnya. Ia akhirnya kembali setelah beberapa bulan pergi. Tapi ia juga tidak bisa dikatakan kembali karnaia tidak bisa menganggap tempat ini sebagai rumah.
Pria berwajah mirip Cho Kyuhyun itu mengambil rokok di saku jasnya dan menyalakannya.
“Kau sebaiknya tidak merokok didalam ruangan…” sekertaris pria dibelakangnya menyerahkan selembar kertas berisi informasi kepadanya.
Pria itu hanya melirik dan tetap menghisap rokoknya dalam-dalam.
“Bagaimana dengan perusahaan real estate di Apgujong?” Tanya pria itu.
“Kyungsoo-nim, kau tahu bahwa mereka tidak akan bertahan tanpa investasi dari kita. Mereka tidak memiliki pilihan selain menyetujui namamu bergabung dengan perusahaan mereka.”
Pria itu tersenyum samar saat mendengarnya. Lee Kyungsoo, itulah namanya saat ini. Hingga kini ia masih belum terbiasa mendengar nama itu. Dibandingkan nama koreanya, ia lebih familiar dengan nama Lucas Lee.
“Aku tahu… pasar saham saat ini tengah memburuk. Kau pergi ke Cho Corporation secara pribadi dan tawarkan bantuan kepada mereka.”
Meskipun ia baru saja kembali ke Korea, ia masih peduli akan perusahaan keluarganya itu. Kakak perempuannya baru saja melahirkan seorang putra, keluarga mereka akan kesulitan bertahan jika perusahaan keluarganya bangkrut.
Cho Kyuhyun benar-benar sudah menjadi abu dibawah tanah. Entah apa yang terjadi beberapa bulan lalu, yang ia pahami hanyalah fakta bahwa ia terpaksa harus menjalani hidupnya sebagai orang lain.
Setelah ragu-ragu sejenak, ia menambahkan, “jangan menyebutkan namaku saat kau bertemu dengan mereka.”
Sekertaris itu menatapnya dengan bingung. Orang lain akan memamerkan perbuatan baiknya untuk mengambil keuntungan. Tapi bos mudanya ini justru tidak ingin dilihat oleh publik. Seakan-akan identitasnya merupakan sebuah rahasia.
“Baik.” Sekertaris itu segera menjalankan perintahnya.
Ia sangat setia terhadap Lee Kyungsoo setelah berhasil selamat dari sekumpulan preman yang mencoba membunuh keluarganya. Pria asing itu tiba-tiba datang memukuli para preman dan membantu keluarganya membayar hutang mereka. Tentu saja selain hutang budi, sekertaris itu juga kagum akan kemampuan Lee Kyungsoo.
Meskipun ia tidak mengetahui dengan jelas identitas bosnya itu, ia tahu bahwa latar belakang bosnya tidak sederhana. Yang Lee Kyungsoo katakan padanya hanyalah bahwa ia baru saja kembali dari Amerika dan tengah berusaha mengembangkan bisnis di Korea.
__ADS_1
Kyuhyun duduk dan menikmati kopi panas yang dibawa sekertarisnya. Mereka membicarakan rencana pertemuan besok dengan para pemegang saham. Kyuhyun biasanya berbicara dengan nyaman saat hanya ada mereka berdua.
“Presdir, apakah kau mau mampir ke rumahku? Ibuku sudah lama ingin mengundangmu makan malam… tapi jika kau tidak ingin, aku bisa menolaknya.”
“Hanwu, apa keluargamu masih merasa canggung denganku? Masalah uang sudah selesai sejak bulan lalu, kau tidak perlu berterimakasih padaku. Terlebih kau sudah bersedia bekerja denganku.”
“Ini bukan hutang budi atau rasa terimakasih. Ibuku tahu kau tidak memiliki keluarga di Korea, dia hanya ingin mengundangmu mencicipi makanan rumah. Walaupun sederhana, tapi keahlian memasak ibuku sangat bagus.”
Kyuhyun teringat akan ibunya yang sudah beberapa tahun tidak ditemuinya. Ia tersenyum samar dan menerima undangan ibu Hanwu.
Pukul tiga sore, Kyuhyun mengendarai mobilnya mengikuti sekertarisnya yang bernama Hanwu itu. Mereka menuju rumah keluarga Hanwu yang terletak dipinggir kota.
Rumah itu tidak luas, tapi lebih dari cukup untuk ditinggali ibu Hanwu bersama pitra bungsunya, Hansen. Ada pekarangan kecil yang digunakan ibu Hanwu untuk menanam sayuran dan sebuah pohon jeruk. Meskipun Hanwu sudah mengontrak apartemen kecil dipusat kota sejak bekerja dengan Kyungsoo, ia masih kembali seminggu sekali untuk menjenguk ibunya.
Kyuhyun masuk mengikuti Hanwu, ia memberi salam dengan sopan saat memasuki pintu rumah.
“Oh! Kyungsoo sudah datang! Ayo masuk, suhu diluar pasti sangat dingin.” Ibu Hanwu terlihat senang saat melihat atasan putranya itu.
“Bibi, maaf baru datang sekarang, aku membawa kue dan buah untuk bibi.” Ucap Kyuhyun. Selain kotak kue dan sekeranjang buah, ia juga menyerahkan barang-barang yang dibelinya di tengah jalan kepada Hanwu.
“Mengapa kau membawa barang-barang mahal ini! Bibi tidak membutuhkannya.”
“Ini tidak mahal, jika bibi keberatan aku akan memotong bonus Hanwu untuk bulan depan.” Canda Kyuhyun yang membuat ibu Hanwu tersenyum dan menerima pemberiannya dengan senang.
“Minum dulu the hangat ini, makan malam akan siap dalam sepuluh menit.”
Ibu Hanwu meminta mereka untuk duduk sebelum kembali ke dapur.
“Hanwu! Coba hubungi adikmu! Pria kecil itu sudah merasa dewasa saat ia masuk SMA, berani-beraninya dia pulang terlambat!” Ibu Hanwu berbicara sedikit keras agar putranya bisa mendengarnya dari belakang.
__ADS_1
“Ya!” Sahut Hanwu, ia segera menyiapkan kue dan buah untuk Kyungsoo sebelum keluar memanggil adiknya.
Kyuhyun yang ditinggal sendiri diruang tengah tersenyum melihat foto keluarga mereka. Rumah ini hangat, tidak terasa sepi sama sekali. Hanwu permah bercerita bahwa ayahnya pergi tanpa memberi kabar sepuluh tahun yang lalu.
Mereka berusaha mencarinya dengan perasaan khawatir. Tapi setelah sekumpulan preman datang menagih hutang ayahnya, kekhawatiran Hanwu berubah menjadi kemarahan. Ia diam-diam bekerja sambil menyelesaikan sekolahnya, dengan gaji yang sangat pas-pasan keluarga mereka berhasil bertahan hidup.
Sekertarisnya itu bahkan mendapatkan beasiswa di perguruan tinggi terkenal dan lulus dengan baik. Saat itulah Kyuhyun bertemu dengan ibu dan adiknya yang tengah dipukuli oleh preman sewaan rentenir. Ia senang akan keputusannya membantu keluarga kecil ini.
Dia memperhatikan foto-foto keluarga mereka di dinding saat Hanwu kembali tanpa suara.
“Bagaimana?” Tanya Kyuhyun tanpa membalikkan badan.
“Dia sudah makan malam diluar. Aku menyuruhnya untuk segera pulang.”
“Ckck, kau terlalu memanjakan adikmu.”
“Bagaimana kau tahu?”
Kyuhyun hanya menunjuk pada foto-foto masa kecil mereka. Ia dapat melihat secara sekilas bahwa keluarga mereka terlalu menyayangi Hansen dan memanjakannya.
Hanwu tahu bahwa Kyungsoo memiliki insting tajam dan sangat pandai dalam menilai orang. Ia memiliki kemampuan pengamatan yang sangat baik.
“Dia adikku satu-satunya, saat dia kecil kami hampir kehilangan nyawanya karna kecelakaan. Jadi tidak heran jika keluarga kami memanjakannya.” Hanwu tersenyum canggung.
“Jika kau tidak mendidiknya dengan baik, cepat atau lambat kau akan benar-benar kehilangan adikmu.” Gumam Kyuhyun dengan lirih.
Ia melihat bahwa sorot mata kebencian milik Hansen saat ia dipukuli para preman itu. Jika tidak diarahkan dengan baik, anak itu akan membuat masalah di masa depan.
“Apa yang kau katakan?” Hanwu yang tidak mendengar dengan jelas ucapan bosnya hanya bertanya dengan bingung.
__ADS_1
“Ayo cepat duduk, makanan sudah siap!” Percakapan mereka terpotong oleh suara ibu Hanwu yang masuk dan menarik keduanya menuju ruang makan.
Kyuhyun hanya menurut dan tidak menjawab pertanyaan Hanwu. Mereka duduk dimeja makan dan menikmati masakan ibu Hanwu yang memang sangat otentik dan enak.