Gembok Takdir

Gembok Takdir
Keluarga Castiello


__ADS_3

Pamam Neo dan Lara Castiello memahaminya keputusannya. Memang lebih baik jika mereka pergi secepatnya. Hyora meninggalkan tempat itu tanpa membawa apapun kecuali cincin pemberian Kyuhyun dan senjata api yang tersembunyi dipunggungnya.


Bernard Castiello, ayah Hyora merupakan sosok legenda di kalangan mafia Eropa. Ia berhasil mengembangkan bisnisnya sampai ke Asia tanpa terpaku pada produksi senjata api dan narkoba.


Selain itu, keadaan internal dalam kelompoknya juga sangat kuat. Meskipun tidak memiliki istri dan hanya memiliki satu pewaris, kemampuan putranya lebih dari cukup untuk menggantikannya.


Hyora menatap ruang tamu mewah itu dengan bosan, Lara Castiello yang mengaku sepupunya mengatakan bahwa ayahnya akan pulang dalam waktu lima belas menit.


Pelayan Castiello yang sudah mengetahui keberadaannya ingin mengantarkannya istirahat, tapi nona mudanya itu tidak mau.


“Aku tahu, suruh tuan muda untuk pulang sebelum…”


Seorang pria di akhir empat puluhan masuk, ucapannya terhenti saat Ia melihat sosok Hyora yang duduk dengan malas di sofa ruang tamu.


“Putriku! Kukira kau akan sampai besok.” Bernard berjalan mendekati putrinya dan memeluknya.


Melihat kecanggungan diwajah putrinya, Bernard hanya tersenyum memaklumi. Ia meminta pelayan untuk menyiapkan makan malam.


“Aku tahu banyak yang ingin kau tanyakan, ayah angkatmu pasti tidak banyak memberitahumu.” Ucap Bernard dengan ringan.


Hyora yang mendengar ucapan ayahnya sedikit terkejut. Meskipun Ia curiga Castiello selama ini mengawasinya diam-diam, Ia tidak menyangka bahwa kedua ayahnya saling berkomunikasi.


“Kalian benar-benar membiarkanku dalam kegelapan.”


Hyora berjalan menuju ruang makan bersama ayahnya.


“Ini demi keselamatanmu. Mari makan malam dulu sebelum kita berbicara.”


Keduanya menikmati makan malam dalam diam. Untuk menyambut nona muda mereka, mansion Castiello menyiapkan hidangan yang mewah dan beragam.


Seusai makan malam, Bernard mengajak Hyora masuk ke ruang kerjanya.


Ruangan itu terlihat rapi, beberapa senjata terpajang dengan apil dipermukaan dinding. Hyora mengagumi koleksinya saat ayahnya menuangkan segelas wine merah untuknya.


“Jadi… bagaimana aku bisa menjadi putrimu? Jujur saja, semua ini sulit untuk dipercaya.”


“Ayah angkatmu Song Junha dan Ibu kandungmu Shin Hyeri. Tidak ada kesalahan sama sekali, tapi kita bisa melakukan tes paternity jika kau ingin bukti yang lebih meyakinkan.”


“Tidak perlu, aku akan tahu saat aku mendengarnya.” Tolak Hyora, Ia duduk didepan ayahnya dan meminum wine yang disodorkan tanpa rasa waspada.

__ADS_1


Jika mereka ingin membunuhnya, Ia pasti sudah mati ribuan kali.


“lebih dari dua puluh tahun yang lalu, aku terjebak di Korea saat menyebrang ke Jepang. Saat itu nyawaku hampir saja melayang, tapi ibumu menyelamatkanku. Saat itulah pertama kalinya kami bertemu.”


Pandangan Bernard mengabur saat mengingat wanita yang dicintainya itu.


“Jungha mungkin tidak pernah menyebutkannya, tapi dia dan ibumu merupakan sahabat dekat. Saat itu, dia masih menjadi agen NIS berpangkat rendah.”


“Jika dia memutuskan untuk melaporkanku, dia pasti bisa naik pangkat. Tapi pria bodoh itu mencintai ibumu, sedangkan ibumu dan aku tengah bersama.”


Hyora tidak pernah menyangka bahwa kisah cinta orangtuanya begitu mendebarkan.


“Saat kakekmu datang menyelamatkanku, aku tidak bisa membawa ibumu meskipun aku ingin. Grup kita tengah diserang oleh kelompok lain waktu itu.”


“Kami berpisah, yang tidak kuketahui adalah bahwa Jungha terluka parah dan ibumu tengah mengandungmu. Saat itulah aku bertekad menyebar bisnisku ke Korea dan mencari keberadaan ibumu. Setelah beberapa tahun, aku mengetahui bahwa ibumu telah meninggal, Jungha memberiku pesan bahwa dia akan membesarkan putriku.”


Bernard menceritakan kejadian masa lalunya. Ia duduk dan memandang putrinya dengan sayang.


“Lalu aku menjadi target mereka.” Ucap Hyora dengan nada rendah. Ia tidak dapat mengingat sosok ibunya yang meninggalkannya diusia empat tahun.


“Aku bahkan tidak pernah berpikir untuk membiarkanmu berada di NIS! Merekalah yang membunub Hyeri!” Bernard menggertakkan giginya saat mengingat kejadian itu.


“Aku tahu, aku hanya berharap kalian hidup dengan baik.”


“Tapi sekarang aku ingin balas dendam. Beraninya mereka membunuh kekasihku!”


“Kekasihmu Cho Kyuhyun? Dia sudah mengetahui hubunganmu dengan Castiello sejak lama…”


“Apa?!”


“Bahkan sebelum kau menyadarinya. Kyuhyun memiliki insting yang sangat tajam, Ia menyelidiki latar belakangmu untuk mencari orangtua kandungmu.”


“Pria itu, benar-benar…”


Suara Hyora bergetar. Selama ini, Ia tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Jungha menjemputnya dari sebuah panti asuhan di pinggir kota. Ia tidak pernah mempedulikannya, tapi pria yang dicintainya diam-diam membantunya mencari tahu. Sayangnya pria itu telah meninggal.


“Saat mengikuti jejak Hyeri, dia bertemu Andrew.”


“Andrew?”

__ADS_1


“Kakak tirimu, selama ini dialah yang melaporkan keadaanmu padaku. Ia sering pergi ke Korea hanya untuk melihatmu dari jauh.”


Hyota merasa tidak nyaman saat mengetahui bahwa seseorang telah mengawasinya secara diam-diam. Terlebih Ia tidak menyadarinya sama sekali. Kemungkinan mereka telah bertemu tanpa sepengetahuannya membuat gadis itu sedikit kecewa.


“Ini akan menghemat waktuku untuk menjelaskannya, kurasa kalian tahu bahwa aku pulang untuk menghabisi Robaine?”


Bernard menatap putrinya dan meraih map dilaci meja kerjanya. Ia menyerahkannya kepada Hyora.


Map itu berisi informasi rinci grub Robaine beserta para tetuanya. Bahkan beberapa bawahan yang terlibat dalam penyerangan si apartemen Kyuhyun dan Hyora pun tertera dengan jelas.


“Lakukan apa yang kau inginkan, tapi jangan berlebihan. Biarkan Andrew membantumu.”


Hyora hanya menatap ayahnya tanpa menyanggupi permintaannya. Terlebih, Ia belum pernah bertemu dengan kakak tirinya itu. Menurut ceritanya, seharusnya Andrew membenci dirinya yang lahir diluar pernikahan orangtuanya.


“aku akan mengadakan pesta perayaan kedatanganmu dalam dua hari. Para tetua yang kolot itu ingin bertemu denganmu. Aku juga akan mengumumkan identitasmu, jadi bersiaplah.”


“Apakah itu tidak apa?” Hyora bertanya dengan ragu. Meskipun Ia percaya diri akan kemampuannya, pengalamannya kehilangan Kyuhyun membuatnya memilih untuk tetap low profile.


“Kau menganggap ayahmu ini apa? Haruskah kita mengundang Robaine secara terbuka untukmu?”


Membayangkan wajah musuhnya saat melihat target mereka menjadi lebih kuat tidaklah buruk. Hyora tersenyum, ingin melihatnya secara langsung.


“Ck, aku akan mengikuti pengaturan ayah…”


“Bagus. Kau bisa melakukan apapun saat mereka datang.”


“Mereka tidak akan datang saat mengetahui ini pasti jebakan.”


“Mereka tidak akan berani tidak datang…” Bernard tersenyum sinis saat mengingat rencana licik mereka.


Beraninya pemuda ingusan itu menyerang putrinya. Mungkin mereka sudah bosan hidup. Putri semata wayang Castiello seharusnya menjadi permata didalam hatinya. Selama ini Ia belum melakukan tugasnya sebagai ayah.


Jika putrinya ingin balas dendam, biarkanlah. Ia sendiri ingin mengoyak NIS dari dalam sejak dulu jika bukan karena Jungha.


“Kau tidak perlu khawatir tentang Jungha, aku menempatkan beberapa mata-mata didalam NIS. Jika kemungkinan terburuk terjadi, Ia bisa pergi dengan aman.”


“Aku tahu, tapi ayah angkat mungkin tidak sependapat.”


Dengan sifat keras kepala Jungha, Ia mungkin ingin membersihkan NIS tanpa campur tangan ayahnya yang seorang mafia.

__ADS_1


__ADS_2