Gembok Takdir

Gembok Takdir
Wide Awake


__ADS_3

Kyuhyun masuk ke kamarnya dan melihat sosok Hyora yang masih seperti pagi tadi. Ia memeriksa pelembab udara dan suhu penghangat sebelum melepas jaket tebalnya. Matanya sudah mengantuk, tapi Ia memaksakan diri untuk masuk kamar mandi dan membersihkan diri. Pria itu kembali dengan handuk basah yang telah direndam air hangat untuk mengusap wajah, lehar, tangan dan kaki Hyora. Setelah selesai, Ia berbaring tidur disisinya.


“Second chance” bisikan lembut suara ahjumma yang terbawa angin malam terdengar samar ditengah Kyuhyun yang mengantuk, Ia mendengarnya namun berfikir bahwa itu hanya imajinasinya saja.


“Hmm, good night.” Gumamnya mengecup dahi gadis itu dengan lembut dan menutup matanya.


Tik Tok.... Tik Tok...


Jarum yang menunjukkan angka dua perlahan namun pasti mulai berjalan mundur, tetesan infus yang jatuh dan mengalir ke lengan Hyora kembali naik satu per satu, tanggal di kalender juga ikut bergerak mundur seiring waktu yang berubah. Pot bunga yang Kyuhyun perbaiki satu tahun yang lalupun mulai kembali seperti semula, retakan-retakan pada permukaannya menghilang dengan sendirinya.


“Waktu berputar ke masa lalu!” Bisik Ahjumma itu dengan terkejut.


...-0O0-...


Jari-jari lentik Hyora bergerak menelusuri lekuk wajah Kyuhyun, menikmati setiap tekstur kulitnya yang halus. Entah mengapa Ia sangat merindukan pria ini seolah belum bertemu selama beberapa tahun. Padahal baru beberapa hari keduanya tidak berkomunikasi. Ia berpikir bahwa perasaannya semakin mencintai namja jahat didepannya, namja yang terus saja memaksanya keluar dari profesi yang ia nikmati setiap menjalaninya.


Merasa terganggu dengan sentuhan Hyora, tangan namja bergerak menyingkirkan tangan yang mengganggu tidurnya itu. Demi tuhan Ia baru tidur selama dua jam. Jika Eunhyuk berani mengganggunya, Ia akan meledakan C4 ke wajah jeleknya itu. Saat tangannya menyentuh tangan Hyora, gerakkannya berhenti sebelum matanya langsung terbuka lebar. Ia tertegun melihat wanita didepannya... matanya memyipit berusaha beradaptasi dengan cahaya matahari yang masuk melalui kaca jendela.


Tubuhnya segera bergerak sadar saat matanya melihat wajah tersenyum Hyora yang secerah sinar matahari pagi.


“Gwencanayo? Kau sudah sadar?” Ucapnya tak percaya, sudah ratusan malam Ia habiskan untuk memimpikan senyumannya itu.


“Hmm, Kau mengigau sayang?” Jawab yeoja itu terlihat bingung. Apa maksud pertanyaan kekasihnya itu? Seolah Ia sadar dari pingsannya, Ia baru bangun tidur.


“Wait!" Sela Kyuhyun menyentuh wajah Hyora memastikan bahwa ini bukan mimpi.


“Sudahlah... kali ini aku ingin mentraktirmu makan karna misi kita sukses besar!” Hyora menyingkirkan tangan Kyuhyun dan beranjak mengambil benda diatas meja disisinya.


Kyuhyun menerima koran pagi yang Hyora berikan, berita utama ‘AGEN SPESIAL BERHASIL MENYELAMATKAN NEGARA’ tertulis dengan jelas di halaman depan. Dilihatnya kalender duduk diatas nakas yang menunjukkan bulan Desember 20XX, satu tahun yang lalu.

__ADS_1


Tanpa mempedulikan Kyuhyun yang masih bingung, Hyora beranjak dari tempat tidurnya. Ia berniat berjalan menuju jendela untuk membukanya, membiarkan udara segar masuk ke kamar.


Braakk!!


Tangannya tak sengaja menyenggol meja disamping jendela, pot bunga yang dilettakkan terlalu pinggir jatuh dan pecah menjadi dua bagian. Suara pot tanah liat yang pecah itu menyentak Kyuhyun yang masih bingung memikirkan apa yang terjadi. Ia berlari segera mendekati Hyora.


“Gwencana?! tidak ada yang terluka?” seperti de javu, Kyuhyun bertanya dengan panik. Seketika tubuhnya menegang, Ia sadar apa yang kini sedang terjadi. Matanya mengintip keadaan luar apartemen melalui celah gorden kamar. Kebiasaannya selama satu tahun ini telah melatih kewaspadaannya. Ia mengamati area sekitar gedung apartemen mereka. Dari ujung gedung, beberapa pria berjas dan berkacamata hitam terlihat mencurigakan saat berkeliaran di area gedung.


“Hyora, ikuti aku!” Perintah Kyuhyun dengan suara rendah, seolah seseorang akan mendengar percakapan mereka jika ia berbicara terlalu keras. Bukan seolah, tapi memang... pria-pria itu pasti bawahan mafia yang datang untuk membunuh Hyora.


Hyora POV.


Otakku tiba-tiba tidak bisa berfungsi sebagaimana semestinya, mengapa rasanya seperti firasat buruk? Ini hanya pot bunga yang jatuh karna tak sengaja.


“Hyora, ikuti aku!” Suara rendah Kyuhyun terdengar tegang, Ia tiba-tiba membalikkan badan dan menarik tanganku keluar dari ruang kamar kami.



"Sayang, lepaskan tanganku dulu, aku akan mengganti baju... oh, kita masih memakai alas kaki ruang dalam!" Tangan Kyuhyun memegang erat tanganku, memaksaku untuk ikut berlari bersamanya. Ia tidak mempedulikan pertanyaanku, bahkan dia tidak membiarkanku mengganti baju dan memakai sepatu.


Kami terus berlari tergesa keluar apartemen dan memasuki lift . Apa yang ingin ia lakukan? Padahal ia tahu aku hanya memakai baju santai untuk tidur dan sandal apartemen.



Kami berbalik menuju tangga darurat, saat itu aku menyadari ada sesuatu yang salah. Dari ujung mataku, sepertinya ada seseorang yang berlari menaiki tangga kearah kami, Kyuhyun menarikku kembali ke koridor dan berlari menuju lift.


Hanya butuh beberapa detik untuk menunggu kedatangan lift, tapi tangan pria itu sudah basah karena keringat dingin. Tubuhku ikut menegang, aku tahu benar dengan kebiasaan Kyuhyun. Ia selalu bersikap tenang dalam misi, meskipun dalam keadaan terdesak, wajahnya akan terlihat tanpa ekspresi untuk mengelabui musuhnya dan memikirkan cara untuk melepaskan diri dari keadaan yang tidak menguntungkan. Tapi suara langkah kaki di tangga darurat tadi telah membuatnya lepas kendali. Matanya berulangkali menyapu koridor dengan gelisah.


__ADS_1


Saat suara kedatangan lift, Ia menarikku ke dalam dan langsung menutupnya, menekan tombol lantai dasar.


"Siapa mereka?" Suaraku terdengar tenang saat menanyakannya. Semakin keadaan memburuk, semakin kami harus bersikap tenang.


Wajahnya terlihat kalut dan waspada pada satu waktu, entah siapa yang dilihatnya ditangga darurat tadi. Aku membenci apapun itu yang membuatnya bersikap seperti ini.


“Eotteokke?” Bisiknya berulang kali dengan cemas tanpa menanggapi pertanyaanku.


Berbagai pertanyaan yang kupikirkan hanya berhenti diujung lidahku. Tak berani membuka mulut setelah melihat wajahnya memucat. Imajinasiku berlari dengan liar, apakah kami membuat kesalahan dengan misi kami? Tunggu, bukankah seharusnya Ia marah karna mengetahui aku tidak berangkat liburan seperti janjiku. Hey, pria ini paling tidak suka dibohongi. Kepalaku berdenyut nyeri, sejak tadi pagi, aku seperti baru terbangun dari tidur panjang. Pikiranku seperti tertutup kabut.


“Hyora, Mianhae... kau tahu aku mencintaimu?” Pria itu menarik tubuhku menghadap pintu lift, bahuku menabrak dinding lift dengan pelan. Suaranya yang rendah menyatakan permintaan maaf itu secara perlahan, mataku melihat bibirnya bergerak tapi gagal menangkap maknanya.


“Nde?”


Sebelum Ia sempat bergerak untuk memelukku, belum sempat pikiranku memproses ucapannya, mataku menoleh ke arah pintu lift tanpa sadar.


Ding!


Suara lift terbuka membuat kami berdua menegang... lantai 9, bukan lantai yang kami tuju.


Dengan satu gerakan cepat, Kyuhyun memelukku berusaha menghalangi pandamganku, namja itu berdiri tepat menghadapku dan membelakangi pintu lift.


DORR!!!


Suara satu tembakan senjata api membuat otakku kosong, seperti slow motion... tubuh Kyuhyun terjatuh lemas ke lantai. Pelaku penembak langsung pergi melarikan diri. Tubuhku menegang melihat ceceran cairan merah dilantai lift, ini darah Kyuhyun?


“OPPA!!!"


__ADS_1


__ADS_2