Gembok Takdir

Gembok Takdir
Anak Ini Minta Dihajar


__ADS_3

Setelah menyelesaikan prosedur pengeluaran Hansen, mereka keluar dari kantor kepolisian menuju ke tempat parkir.


Disisi lain gedung kepolisian, Eunhyuk yang baru saja memeriksa lokasi kejadian kembali dengan wajah lelah. Ia sudah lembur dua hari untuk memecahkan kasus, tapi mereka belum juga menemukan korban penculikan.


Eunhyuk keluar dari mobil, ia menggerutu bahwa dulu saat menjadi agen rahasia NIS ia jarang lembur. Misi yang kesulitannya menengah bisa diselesaikan dalam beberapa beberapa jam sampai dua hari. Kalaupun misinya cukup sulit, ia jarang bekerja lembur tanpa tidur seperti ini.


Kapten Hwang mengatakan bahwa lembur adalah bagian dari keseharian para penyidik saat ada kasus. Ia merasa bahwa gajinya tidak sesuai dengan jam kerjanya.


Ia melihat sebuah mobil hitam melaju melewatinya, dari kaca jendela mobil itu terlihat penumpang didalamnya. Eunhyuk berkedip beberapa kali dan mengusap matanya. Apakah ia terlalu lelah hingga melihat ilusi? Mengapa ia melihat seorang pria yang mirip dengan sahabatnya yang telah lama meninggal?


Mobil hitam itu menghilang dibalik gerbang depan kantor polisi. Eunhyuk terdiam ragu. Ia mungkin sangat merindukan sahabatnya itu hingga membuatnya melihat bayangan wajahnya pada pria lain.


Ia pernah membaca teori yang mengatakan bahwa mata melihat apa yang ingin kita lihat. Seperti kasus guratan kasar didinding, ada seorang yang merindukan ibunya hingga ia melihat wajah ibunya di dinding itu. Ia percaya bahwa itu adalah ibunya yang datang menemuinya. Tapi orang lain hanya melihat guratan abstrak yang bahkan tidak berbentuk manusia.


“Aku akan pergi berziarah saat ada waktu luang.” Gumam Eunhyuk dan melanjutkan langkahnya masuk ke gedung kantor. Ia berniat memejamkan mata selama satu jam sebelum jatah jaga kasus bergantian dengan kaptennya.


-o0o-


Mobil itu melaju melewati area pusat kota dan menuju ke rumah Hanwu. Kyuhyun melirik ke arah Hansen yang duduk dibelakang sambil bermain handphonenya dengan tenang. Seolah ia tidak merasa bersalah setelah keluar dari kantor polisi.


“Hanwu… kau bilang, apa ibumu benar-benar menerimaku sebagai anak sulungnya?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.


“Ya, tentu saja ibj sangat serius. Karna kau yang paling tua, maka kau akan menjadi anak sulungnya. Kakakku dan kakak Hansen.” Jawab Hanwu dengan tenang, ia mengendalikan setir mobil dan mereka berbelok melewati tanah pertanian pinggir kota.


“Sebagai kakak, sudah menjadi tugasku untuk mendidik adik-adikku.”


“Ya, kakak… kau bisa menjadi kepala keluarga jika mau.”


“Bagus, sekarang menepi dan hentikan mobilnya!”


Hanwu melihat lingkungan sekitar dengan ragu. Mereka masih berada di tengah daerah antah berantah. Bahkan hanya ada lampu jalan yang redup untuk menyinari daerah itu.


Jika ada seseorang yang berniat buruk pada mereka, mereka akan berada pada posisi yang tidak menguntungkan.


“Kau tidak ingin mendengarkan kakakmu?” Tanya Kyuhyun dengan dingin.


Hanwu teringat kemampuan bosnya yang ahli beladiri. Para preman itu tidak berkutik saat melawannya, jadi seharusnya mereka aman selama bersamanya.

__ADS_1


Hanwu segera menepikan mobil itu dan mematikan mesinnya.


“Hansen, apa ada sesuatu yang ingin kau katakan kepada kakakmu?”


Hansen yang tengah sibuk bermain game online dimobilnya segera mengangkat kepalanya saat ia menyadari bahwa mesin mobil dimatikan.


“Uh, kukira kita sudah sampai.” Gumamnya dengan wajah cemberut. Ia sudah mengantuk dan kelelahan setelah ditahan selama beberapa jam di kantor polisi.


“Kau tidak mendengarkan kakak.”


“Kau bukan kakakku. Bahkan kakakku Hanwu tidak bertanya apapun padaku.” Jawabnya dengan sebal. Karakter yang ia mainkan mati tertembak musuh saat ia mengalihkan pandangannya sebentar. Hanwu merasa bahwa adiknya sangat tidak sopan, tapi ia tetap diam saja dan membiarkan Kyungsoo menegurnya.


“Kuberitahu kau, ibu dan kakakmu tadi malam sudah mengakuiku sebagai kakakmu.”


“Aku tidak menyetujuinya!”


“Kau tidak memiliki hak bersuara dalam keluarga. Kalaupun kau punya hak, hak itu sudah hilang saat kau bekerjasama dengan para pengedar narkoba itu.”


Hansen terkejut, bagaimana Kyungsoo tahu soal itu? Bahkan para polisi tua itupun tidak menyadari keterlibatannya.


Hanwu yang melihat wajah Hansen segera menyadari bahwa apa yang Kyungsoo katakan itu benar adanya. Adik tersayangnya telah berbohong kepadanya didepan polisi.


“Hanwu, apa kau percaya padaku atau pada perkataan adik kecil kita?”


“Aku menyerahkannya pada kakak tertua.” Hanwu menggeleng kepalanya dengan pasrah. Sepertinya apa yang dikatakan oleh Kyungsoo tadi benar, ia terlalu memanjakan adiknya.


“Turun!”


Begitu mendapat ucapan persetujuan dari Hanwu, suara Kyuhyun menjadi lebih dingin saat menyuruh Hansen untuk turun.


“Kau tidak memiliki hak untuk memberiku perintah.”


Hansen hanya terpaku duduk ditempat. Apapun yang akan terjadi, ia merasa bahwa dirinya dalam bahaya.


Kyuhyun membuka pintu dan keluar dari mobil. Ia melihat bahwa Hansen tidak menuruti perintahnya. Setelah berdecak lirih ia membuka pintu belakang dan menarik anak itu keluar.


“Hanwu, jika kau tidak tega jangan turun dari mobil. Kalau kau ingin menghentikanku, kau tidak perlu memanggilku kakak.”

__ADS_1


Hanwu terkejut saat melihat adiknya diseret keluar oleh Kyungsoo. Ia ragu-ragu sebentar sebelum keluar dan menyusul keduanya yang masuk ke dalam hutan.


“Kau bilang aku tidak memiliki hak untuk memberimu perintah ataupun memarahimu? Baik… aku boleh menghajarmu kalau begitu.”


Kyuhyun melepaskan lilitan syal di lehernya dan melemparkannya kesamping.


Bukk!


Ugh!


Ia memukul perut Hansen dan membuat pria itu jatuh tersungkur diatas tanah. Ia terbatuk dan meringis kesakitan memegangi perutnya yang serasa diaduk.


“Berdiri! Bukankah kau sangat berani saat memukuli para gangster tadi?!”


Kyungsoo menarik kerah Hansen dan kembali memukulnya. Kali ini ia membuat pipi pria itu memerah. Ia hanya menggunakan sedikit kekuatannya, tapi Hansen sudah serasa akan menangis.


“Jangan menangis seperti anak kecil! Hanwu mungkin akan menghiburmu, tapi air mata tidak akan mempan untukku!”


“Kakak…huk” Hansen memanggil kakaknya lirih, tapi Kyuhyun meraih kerahnya dan membuat kedua mata meteka saling bertatapan.


“Kenapa? Apa kau teringat saat kau dipukuli ayahmu? Atau saat kau dipukuli para preman itu?”


Mendengar ucapan Kyungsoo, Hansen menarik tangan yang masih dikerahnya dan berusaha memukul Kyungsoo. Tapi pria itu menghindar dengan mudah.


“Oh, lihatlah tatapan adik kesayanganmu ini!”


Kyuhyun mengetahui bahwa sejak tadi Hanwu mengikutinya dan bersembunyi dibalik semak-semak. Ia pasti melihat tatapan kebencian di mata adiknya yang selama ini terlihat polos dan lugu.


“Kau membenciku? Apa kau sadar bahwa jika aku tidak membantu kalian saat itu, kau dan ibumu pasti sudah mati dibawah tanah!” Bentak Kyuhyun.


“Pergi! Keluarga kami tidak membutuhkan orang kasar sepertimu! Kau sama saja dengan ayah kami!” Teriak Hansen, ia melemparkan batu sebesar telapak tangan ke arah Kyungsoo. Tapi Kyungsoo menangkapnya dengan mudah.


“Jadi kau membenci ayahmu? Kau tahu jika aku tidak memukulmu kau mungkin akan berakhir seperti ayahmu.”


“Omong kosong! Aku tidak pernah memukul ibuku!”


“Ayahmu juga tidak pernah memukul ibumu. Dia bahkan sangat baik kepada keluargamu.”

__ADS_1


Hansen terdiam saat mendengarnya. Ayahnya memang bersikap baik dihadapan mereka, ia hanya menghilang begitu saja sepuluh tahun yang lalu. Tapi masalah yang ia timbulkan pada keluarganya tidak pernah berhenti. Baru setelah Kyungsoo membantu mereka memukuli para preman itu dan membayar hutang mereka, hidup keluarganya menjadi tentram dan lebih baik. Ibunya kini bisa tersenyum dan menjalani hidup dengan tenang.


__ADS_2