
"Bagaimana? Apa kita kembali saja dan menjadi orang biasa?" Tanyaku pelan, kuraih tangan gadis itu dan menggenggamnya ringan. Suhu hangat masih terasa dari tangannya.
Jika kau sadar, aku akan membawamu pulang dan menikmati hari-hari bersama. Membayangkan duduk di ruang kantor dengan tumpukan dokumen membuatku bergidik. Tapi dibandingkan dengan suara tembakan dan baku hantam, bau mesiu dan darah, pengkhianatan dan kesetiaan pada negara... aku lebih memilih hidup membosankan untuk membuatmu tetap aman. Setidaknya kau tidak perlu mempertaruhkan nyawa disetiap misi, kita tidak perlu bertemu dan bertanya-tanya apakah kita bisa kembali hidup-hidup besok.
...-0O0-...
Author POV.
Pagi ini, hari seorang Cho Kyuhyun dimulai dengan membuka tirai putih jendela Prancis di kamarnya. Tercium bau disinfektan yang ringan dari ruang itu, meskipun tidak setajam di rumah sakit. Karena faktor keamanan, ia jarang meminta bibi petugas kebersihan untuk datang bekerja. Alhasil demi menjaga kebersihan untuk pasien koma yang kini masih terbaring di tempat tidurnya, pria itu hanya bisa melakukannya sendiri.
"Bagus, ini hari yang cerah untuk pemeriksaan," Bisik Kyuhyun menatap gadis itu, hari ini dia akan memanggil dokter untuk pemeriksaan rutinnya.
Ia mengambil handuk kecil dan air hangat yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Dengan hati-hati, ia menyeka tangan dan wajah Hyora. Gadis yang terlihat kuat itu kini hanya terbaring rapuh tanpa sedikitpun kewaspadaan. Wajahnya putih pucat, tangannya yang masih terjalin lemas selalu menimbulkan bayangan kematian di pikiran pria itu. Hanya kode monitor detak jantung dan nafas ringan yang membedakannya dengan mayat. Luka tembakan yang dideritanya beberapa bulan lalu sudah sembuh dengan baik. Hanya saja, Kyuhyun tidak tahu bagaimana gadis itu akan tahan melihat bekas luka tembak yang bewarna merah muda dikulit putihnya itu.
"Sayang... kapan kau akan membuka matamu itu hmm? Apa kau tidak bosan hanya tertidur disini? Izin cutiku hanya bisa diambil satu tahun. Jika saat itu kau tidak sadar, apa yang harus kulakukan?" Ucapnya lirih saat ia membelai rambut hitamnya dengan halus.
Tiga bulan ini banyak hal yang membuatnya khawatir, ia tidak pernah pergi dari apartemennya.
“Aku sudah memperbaiki pot yang kau jatuhkan... Eomma ingin kita berkunjung tahun ini, dan aku merindukan senyum tawamu.” Pria itu terus bermonolog menghadapi kesunyian diruangannya. Suara tetesan IV yang ringan terdengar tajam ditelinganya.
"Hmm, uisanim menganjurkanku membaca buku bersamamu."
Mata Kyuhyun yang jernih menjadi buram saat mengingat ucapan sang dokter, hampir saja ia memukul wajahnya jika Eunhyuk tidak menghentikannya.
__ADS_1
"Jika nona Shin tidak segera sadarkan diri, akan sulit untuk membangunkannya semakin lama ia koma." Ucap sang dokter yang diabaikan oleh Kyuhyun. Pria berjas putih itu hanya menghela nafas dan menyarankan, "Kau bisa menemaninya berbicara atau membacakan buku untuk merangsang otaknya. Sebenarnya, secara medis seharusnya ia sudah bangun, tapi entah apa yang membuatnya menolak semua usaha yang kita lakukan."
"Seorang peramal mengatakan pada kami bahwa ia memiliki takdir putri tidur tahun lalu." Bisik Kyuhyun tanpa sadar teringat akan ucapan seorang wanita asing yang mengaku ahli nujum.
"hahaha, kau bisa bercanda Kyuhyunssi. Kami orang medis tidak berbicara tentang tahayul, tapi kau bisa mencoba menciumnya untuk membangunkan sang putri." Ucap dokter itu dengan nada bercanda sebelum mengemasi peralatannya dan pergi.
Tanpa sadar senyum samar terukir diwajah tampannya, ya... pria itu juga tidak mempercayai tahayul. Tapi tiga bulan dalam kesunyian membuatnya memutarbalikkan kepercayaannya. Sekarang, ia seperti orang buta yang meraba-raba jalan keluar ditengah kegelapan. Apapun yang bisa menyadarkan gadis itu, selama ada kemungkinan, ia akan melakukannya. Sayang sekali semua hal itu tidak dapat membuat gadis itu bereaksi.
Kyuhyun beranjak dari duduknya menuju rak buku disamping ruangan itu, Ia teringat gadis itu bukanlah penyuka cerita fiksi ilmiah atau novel-novel romance. Gadis unik ini lebih menyukai dongeng anak-anak dengan fantasi liarnya.
"Baiklah, akan kubacakan salah satu cerita kesukaanmu." Bisik namja itu saat memilih sebuah kumpulan dongeng tidur untuk anak-anak dan kembali duduk disisinya.
“Gadis bertudung merah..., kau akan menyukainya?”
"Selesai, happy ending... aku iri pada gadis bertudung merah ini. Kalau saja aku memiliki korek ajaib yang dapat mengabulkan keinginanku, aku ingin kau segera sadar." Ucap pria itu dengan suara rendah, matanya beralih keluar jendela. Matahari sudah bersinar terik diluar tanpa ia sadari.
“Mungkin kau ingin keluar Kyu?” Suara Eunhyuk yang entah sejak kapan sudah berdiri didepan pintu membuat Kyuhyun menoleh sebentar sebelum kembali menekuni cerita-cerita dongeng yang ada ditangannya.
Eunhyuk tahu mental Kyuhyun tengah lemah saat ini, tanpa pengawasannya, mungkin saja pria itu akan melakukan hal-hal berbahaya.
“Tidak, aku baik-baik saja disini.” Tolaknya dengan cepat, meraih gelas dimeja dan meneguk jus jeruk yang tidak lago dingin.
“Biarkan aku yang menjaganya... pergilah berbelanja atau hanya sekedar jalan-jalan. Kau tidak bisa tinggal di rumah selamanya!” Perintah Eunhyuk dengan geram.
__ADS_1
“Haruskah aku pergi?” Tanya pria itu dengan ragu, ia ingin membeli buku dan beberapa keperluan pribadi yang mereka butuhkan.
“kka! Kau bukan tikus got yang terus tinggal dalam sarangmu.” Ucap sahabatnya itu dengan tegas.
“Sstt... pelankan suaramu! Arraseo, Aku akan pergi sebentar." Desisnya jengkel sebelum beranjak mencium kepala Hyora dan berbisik pamit.
“Good!” Bisik Eunhyuk dengan lega, akhirnya ia berhasil membuat pria itu melangkah keluar dari apartemen setelah beberapa bulan.
Kyuhyun tersenyum lemah padanya, matanya kembali menatap keluar jendela memastikan tidak ada orang mencurigakan di komplek itu. Dengan dorongan ringan, Eunhyuk memaksanya keluar sambil berbisik, "Jangan khawatir, aku akan menjaganya dengan baik. Kalian adalah bagian dari keluargaku. Jika terjadi sesuatu, hidup hyung mu ini yang akan kupertaruhkan."
"Hmm... kami tidak ingat memiliki kakak sepertimu!" Ucapnya ringan sebelum meraih jaket dan pakaian kasul yang berada di lemari dan keluar.
"Sialan kau!" Eunhyuk mengumpat rendah, jarang sekali Ia mengatalan hal-hal menyentuh, tapi pria itu tidak menghargainya sama sekali.
Kyuhyun menghela nafas untuk kesekian kalinya saat kakinya melangkah keluar. Matanya memindai situasi disekitar sebelum langkah berat diambilnya menuju parkiran bawah tanah apartemen mereka.
Mobilnya terpakir apik diujung tempat, terakhir kali ia digunakan mungkin sekitar satu bulan yang lalu. Beruntung biasanya ia merawat kendaraan itu dengan baik, setelah menyalakan mesin dan memeriksa indikator mesin itu, ia menginjak dan menjalankannya.
Mobil itu melaju menjauhi apartemen mereka, Kyuhyun menjauhi pusat kota dan berbelok ke arah perbelanjaan dipinggir kota. Tempat itu jarang CCTV sehingga lebih aman untuk identitasnya.
Tbc.
Eunhyuk
__ADS_1